Mudik Dilarang, Pengusaha Bus Sumbar Minta Pemerintah Beri Bansos untuk Sopir

Kompas.com - 06/04/2021, 11:47 WIB
Bus AKAP PO NPM DOK. PERPALZ TVBus AKAP PO NPM

PADANG, KOMPAS.com - Pengusaha bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Sumatera Barat meminta kompensasi kepada pemerintah jika larangan mudik Lebaran 2021 diberlakukan.

Kompensasi itu dapat berupa bantuan langsung tunai (BLT) atau sejenisnya dengan tujuan agar sopir AKAP yang terdampak kebijakan itu bisa juga berlebaran.

"Kalau kebijakan mudik dilarang diberlakukan ini berdampak besar kepada pengusaha bus dan sopir. Kami tak bisa "berlebaran" lagi," kata CEO Perusahaan Oto (PO) Naikilah Perusahaan Minang (NPM) Angga Vircansa yang dihubungi Kompas.com, Selasa (6/4/2021).

Angga mengatakan sejak pandemi Corona pengusaha bus sudah menjerit dan bahkan ada yang gulung tikar.

Baca juga: Pengusaha Bus Curhat soal Ancaman Bangkrut dan Angkutan Ilegal akibat Larangan Mudik

Hal ini dikarenakan pergerakan masyarakat dibatasi pemerintah.

Dua kali agenda yang harusnya membuat pengusaha bus bisa meraup untung besar tahun lalu terpaksa jadi batal.

"Tahun lalu mudik Lebaran dilarang. Akhir tahun warga juga dibatasi pergerakannya. Ini jelas membuat penumpang tidak ada. Kalau normal, kita bisa berlebaran. Penumpang melimpah ruah. Untung besar," kata Angga.

Angga menyebut untuk tahun lalu ada bantuan sosial yang diterima termasuk sopir.

"Kalau sekarang tidak ada bansos, bisa sopir kita tidak berlebaran," kata Angga.

Baca juga: 2 Bulan Tak Beroperasi akibat PSBB, PO Bus NPM Bertahan Tak PHK Karyawan

Pemerintah harus adil, jangan angkutan darat dilarang, angkutan udara dilepas...

Sementara Kepala Perwakilan PT Antar Lintas Sumatera (ALS) Padang, Ismail Nasution mengakui jika mudik dilarang akan berdampak negatif bagi pengusaha bus.

"Kalau normal bisa 3 bus yang keluar dari pool. Namun kalau lebaran bisa dua kali lipat bahkan bisa 10 unit," jelas Ismail.

Ismail mengatakan kalau kebijakan mudik dilarang maka pemerintah harus adil untuk semua angkutan baik darat, udara maupun laut.

"Jangan ada ketidakadilan. Angkutan darat dilarang, tapi angkutan udara malah dilepas," kata Ismail.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah 16 Tahun Penabrak Polisi di Pos Prambanan Ditilang dan Dijerat Pasal Melawan Petugas

Bocah 16 Tahun Penabrak Polisi di Pos Prambanan Ditilang dan Dijerat Pasal Melawan Petugas

Regional
Gara-gara Bus BST Terserempet KA, Sopir Dipecat dan Gibran Minta Maaf

Gara-gara Bus BST Terserempet KA, Sopir Dipecat dan Gibran Minta Maaf

Regional
2 Kelompok Pemuda Tawuran di Surabaya, 10 Orang Ditangkap, 3 Terluka

2 Kelompok Pemuda Tawuran di Surabaya, 10 Orang Ditangkap, 3 Terluka

Regional
PP Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 1442 Hijriah Jatuh pada 13 Mei 2021

PP Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 1442 Hijriah Jatuh pada 13 Mei 2021

Regional
Tengku Zulkarnain Positif Covid-19, Kini Dirawat di RS Pekanbaru

Tengku Zulkarnain Positif Covid-19, Kini Dirawat di RS Pekanbaru

Regional
Kasus ART Dipaksa Makan Kotoran Kucing, Wakil Wali Kota Surabaya: Kami Rawat sampai Sembuh

Kasus ART Dipaksa Makan Kotoran Kucing, Wakil Wali Kota Surabaya: Kami Rawat sampai Sembuh

Regional
Cerita Para Penghafal Al Quran Tunanetra di Cianjur, Ingin Memberikan Mahkota ke Orangtua di Surga

Cerita Para Penghafal Al Quran Tunanetra di Cianjur, Ingin Memberikan Mahkota ke Orangtua di Surga

Regional
Warga Salatiga Diminta Tak Terima Tamu dari Luar Kota Saat Lebaran

Warga Salatiga Diminta Tak Terima Tamu dari Luar Kota Saat Lebaran

Regional
Bupati Jember Minta Seluruh Destinasi Wisata Ditutup Pada 11-17 Mei Cegah Penyebaran Covid-19

Bupati Jember Minta Seluruh Destinasi Wisata Ditutup Pada 11-17 Mei Cegah Penyebaran Covid-19

Regional
Pengawas Mesin ATM di Bandara Ngurah Rai Gelapkan Uang Rp 530.550.000

Pengawas Mesin ATM di Bandara Ngurah Rai Gelapkan Uang Rp 530.550.000

Regional
Berkaca dari Kasus VW Beetle Terobos Pos Penyekatan di Klaten, Ini Pesan Kabaharkam

Berkaca dari Kasus VW Beetle Terobos Pos Penyekatan di Klaten, Ini Pesan Kabaharkam

Regional
4 Warga Palembang Terdeteksi Tertular Mutasi Virus Covid-19 Asal India

4 Warga Palembang Terdeteksi Tertular Mutasi Virus Covid-19 Asal India

Regional
Kisah Pilu Nenek Dominika, Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reyot, Makan dari Belas Kasih Tetangga

Kisah Pilu Nenek Dominika, Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reyot, Makan dari Belas Kasih Tetangga

Regional
Muncul Ajakan Mudik dan Terobos Penyekatan di Medsos, Ini Persiapan Polda Banten

Muncul Ajakan Mudik dan Terobos Penyekatan di Medsos, Ini Persiapan Polda Banten

Regional
Ada Varian Baru Covid-19, Bali Tetap Buka Pariwisata Internasional Juli 2021

Ada Varian Baru Covid-19, Bali Tetap Buka Pariwisata Internasional Juli 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X