Warga India Ditangkap karena Memalak Warga dan Makan Tak Bayar di Bali

Kompas.com - 05/04/2021, 17:50 WIB
Warga di Jalan Sudirman, Denpasar, Bali, mengeluhkan seorang warga negara India yang kerap memalak pengunjung warung. Satpol PP Denpasar.Warga di Jalan Sudirman, Denpasar, Bali, mengeluhkan seorang warga negara India yang kerap memalak pengunjung warung.

DENPASAR, KOMPAS.com - Warga di Jalan Sudirman, Denpasar, Bali, mengeluhkan seorang warga negara India yang kerap memalak pengunjung warung.

Selain meminta uang, warga India ini juga makan tanpa membayar ke pemilik warung.

Kini, warga India yang belum diketahui identitasnya itu diamankan Satpol PP Denpasar, Senin (5/4/2021).

"Iya warga negara India. Menurut informasi yang punya warung dan masyarakat itu sering melakukan tindakan-tindakan tak terpuji, sering malak pengunjung warung itu dan juga sering malak warung itu, makan tidak bayar," kata Kepala Satpol PP Denpasar Dewa Sayoga saat dihubungi, Senin (5/4/2021).

Baca juga: Siklon Tropis Seroja, Masyarakat Bali Diminta Waspadai Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Sayoga mengatakan, warga India itu sudah dilaporkan warga sejak sepekan terakhir.

Namun, beberapa hari terakhir tak muncul. Kemudian hari ini datang ke warung dan melakukan hal yang sama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Satpol PP lalu datang dan menangkapnya.

"Minggu lalu itu kami terlambat datang ke lokasi akhirnya saya minta tolong kepada pemilik warung bila lagi datang orangnya, berikan kesempatan teleponkan Satpol PP," kata dia.

Baca juga: Selain Komandan Brimob, Puluhan Anggota Polisi yang Disuntik Vaksin Juga Meriang

Saat ini, warga India itu diperiksa oleh Satpol PP. Selanjutnya akan berkoordinasi dengan Polres Denpasar karena ada unsur pidana dalam hal ini.

"Kalau benar, ini kan tindak pidana. Kami konsultasikan ke imigrasi maupun pihak konsulat," kata dia.

Terkait pemeriksaan, pihaknya masih menunggu konsulat jenderal India karena petugas kesulitan bahasa India.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kakek yang Kayuh Sepeda 15 Kilometer demi Vaksin Dapat Hadiah Motor

Kakek yang Kayuh Sepeda 15 Kilometer demi Vaksin Dapat Hadiah Motor

Regional
Oknum TNI Diduga Aniaya 2 Pelajar yang Langgar Prokes Covid-19 hingga Babak Belur

Oknum TNI Diduga Aniaya 2 Pelajar yang Langgar Prokes Covid-19 hingga Babak Belur

Regional
Jokowi Minta Porang Tak Lagi Diekspor Dalam Bentuk Umbi, Ini Alasannya

Jokowi Minta Porang Tak Lagi Diekspor Dalam Bentuk Umbi, Ini Alasannya

Regional
Titik Terang Kasus TKW Cianjur yang Diduga Dianiaya Majikan di Arab Saudi

Titik Terang Kasus TKW Cianjur yang Diduga Dianiaya Majikan di Arab Saudi

Regional
Gara-gara Tersinggung Ditegur, Pria Ini Aniaya 4 Orang, 1 Tewas, 3 Luka-luka

Gara-gara Tersinggung Ditegur, Pria Ini Aniaya 4 Orang, 1 Tewas, 3 Luka-luka

Regional
Jawab Tantangan Ganjar Pranowo, Mahasiswa Unsoed Ciptakan Yoghurt Jamu untuk Suplemen Peningkat Imun Pasien Covid-19

Jawab Tantangan Ganjar Pranowo, Mahasiswa Unsoed Ciptakan Yoghurt Jamu untuk Suplemen Peningkat Imun Pasien Covid-19

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemprov Banten Minta Masyarakat Mau Divaksin Jenis Apapun

Percepat Herd Immunity, Pemprov Banten Minta Masyarakat Mau Divaksin Jenis Apapun

Regional
Kisah Korik Akbar, Menikahi 2 Perempuan Sekaligus, Salah Satunya Mantan Pacar

Kisah Korik Akbar, Menikahi 2 Perempuan Sekaligus, Salah Satunya Mantan Pacar

Regional
Alasan Sopir Mobil Rescue Kabur Setelah Tabrak Pesepeda di Makassar

Alasan Sopir Mobil Rescue Kabur Setelah Tabrak Pesepeda di Makassar

Regional
Satgas Covid-19 Banten Sebut Masyarakat Mulai Jenuh Pakai Masker

Satgas Covid-19 Banten Sebut Masyarakat Mulai Jenuh Pakai Masker

Regional
Fakta Tewasnya Plt Kepala BPBD Merangin, Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi, Ada Linggis di Lokasi

Fakta Tewasnya Plt Kepala BPBD Merangin, Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi, Ada Linggis di Lokasi

Regional
Apindo Sebut Warga Batam Meninggal Disebabkan Covid-19, Bukan karena Disuntik 2 Dosis Vaksin Sekaligus

Apindo Sebut Warga Batam Meninggal Disebabkan Covid-19, Bukan karena Disuntik 2 Dosis Vaksin Sekaligus

Regional
5.610 Dosis Vaksin Sinovac Tiba, Warga Banten Siap-siap Vaksinasi Kedua

5.610 Dosis Vaksin Sinovac Tiba, Warga Banten Siap-siap Vaksinasi Kedua

Regional
Cerita 3 Anak di Purwakarta, Yatim Piatu Setelah Ayah Ibunya Meninggal, Kini Tinggal dengan Sang Paman

Cerita 3 Anak di Purwakarta, Yatim Piatu Setelah Ayah Ibunya Meninggal, Kini Tinggal dengan Sang Paman

Regional
Apa yang Akan Terjadi jika Terlambat Vaksin Kedua?

Apa yang Akan Terjadi jika Terlambat Vaksin Kedua?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X