Mobil Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Pintu, Seorang Anak Tewas, Ibunya Luka Berat

Kompas.com - 29/03/2021, 16:43 WIB
Mobil Yaris dalam posisi terguling usai ditabrak kereta api di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Senin (29/3/2021). KOMPAS.COM/Dok. Kapolsek Sumberpucung AKP EffendyMobil Yaris dalam posisi terguling usai ditabrak kereta api di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Senin (29/3/2021).

MALANG, KOMPAS.com - Kecelakaan lalu lintas terjadi di perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu di Jalan Bangsa, RT 2/RW 1, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Senin (29/3/2021) sekitar pukul 11.30 WIB.

Mobil Toyota Yaris dengan nomor polisi N 1869 DX tertabrak Kereta Api Penataran.

Baca juga: Dalam 2 Hari, Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris di Kota Bima, NTB

Kapolsek Sumberpucung, AKP Effendy Budi Wibowo mengatakan, mobil tersebut dikemudikan warga setempat bernama Vina Dewi Anggraeni (33). Vina berkendara bersama anaknya.

Mobil tersebut melaju dari utara di Jalan Bangsa yang terdapat perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu.

Sesampainya di perlintasan itu, mobil silver tersebut tertabrak Kereta Api Penataran yang datang bersamaan dari arah timur.

Kereta itu melaju dari arah Stasiun Kepanjen, Kabupaten Malang, menuju Blitar.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sesampainya di perlintasan, pengemudi kendaraan mobil tidak mengetahui ada kereta melintas dan terjadilah kecelakaan," kata Effendy melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Senin.

Mobil yang dikendarai Vina sempat terseret sejauh 15 meter dari lokasi tabrakan.

Akibat kecelakaan itu, Vina mengalami luka berat dan dilarikan ke Rumah Sakit Ramdani Husada.

Sedangkan anaknya, Nindi (12) tewas di lokasi kejadian karena menderita luka di kepala.

Baca juga: Ledakan di Gereja Katedral Makassar, Petugas Keamanan Terluka karena Tahan Terduga Pelaku

"Meninggal dunia di TKP dengan luka di kepala. Korban di bawa ke RSUD Kepanjen," katanya.

Effendy mengimbau warga yang akan melintasi rel kereta api untuk berhati-hati dan memastikan tidak ada kereta yang akan melintas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Instruksi dari Kapolri, Ratusan Terduga Preman di Semarang Ditangkap

Ada Instruksi dari Kapolri, Ratusan Terduga Preman di Semarang Ditangkap

Regional
Detik-detik Pohon Mahoni Roboh Timpa Avanza, Warga Berteriak, Sopir Kaget Injak Gas

Detik-detik Pohon Mahoni Roboh Timpa Avanza, Warga Berteriak, Sopir Kaget Injak Gas

Regional
Padang Pariaman Zona Merah Covid-19, Sekolah Kembali Ditutup

Padang Pariaman Zona Merah Covid-19, Sekolah Kembali Ditutup

Regional
Piring Keramik dari Era Kolonial Belanda Ditemukan Saat Warga Gali Liang Lahad

Piring Keramik dari Era Kolonial Belanda Ditemukan Saat Warga Gali Liang Lahad

Regional
Sebelum Tewas Dibunuh Anaknya, Tetangga Sempat Dengar Korban Minta Tolong

Sebelum Tewas Dibunuh Anaknya, Tetangga Sempat Dengar Korban Minta Tolong

Regional
Harga Tak Wajar di Curug Bidadari, HTM Rp 45.000 dan Titip Barang Bayar Rp 30.000, Ada di Lahan Sengketa

Harga Tak Wajar di Curug Bidadari, HTM Rp 45.000 dan Titip Barang Bayar Rp 30.000, Ada di Lahan Sengketa

Regional
Soal Biaya Tak Wajar di Curug Bidadari, Warganet: Pas Hujan Ikut Berteduh pun Disuruh Bayar

Soal Biaya Tak Wajar di Curug Bidadari, Warganet: Pas Hujan Ikut Berteduh pun Disuruh Bayar

Regional
Tiga Koperasi Bongkar Muat Nunukan Berselisih, KSOP Khawatirkan Banyak Buruh akan Menganggur

Tiga Koperasi Bongkar Muat Nunukan Berselisih, KSOP Khawatirkan Banyak Buruh akan Menganggur

Regional
Kasus Covid-19 di Indramayu, Hampir Tiap Hari Ada yang Meninggal

Kasus Covid-19 di Indramayu, Hampir Tiap Hari Ada yang Meninggal

Regional
Sandiwara Irwansyah yang Temukan Ayahnya Tewas dengan Terikat Lakban, Pelaku Ternyata Anak Korban, Ini Motifnya

Sandiwara Irwansyah yang Temukan Ayahnya Tewas dengan Terikat Lakban, Pelaku Ternyata Anak Korban, Ini Motifnya

Regional
Prabowo Akan Beri Penghargaan Patriot Bela Negara ke 11.485 Eks Pejuang Timtim

Prabowo Akan Beri Penghargaan Patriot Bela Negara ke 11.485 Eks Pejuang Timtim

Regional
Oplos Minuman dengan Disinfektan, Seorang Napi Tewas, 20 Dirawat di RS

Oplos Minuman dengan Disinfektan, Seorang Napi Tewas, 20 Dirawat di RS

Regional
Kisah Sumur Tujuh Bangka Tengah, Dulu Tempat Jepang Produksi Garam, Kini Jadi Wisata Andalan

Kisah Sumur Tujuh Bangka Tengah, Dulu Tempat Jepang Produksi Garam, Kini Jadi Wisata Andalan

Regional
Tidak Sembarangan, Begini Cara Pemindahan 2 Gajah dari Bali ke Lembang

Tidak Sembarangan, Begini Cara Pemindahan 2 Gajah dari Bali ke Lembang

Regional
Kapolda NTT Berantas Premanisme, Razia Preman Pelabuhan hingga Terminal Bus

Kapolda NTT Berantas Premanisme, Razia Preman Pelabuhan hingga Terminal Bus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X