Polisi Kembali Menangkap 4 Terduga Teroris di Makassar Pascabom Bunuh Diri di Depan Gereja Katedral

Kompas.com - 29/03/2021, 18:17 WIB
Polisi menggelar olah TKP di depan Gereja Katedral Makassar, Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, Senin (29/3/2021). Polisi menggelar olah TKP di depan Gereja Katedral Makassar, Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, Senin (29/3/2021).

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Polisi kembali menangkap 4 terduga teroris di Kota Makassar setelah melakukan pengembangan pasca-ledakan bom bunuh diri depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan 4 terduga teroris tersebut berinisial AS, SAS, MR dan AA. 

Mereka merupakan bagian kelompok pengajian Villa Mutiara Cluster Biru Makassar bersama L dan YSF yang melakukan bom bunuh diri. 

"Masing-masing perannya bersama-sama dengan L dan YSF ada dalam satu kelompok kajian, Kajian Villa Mutiara namanya," kata Listyo di Mapolda Sulsel, Senin (29/3/2021).

Baca juga: Kapolri Sebut Suami Istri Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Berperan Memberi Doktrin dalam Pengajian

Listyo mengatakan, keempat terduga teroris itu juga bagian dari, Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sulsel. Mereka berperan memberikan doktrin terhadap warga yang mengikuti pengajian. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu mereka juga mempersiapkan rencana untuk jihad. 

"Mereka juga berperan membeli bahan yang digunakan sebagai alat untuk bom bunuh diri," tambah mantan Kabareskrim Polri ini. 

Baca juga: Suami Istri Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Dinikahkan Terduga Teroris yang Tewas Januari Lalu

Sebelumnya diberitakan, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, pelaku bom bunuh diri di halaman Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021), merupakan pasangan suami istri.

Keduanya diketahui baru saja menikah beberapa waktu lalu. 

"Pelaku pasangam suami istri, baru menikah enam bulan," kata Argo dalam keterangannya, Senin (29/3/2021).



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Garut Menetapkan 8 Kawasan Khusus Prokes

Kabupaten Garut Menetapkan 8 Kawasan Khusus Prokes

Regional
Izin Tinggal Habis dan Resahkan Warga, WNA Asal Denmark di Bali Dideportasi

Izin Tinggal Habis dan Resahkan Warga, WNA Asal Denmark di Bali Dideportasi

Regional
Warga Padang Serbu Penjual Kelapa Muda, Diyakini Cegah Efek Samping Vaksin Covid-19

Warga Padang Serbu Penjual Kelapa Muda, Diyakini Cegah Efek Samping Vaksin Covid-19

Regional
Di Balik Aksi Vandalisme 'Open BO' di Baliho Puan Maharani di Jatim

Di Balik Aksi Vandalisme "Open BO" di Baliho Puan Maharani di Jatim

Regional
Polisi Tangkap Pelaku Vandalisme Baliho Puan Maharani di Surabaya

Polisi Tangkap Pelaku Vandalisme Baliho Puan Maharani di Surabaya

Regional
Baliho Beli 1 Gratis 1 Kecuali Presiden, Ini Penjelasan Pemilik Kedai Ramen

Baliho Beli 1 Gratis 1 Kecuali Presiden, Ini Penjelasan Pemilik Kedai Ramen

Regional
Kisah Warga yang Tidak Dapat Bansos Saat PPKM Darurat, Tak Didata hingga Bingung untuk Biaya Makan

Kisah Warga yang Tidak Dapat Bansos Saat PPKM Darurat, Tak Didata hingga Bingung untuk Biaya Makan

Regional
Cerita di Balik Penyerahan Bantuan Rp 2 Triliun Akidi Tio, 5 Anaknya Sempat Ingin ke Palembang, tapi Akhirnya Si Bungsu yang Wakilkan

Cerita di Balik Penyerahan Bantuan Rp 2 Triliun Akidi Tio, 5 Anaknya Sempat Ingin ke Palembang, tapi Akhirnya Si Bungsu yang Wakilkan

Regional
Tambah Tempat Tidur RS Covid-19 di Bantul, Menteri Basuki Target 10 Hari Selesai

Tambah Tempat Tidur RS Covid-19 di Bantul, Menteri Basuki Target 10 Hari Selesai

Regional
Viral, Kerumunan Balap Liar Depan RS Rujukan Covid-19, Persatuan Perawat: Pekerjaan Ini Sia-sia

Viral, Kerumunan Balap Liar Depan RS Rujukan Covid-19, Persatuan Perawat: Pekerjaan Ini Sia-sia

Regional
Mahasiswa dan Polisi Bentrok dalam Demo Lanjutan Tolak PPKM di Ambon

Mahasiswa dan Polisi Bentrok dalam Demo Lanjutan Tolak PPKM di Ambon

Regional
Kabupaten Ketapang Masuk Zona Merah Covid-19, BOR RS Rujukan Capai 95 Persen

Kabupaten Ketapang Masuk Zona Merah Covid-19, BOR RS Rujukan Capai 95 Persen

Regional
IDI Banyuwangi Buka Konsultasi Online untuk Warga yang Isoman, Berikut Syarat dan Ketentuannya...

IDI Banyuwangi Buka Konsultasi Online untuk Warga yang Isoman, Berikut Syarat dan Ketentuannya...

Regional
Susul Banjarmasin dan Banjarbaru, 11 Daerah di Kalsel Ikut Terapkan PPKM

Susul Banjarmasin dan Banjarbaru, 11 Daerah di Kalsel Ikut Terapkan PPKM

Regional
7 Kasus Pejabat Publik yang Terekam Berjoget Saat Pandemi Covid-19, dari Istri Gubernur hingga Wali Kota

7 Kasus Pejabat Publik yang Terekam Berjoget Saat Pandemi Covid-19, dari Istri Gubernur hingga Wali Kota

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X