Rumah Terduga Teroris Karawang Digeledah, Densus 88 Amankan Buku, Berkas, Pakaian dan Badik

Kompas.com - 06/04/2021, 07:18 WIB
Rumah yang ditinggali LN, rumah terduga teroris di Desa Klari, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Senin (5/4/2021). KOMPAS.COM/FARIDARumah yang ditinggali LN, rumah terduga teroris di Desa Klari, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Senin (5/4/2021).

KARAWANG, KOMPAS.com - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror membawa dua dus berisi buku dan berkas dari kediaman LN (35) terduga teroris di Perumahan Klari Regency, Desa Klari, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang pada Sabtu (3/4/2021).

Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Yusuf Abdullah Buhandi, Ahmad Ngafif mengungkapkan, ia bersama Ketua RT diminta mendampingi dan menyaksikan pemeriksaan dan penggeledahan oleh Tim Densus Antiteror 88. Ia menyaksikan dari luar rumah.

"Yang terlihat sama kita itu hanya buku-buku yang disimpan di dalam dua dus besar yang dibawa oleh Tim Densus 88 Antiteror,” kata Ngafif ditemui di Masjid Perumahan Klari Regency, Senin (5/4/2021).

Baca juga: Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Klari Karawang, Sehari-hari Bekerja Jual Galon Dekat Pasar

Penggeledahan oleh petugas bersenjata lengkap itu berlangsung kurang lebih tiga jam dari sekitar pukul 12.30 WIB sampai 15.30 WIB.

Ngafif mengungkapkan, pada bulan kedua menempati rumah itu, istri LN tidak lagi terlihat. Kabar yang beredar, istri LN dijemput keluarganya.

Baca juga: Terduga Teroris yang Ditangkap di Karawang Dikenal Murah Senyum

Terduga teroris LN tak pernah shalat jamaah, padahal rumah dekat masjid

Ngafif pun menyebut LN tidak pernah terlihat shalat berjamaah di masjid. Meski lokasi masjid hanya beberapa langkah dari rumah.

Hal yang sama disampaikan Ketua RT 007, RW 002 Desa Klari, Hamid (51) mengatakan, saat penggeledahan, juga diminta ikut menjadi saksi.

Selain buku, Hamid menyebut setumpuk baju, badik, dan sejumlah dokumen.

Baca juga: Polisi Temukan Busur, Panah, Gotri hingga Atribut FPI di Rumah Terduga Teroris di Bandung

Tetangga heran saat penggeledahan

Saat penggeledahan, Hamid sempat melihat anak kunci menempel di lubang kunci pintu rumah. Ia mengaku heran mengapa sudah ada anak kunci di pintu rumah tersebut.

Dari keterangan Hamid, diperoleh informasi kalau rumah tersebut dimiliki oleh ZR (25), adik ipar dari LN.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sopir yang Ancam Tembak Pengendara Motor di SPBU Ternyata Bukan Polisi, Ini Faktanya

Sopir yang Ancam Tembak Pengendara Motor di SPBU Ternyata Bukan Polisi, Ini Faktanya

Regional
Rumahnya Ludes Terbakar, Seorang Kakek di Pati Tewas

Rumahnya Ludes Terbakar, Seorang Kakek di Pati Tewas

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 7 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 7 Mei 2021

Regional
Dinkes Nganjuk Siapkan 2.000 Alat Rapid Test Antigen untuk Pos Penyekatan

Dinkes Nganjuk Siapkan 2.000 Alat Rapid Test Antigen untuk Pos Penyekatan

Regional
Cerita Ketua RT Saksi Mata Penangkapan Buronan Teroris di Sukabumi

Cerita Ketua RT Saksi Mata Penangkapan Buronan Teroris di Sukabumi

Regional
Panglima TNI dan Kapolri ke Papua dan Gelar Pertemuan Tertutup, Ada Apa?

Panglima TNI dan Kapolri ke Papua dan Gelar Pertemuan Tertutup, Ada Apa?

Regional
Pemudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung, Sempat Berjalan hingga 11 Malam gara-gara Tak Temukan Tempat Istirahat

Pemudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung, Sempat Berjalan hingga 11 Malam gara-gara Tak Temukan Tempat Istirahat

Regional
Dinkes Sambas Bantah Ada Pungli Rapid Test Antigen, Ini Penjelasannya

Dinkes Sambas Bantah Ada Pungli Rapid Test Antigen, Ini Penjelasannya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 7 Mei 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 7 Mei 2021

Regional
2 Lokasi di Sidoarjo serta Bangkalan Ditembak Orang Tak Dikenal, Polda Jatim Lakukan Penyelidikan

2 Lokasi di Sidoarjo serta Bangkalan Ditembak Orang Tak Dikenal, Polda Jatim Lakukan Penyelidikan

Regional
'Saya Dilaporkan Istri ke Ketua RT, Pak. Saya Langsung Dikarantina'

"Saya Dilaporkan Istri ke Ketua RT, Pak. Saya Langsung Dikarantina"

Regional
13 ABK Asal Filipina Berlayar dari India, Diketahui Positif Covid-19 Saat Berlabuh di Cilacap

13 ABK Asal Filipina Berlayar dari India, Diketahui Positif Covid-19 Saat Berlabuh di Cilacap

Regional
Truk Terbalik di Jalan Trans Flores, 1 Tewas di Tempat, 1 Luka-luka

Truk Terbalik di Jalan Trans Flores, 1 Tewas di Tempat, 1 Luka-luka

Regional
Volume Kubah Lava Tengah Gunung Merapi Capai 1,7 Juta Meter Kubik

Volume Kubah Lava Tengah Gunung Merapi Capai 1,7 Juta Meter Kubik

Regional
Kisah Pengungsi Afganistan, Bertahun-tahun Terkatung-katung hingga Depresi

Kisah Pengungsi Afganistan, Bertahun-tahun Terkatung-katung hingga Depresi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X