Jadi Korban Pelemparan Batu Acak, Seorang Remaja di Yogyakarta Cedera Wajah Parah

Kompas.com - 19/04/2021, 15:03 WIB
Ilustrasi kekerasan THINKSTOCKS/WAVEBREAKMEDIA LTDIlustrasi kekerasan

Kasus ini sempat ramai di media sosial Facebook lantaran muncul kabar pelaku pelemparan batu proses hukumnya tidak dilanjutkan dan diperbolehkan pulang.

Menanggapi hal tersebut, Mardiyanto menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan.

"Proses tetap jalan. Hanya untuk penyidik sementara ini memulangkan 11 orang karena masih anak-anak. Tapi salah satu dari mereka adalah tersangka Inisial tersangka KR usia 16 tahun, SMK kelas 1," jelas dia.

Baca juga: Viral Video Klitih Ugal-ugalan di Jembatan Progo, Polisi Tangkap Pemuda yang Acungkan Celurit

Dia menjelaskan pelaku disangkakan pasal 351 KUHP, tetapi karena masih anak-anak maka tersangka dijerat dengan Undang-undang perlindungan anak yang ancaman hukumannya sama yakni 5 tahun.

"Sesuai pasal yang disangkakan sudah pidana. Kalau di KUHP itu 351 tapi karena anak-anak kita menggunakan Undang-Undang perlindungan anak, kebetulan ancaman hukumannya sama 5 tahun. Jadi kita tidak bisa melakukan penahanan," katanya.

Sementara itu kondisi korban saat ini masih dirawat di rumah sakit dan rencananya pada hari ini akan dilakukan operasi. 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Korban mengalami luka di wajah. Sebelah kanan, yang dirasakan kena batu. Luka itu gigi masuk ke dalam, kemudian rahang pecah dan patah tulang hidung," sebut Mardiyanto.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Mengalami Lonjakan di Sejumlah Daerah, Masyarakat Diminta Disiplin Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 Mengalami Lonjakan di Sejumlah Daerah, Masyarakat Diminta Disiplin Protokol Kesehatan

Regional
Ganjar: Ingat, Varian Baru Sudah Masuk di Kudus, Catat Itu…

Ganjar: Ingat, Varian Baru Sudah Masuk di Kudus, Catat Itu…

Regional
Cerita Andika Ikuti Wisuda Drive Thru dengan Vespa Hasil Modifikasi

Cerita Andika Ikuti Wisuda Drive Thru dengan Vespa Hasil Modifikasi

Regional
28 Warga Kudus Terinfeksi Covid-19 Varian India

28 Warga Kudus Terinfeksi Covid-19 Varian India

Regional
Ahli Sejarah UGM: Suku Kalang Jawa Diduga Satu Ras dengan Dani dan Asmat di Papua

Ahli Sejarah UGM: Suku Kalang Jawa Diduga Satu Ras dengan Dani dan Asmat di Papua

Regional
Mayat Dibakar di Maros Diperkirakan Pria Berusia 16 hingga 25 Tahun

Mayat Dibakar di Maros Diperkirakan Pria Berusia 16 hingga 25 Tahun

Regional
86 Persen dari 72 Sampel Covid-19 di Kudus Terpapar Varian India

86 Persen dari 72 Sampel Covid-19 di Kudus Terpapar Varian India

Regional
Polisi Minta Pembunuh Sopir Taksi Online di Aceh Serahkan Diri: Kalau Tidak Kami Uber Sampai Ketemu

Polisi Minta Pembunuh Sopir Taksi Online di Aceh Serahkan Diri: Kalau Tidak Kami Uber Sampai Ketemu

Regional
Wali Kota Salatiga Sekeluarga Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Wali Kota Salatiga Sekeluarga Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Regional
Rumah Kontrakan Jadi Pabrik Narkoba, Petugas Temukan 700.000 Pil Trihexyphenidyl

Rumah Kontrakan Jadi Pabrik Narkoba, Petugas Temukan 700.000 Pil Trihexyphenidyl

Regional
Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus, Ganjar Minta Ada Gerakan 5 Hari di Rumah Saja

Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus, Ganjar Minta Ada Gerakan 5 Hari di Rumah Saja

Regional
Kaltara Catat Ratusan Ekor Babi Mati, Diduga Kena Virus ASF dari Malaysia

Kaltara Catat Ratusan Ekor Babi Mati, Diduga Kena Virus ASF dari Malaysia

Regional
Ganjar Sebut Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus

Ganjar Sebut Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus

Regional
Ada Instruksi dari Kapolri, Ratusan Terduga Preman di Semarang Ditangkap

Ada Instruksi dari Kapolri, Ratusan Terduga Preman di Semarang Ditangkap

Regional
Detik-detik Pohon Mahoni Roboh Timpa Avanza, Warga Berteriak, Sopir Kaget Injak Gas

Detik-detik Pohon Mahoni Roboh Timpa Avanza, Warga Berteriak, Sopir Kaget Injak Gas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X