"Cleaning Service" di Pengadilan Tinggi Sumsel Dirumahkan karena Komentari Sidang Rizieq di Facebook, Ini Faktanya

Kompas.com - 23/03/2021, 18:01 WIB
Layar menampilkan suasana sidang perdana kasus pelanggaran protokol kesehatan dengan terdakwa Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Jakarta, Selasa (16/3/2021). Sidang tersebut beragendakan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa. ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoLayar menampilkan suasana sidang perdana kasus pelanggaran protokol kesehatan dengan terdakwa Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Jakarta, Selasa (16/3/2021). Sidang tersebut beragendakan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - RS seorang pegawai honorer di Pengadilan Tinggi (PT) Sumatera Selatan dirumahkan setelah mengomentari sidang Rizieq Shihab.

RS berkomentar di laman akun Fecebook pribadinya yang berisi caci maki pada Rizieq. Sehari-hari, RS bekerja sebagai cleaning service di kantor Pengadilan Tinggi Sumsel.

Tangkapan layar komentar RS terkait sidang Rizieq viral di media sosial.

Di dalam komentarnya, RS menulis terkait kasus hukum Rizieq serta menyindur kasus chat mesum yang melibatkan Rizieq.

Baca juga: Komentari Sidang Rizieq di Facebook, Pegawai Honorer Pengadilan Tinggi Sumsel Dirumahkan

Saat dikonfirmasi, Pengadilan Tinggi Sumatera Selatan R Sabarudin Ilyas membenarkan bahwa RS adalah pegawai honorer pengadilan.

Ia mengatakan pihaknya mengambil kebijakan merumahkan RS setelah komentarnya viral di media sosial.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sudah dirumahkan, RS bukan pegawai, hanya honorer,"kata Sabarudin singkat, Senin (22/3/2021).

Terkait kasus tersebut, pihaknya belum bisa memberikan keterangan detail termasuk sanksi kepada RS. Sabarudin mengatakan pihakya masih mempelajari kasus tersebut.

Baca juga: Sejarah Jembatan Ampera yang Jadi Ikon Kota Palembang

"Kami masih pelajari dulu kasusnya seperti apa. Selanjutnya baru mengambil sikap," ujar dia.

Sabarudin berharap kasus tersebut tak terulang kembali dan kasus RS menjadi pembelajaran bagi warga khusus pegawai di PT Sumsel bijak dalam menggunakan media sosial.

"Kami harap kejadian ini tak terulang lagi," kata dia.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Aji YK Putra | Editor : Abba Gabrillin)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengaku Tak Kenal Toni, Alex Noerdin Bantah Terima Suap Rp 2,43 Miliar di Kasus Masjid Sriwijaya

Mengaku Tak Kenal Toni, Alex Noerdin Bantah Terima Suap Rp 2,43 Miliar di Kasus Masjid Sriwijaya

Regional
Kawah Lumpur Kesongo Meletus, Polisi Larang Warga Mendekat

Kawah Lumpur Kesongo Meletus, Polisi Larang Warga Mendekat

Regional
3 Pelaku Penikaman Remaja di Sikka Ditangkap

3 Pelaku Penikaman Remaja di Sikka Ditangkap

Regional
Rumah Kades Pinayungan di Karawang Ditembak Orang Tak Dikenal

Rumah Kades Pinayungan di Karawang Ditembak Orang Tak Dikenal

Regional
Hendak Demo DPRD, Oknum Kades Ini Perintahkan Warganya Bawa Bom, Ini Kata Polisi

Hendak Demo DPRD, Oknum Kades Ini Perintahkan Warganya Bawa Bom, Ini Kata Polisi

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 September 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 September 2021

Regional
Warga Aceh Hancurkan Lokasi Vaksinasi, Dinkes: Vaksinator Luka Lebam, Vaksin hingga Alat Suntik Rusak

Warga Aceh Hancurkan Lokasi Vaksinasi, Dinkes: Vaksinator Luka Lebam, Vaksin hingga Alat Suntik Rusak

Regional
Hakim Luluh Saat Bupati Non-aktif Muara Enim dengan Menahan Tangis Minta Rekening yang Diblokir agar Dibuka

Hakim Luluh Saat Bupati Non-aktif Muara Enim dengan Menahan Tangis Minta Rekening yang Diblokir agar Dibuka

Regional
Residivis di Balikpapan Siram Anak Kandung Pakai Air Panas Bekas Rebus Singkong

Residivis di Balikpapan Siram Anak Kandung Pakai Air Panas Bekas Rebus Singkong

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 September 2021

Regional
Perdana, 2 Ton Tanaman Stevia dari Sulut Diekspor ke Korea Selatan

Perdana, 2 Ton Tanaman Stevia dari Sulut Diekspor ke Korea Selatan

Regional
Jualan Sepi Pembeli, Tukang Sayur di Pasar Keputran Surabaya 'Nyambi' Edarkan Sabu

Jualan Sepi Pembeli, Tukang Sayur di Pasar Keputran Surabaya "Nyambi" Edarkan Sabu

Regional
Polisi Panggil 3 Orang Lagi dalam Kasus Wabup VS Bupati Bojonegoro

Polisi Panggil 3 Orang Lagi dalam Kasus Wabup VS Bupati Bojonegoro

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 September 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 September 2021

Regional
Protes Pembayaran Lahan, Warga Tutup Akses Pengerjaan Jalan Bypass ke Sirkuit Mandalika

Protes Pembayaran Lahan, Warga Tutup Akses Pengerjaan Jalan Bypass ke Sirkuit Mandalika

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.