Persiapkan Bandara Kertajati Jadi Bengkel Pesawat TNI, Polri dan BNPB, BIJB Gandeng GMF

Kompas.com - 31/03/2021, 18:37 WIB
Bandara Kertajati saat ini memiliki kapasitas 5 juta penumpang per tahun. Kedepannya akan dilakukan pengembangan, sehingga kapasitas meningkat menjadi sekitar 29,3 juta penumpang per tahun. Dok. Humas Angkasa Pura IIBandara Kertajati saat ini memiliki kapasitas 5 juta penumpang per tahun. Kedepannya akan dilakukan pengembangan, sehingga kapasitas meningkat menjadi sekitar 29,3 juta penumpang per tahun.

BANDUNG, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar Bandara Internasional Kertajati menjadi tempat maintenance, repair and overhaul (MRO) pesawat milik pemerintah baik TNI/Polri maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Direktur PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Salahudin Rafi mengaku akan segera menyiapkan fasilitas MRO seiring dengan penyelesaian proyek tol Cisumdawu yang ditargetkan rampung 2021.

Menindaklanjuti arahan itu, kata Rafi, PT BIJB akan melakukan kerja sama dengan dengan PT Garuda Maintenance Fasility (GMF) untuk menentukan pendanaan atau investor.

Bandara Kertajati tetap sebagai bandara internasional, yang melayani umroh dan haji, kargo domestik dan internasional, lalu sambil menunggu bangkitan penumpang upaya yang dilakukan dengan mempercepat pembangunan dan pengoperasian MRO untuk melayani pesawat TNI/Polri dan BNPB sesuai arahan Pak Presiden dan Gubernur,” kata Rafi dalam keterangan resminya, Rabu (31/3/2021).

Baca juga: Bandara Internasional Kertajati Akan Difungsikan untuk Perawatan Pesawat

Rafi juga memastikan jika keputusan Presiden bukan untuk mengambil alih wewenang PT BIJB. Namun, hal itu menjadi bagian dari kerjasama yang sudah diteken Pemprov Jawa Barat dan Garuda Indonesia 23 Februari silam.

“MRO ini nanti demand-nya berasal dari TNI/Polri dan BNPB. Kami tinggal merumuskan pendanaan dan pembangunan apakah dari investor atau pihak perbankan,” ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk merealisasikan hal itu, lanjut Rafi, PT BIJB sudah menyiapkan lahan seluas 67 hektar. Pembangunan MRO menurutnya bisa dikebut dalam waktu satu tahun seiring dengan pengoperasian Tol Cisumdawu.

“MRO tidak rumit, man power-nya yang penting, GMF sudah memiliki SDM dan sertifikasi untuk MRO. BIJB menyiapkan lahan sesuai masterplan. Jadi, kami membangun MRO selain melayani pesawat TNI/Polri, juga umum, artinya semua penerbangan sipil dan komersil kita layani di Kertajati,” tutur Rafi.

Baca juga: Ridwan Kamil Sebut Kertajati Bakal Jadi Tempat Perawatan Pesawat TNI AU

Selain itu, Rafi memastikan BNPB akan menjadikan Bandara Kertajati sebagai homebase pesawat pemadam kebakaran hutan kebencanaan mulai tahun ini.

Selama ini BNPB memarkirkan pesawatnya di Subang, Malaysia. Keputusan pemerintah mendirikan MRO di Kertajati menurutnya membuat BNPB tidak lagi khawatir dengan urusan perawatan pesawat.

“BNPB happy, kalau MRO sudah ada, terutama untuk perawatan helikopter pemadam api. Keputusan Presiden ini membuat semua rencana yang sudah disusun berbagai pihak menjadi tersambung,” katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Sales Kacang Meninggal Mendadak Saat Jualan, Negatif Covid-19, Punya Penyakit Jantung

Cerita Sales Kacang Meninggal Mendadak Saat Jualan, Negatif Covid-19, Punya Penyakit Jantung

Regional
Komplotan Curanmor Modus COD Ditangkap, Saat Beraksi Pelaku Mengaku Polisi

Komplotan Curanmor Modus COD Ditangkap, Saat Beraksi Pelaku Mengaku Polisi

Regional
Cara Mendapatkan Bantuan Isoman Senilai Rp 500.000 bagi Warga Kediri

Cara Mendapatkan Bantuan Isoman Senilai Rp 500.000 bagi Warga Kediri

Regional
Suhu Dingin Landa NTT, di Kabupaten Manggarai sampai 13 Derajat Celcius

Suhu Dingin Landa NTT, di Kabupaten Manggarai sampai 13 Derajat Celcius

Regional
Bukan Dianiaya, Pasien Covid-19 yang Diikat Ternyata Kabur dari Tempat Isolasi

Bukan Dianiaya, Pasien Covid-19 yang Diikat Ternyata Kabur dari Tempat Isolasi

Regional
Banjarmasin dan Banjarbaru Akan Terapkan PPKM Level IV

Banjarmasin dan Banjarbaru Akan Terapkan PPKM Level IV

Regional
PPKM Level IV di Kota Padang Diperpanjang

PPKM Level IV di Kota Padang Diperpanjang

Regional
3 Wakil Direktur RSUD Ini Berubah Jadi Power Rangers dan Spider-Man

3 Wakil Direktur RSUD Ini Berubah Jadi Power Rangers dan Spider-Man

Regional
Fakta Pasien Covid-19 Dianiaya Warga, Berawal Dipaksa Isoman di Hutan hingga Alami Depresi

Fakta Pasien Covid-19 Dianiaya Warga, Berawal Dipaksa Isoman di Hutan hingga Alami Depresi

Regional
Soal Baliho Puan Maharani Dicoreti “Open BO”, Polisi Pandang sebagai Penghinaan Pejabat Tinggi Negara

Soal Baliho Puan Maharani Dicoreti “Open BO”, Polisi Pandang sebagai Penghinaan Pejabat Tinggi Negara

Regional
Kronologi Perusakan Patung Tani di Polewali Mandar, Pelaku Diduga ODGJ, Mengaku Disuruh Camat

Kronologi Perusakan Patung Tani di Polewali Mandar, Pelaku Diduga ODGJ, Mengaku Disuruh Camat

Regional
Update, Sehari Bertambah 848 Kasus Covid-19 di NTT

Update, Sehari Bertambah 848 Kasus Covid-19 di NTT

Regional
Aksi Komplotan Polisi Gadungan, Pura-pura Beli COD lalu Rampas Motor Korban

Aksi Komplotan Polisi Gadungan, Pura-pura Beli COD lalu Rampas Motor Korban

Regional
Anggota DPRD Banyuwangi 'Ngeyel' Gelar Hajatan Saat PPKM, Polisi: 3 Hari Sebelumnya Sudah Diingatkan, tapi...

Anggota DPRD Banyuwangi "Ngeyel" Gelar Hajatan Saat PPKM, Polisi: 3 Hari Sebelumnya Sudah Diingatkan, tapi...

Regional
Pamannya Diikat, Diseret dan Dipukuli Warga karena Positif Corona, Keponakan: Covid-19 Bukanlah Aib...

Pamannya Diikat, Diseret dan Dipukuli Warga karena Positif Corona, Keponakan: Covid-19 Bukanlah Aib...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X