4 Polisi yang Salah Gerebek Kamar Kolonel TNI Ditahan, Polda Jatim: Sanksi Masih Diproses

Kompas.com - 30/03/2021, 19:50 WIB
Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Gatot Repli Handoko didampingi Wakapolresta Malang Kota saat konferensi pers terkait pengungkapan kasus narkoba di Mapolresta Malang Kota, Minggu (28/3/2021). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKKabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Gatot Repli Handoko didampingi Wakapolresta Malang Kota saat konferensi pers terkait pengungkapan kasus narkoba di Mapolresta Malang Kota, Minggu (28/3/2021).

MALANG, KOMPAS.com - Penanganan kasus salah gerebek terhadap anggota TNI berpangkat kolonel oleh empat anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Malang Kota saat mengungkap kasus narkoba dilimpahkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur.

Sebelumnya, dugaan pelanggaran prosedur dalam pengungkapan kasus itu ditangani Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polresta Malang Kota.

Baca juga: Tingkah Wisatawan Asing di Bali, WN Rusia Ditangkap Mengemis, Turis Denmark Teriaki Warga

"Saat ini dalam penanganan Propam Polda Jatim," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Gatot Repli Handoko melalui pesan singkat, Selasa (30/3/2021).

Keempat anggota polisi berinisial M, K, A, dan Ar itu ditahan di Polda Jatim. Penahanan dilakukan sambil menunggu sanksi yang akan diberikan.

"Ditahan di Polda, sanski masih proses," katanya.

Diketahui, empat anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) salah menggrebek orang saat mengungkap kasus narkoba di salah satu hotel di Kota Malang pada Kamis (25/3/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Hendak Urus Perceraian, Perempuan Ini Malah Curi Motor di Parkiran, Akhirnya Ditangkap Polisi

Anggota polisi itu menggerebek Kolonel Chb TNI I Wayan Sudarsana, perwira menengah TNI yang menjabat sebagai Kasubditbinbekhar Sdircab Pushubad di kamar 419 Hotel Regent Kota Malang.

Padahal, orang yang dituju ada di kamar nomor 415. Menurut Gatot, kesalahan itu akibat informasi yang berubah-ubah dari pelaku kasus narkoba yang ditangkap sebelumnya.

 

Saat itu, anggota polisi sedang melakukan rangkaian penangkapan terhadap pelaku peredaran narkoba yang melibatkan salah satu kepala dinas di Kota Malang berinisial AH.

Kasatnarkoba Polresta Malang Kompol Anria Rosa Piliang dimutasi akibat kesalahan bawahannya itu.

Baca juga: Sederet Fakta Mercy Halangi Mobil Damkar, Pengemudi Panik hingga Urutan Kendaraan Prioritas di Jalan

Rosa dimutasi menjadi Analis Kebijakan Pertama Bidang Psikotoprika Direktorat Resort Narkoba Polda Jatim.

Posisi Rosa diisi oleh AKP Danang Yudanto, perwira di Unit III Subdit I Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Klaster Baru, 5 Warga 1 RT yang Jalani Isoman Dibawa ke Rusunawa Tegalsari

Cegah Klaster Baru, 5 Warga 1 RT yang Jalani Isoman Dibawa ke Rusunawa Tegalsari

Regional
Fakta Klaster Baru di Madiun, 89 Orang Positif Tes Antigen Usai Hadiri Hajatan Nikah

Fakta Klaster Baru di Madiun, 89 Orang Positif Tes Antigen Usai Hadiri Hajatan Nikah

Regional
Video Viral Polisi Bubarkan Kuda Lumping di Banjarnegara, Bupati Sebut Hoaks dan Aparat Provokatif

Video Viral Polisi Bubarkan Kuda Lumping di Banjarnegara, Bupati Sebut Hoaks dan Aparat Provokatif

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Pedagang Pasar Tradisional di Kebumen Divaksin Massal

Kasus Covid-19 Meningkat, Pedagang Pasar Tradisional di Kebumen Divaksin Massal

Regional
7 Tahun Pasangan Lansia Tinggal di Kandang Ayam, Kadang Harus Menahan Lapar, Ini Ceritanya

7 Tahun Pasangan Lansia Tinggal di Kandang Ayam, Kadang Harus Menahan Lapar, Ini Ceritanya

Regional
Varian India Masuk Jateng, Ganjar Minta Kepala Daerah Ambil Sampel Genome Sequencing

Varian India Masuk Jateng, Ganjar Minta Kepala Daerah Ambil Sampel Genome Sequencing

Regional
47 Warga Positif Covid-19, Padukuhan Klaster Hajatan di Gunungkidul 'Lockdown'

47 Warga Positif Covid-19, Padukuhan Klaster Hajatan di Gunungkidul "Lockdown"

Regional
Cegah Penularan Meluas, 89 Warga Klaster Hajatan Madiun Dievakuasi ke Rumah Sakit

Cegah Penularan Meluas, 89 Warga Klaster Hajatan Madiun Dievakuasi ke Rumah Sakit

Regional
Masuk Zona Merah, Pemkab Jepara Tambah Tempat Karantina untuk Pasien Covid-19

Masuk Zona Merah, Pemkab Jepara Tambah Tempat Karantina untuk Pasien Covid-19

Regional
Unnes Terima 3.873 Mahasiswa Jalur SBMPTN, Catat Jadwal Registrasi Ulangnya

Unnes Terima 3.873 Mahasiswa Jalur SBMPTN, Catat Jadwal Registrasi Ulangnya

Regional
2 Warga Nigeria dan 1 WNI Kendalikan Jaringan Sabu 1,1 Ton dari Balik Lapas

2 Warga Nigeria dan 1 WNI Kendalikan Jaringan Sabu 1,1 Ton dari Balik Lapas

Regional
Kronologi Suami Bawa Polisi Gerebek Istri yang Selingkuh dengan Kepala Desa

Kronologi Suami Bawa Polisi Gerebek Istri yang Selingkuh dengan Kepala Desa

Regional
Fakta Covid-19 Varian India Ditemukan di Jawa Timur, 3 Warga Terinfeksi

Fakta Covid-19 Varian India Ditemukan di Jawa Timur, 3 Warga Terinfeksi

Regional
Klaster Hajatan Nikah di Madiun Bertambah Jadi 88 Orang, Ada dari Keluarga Besan

Klaster Hajatan Nikah di Madiun Bertambah Jadi 88 Orang, Ada dari Keluarga Besan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Penutupan Akses Dukuh yang Terpapar Covid-19 | Pengemudi Ojol Ditangkap Saat Antar Miras Pelanggan

[POPULER NUSANTARA] Penutupan Akses Dukuh yang Terpapar Covid-19 | Pengemudi Ojol Ditangkap Saat Antar Miras Pelanggan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X