KPU Sabu Raijua Tak Hadiri Sidang Perdana Gugatan Penetapan Bupati Terpilih Orient Riwu di PTUN, Ini Alasannya

Kompas.com - 02/03/2021, 20:37 WIB
Orient Riwu Kore saat mendatangi Polda NTT KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREOrient Riwu Kore saat mendatangi Polda NTT

KUPANG, KOMPAS.com - Pasangan calon bupati dan wakil bupati Sabu Raijua nomor urut 03 Takem Radja Pono-Herman Hegi Raja Haba melayangkan gugatan terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sabu Raijua di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang.

Sidang perdana gugatan terhadap KPU Sabu Raijua itu digelar pada Selasa (2/3/2021). 

Tim kuasa hukum Takem Radja Pono-Herman Hegi, Beny Taopan mengatakan, KPU sebagai tergugat tak hadir dalam sidang perdana itu. Pihak terkait juga tak hadir.

"Karena itu diputuskan, para tergugat akan dipanggil kembali untuk menghadiri persidangan berikutnya," ujar Beny di Kupang, Selasa malam.

Benny menjelaskan, gugatan yang dilayangkan kliennya mengenai rekap berita acara hasil pemilihan bupati terkait Orient Patriot Riwu Kore yang berkewarganegaraan Amerika Serikat.

Baca juga: Kontak Senjata di Hutan Area Freeport, Seorang Anggota KKB Pimpinan Joni Botak Tewas

Seharusnya, kata dia, calon kepala daerah merupakan warga negara Indonesia.

Sehingga, langkah hukum harus diambil, agar dinilai apakah keputusan dan penetapan KPU itu tepat atau tidak.

Langkah ke Mahkamah Konstitusi, kata dia, terbatas terhadap keputusan KPU, sehingga PTUN menjadi ruang untuk menilai keputusan KPU itu sudah tepat atau tidak.

"Jika para tergugat tidak lagi hadir dalam sidang berikut, itu menjadi keputusan majelis hakim untuk menilai terhadap sikap itu, apakah nanti ditinggalkan dengan proses ini tetap berjalan atau tidak, itu adalah kewenangan dari majelis hakim," kata Beny.

 

Dihubungi terpisah, Ketua KPU NTT Thomas Dohu mengatakan, alasan komisioner KPU Sabu Raijua tidak hadir karena tidak ada pemberitahuan dari Pengadilan Tata Usaha Negara Kupang.

Menurut Dohu, salah satu komisioner KPU Sabu Raijua sudah mengonfirmasi jadwal sidang ke Pengadilan Tata Usaha Negara Kupang.

"Katanya surat panggilan dikirim tanggal 22 Februari 2021 lalu via Pos. Di Sabu juga sudah dicek di kantor Pos tapi suratnya belum masuk," ujar Thomas.

Baca juga: Video Viral Hujan Disertai Butiran Es di Nganjuk, Terjadi Sekitar 15 Menit dan Bikin Heboh Warga

Pengadilan Tata Usaha Negara sudah memanggil KPU Sabu Raijua untuk menghadiri sidang kedua.

"Tentunya KPU Sabu Raijua siap hadir tanggal 9 Maret 2021 nanti," kata Thomas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Magetan Imbau Warga Tetap di Rumah meski Destinasi Wisata Dibuka, Pastikan Ada Tes Acak

Bupati Magetan Imbau Warga Tetap di Rumah meski Destinasi Wisata Dibuka, Pastikan Ada Tes Acak

Regional
Travel Penyedia Bonus Surat Antigen Negatif Tanpa Tes Dibiarkan Lewat, Kapolres: Harusnya Putar Balik

Travel Penyedia Bonus Surat Antigen Negatif Tanpa Tes Dibiarkan Lewat, Kapolres: Harusnya Putar Balik

Regional
Klaster Masjid Muncul Lagi di Bantul, 20 Orang Positif Covid-19

Klaster Masjid Muncul Lagi di Bantul, 20 Orang Positif Covid-19

Regional
Oknum Dosen Unej yang Ditahan Karena Kasus Pencabulan Dibebastugaskan

Oknum Dosen Unej yang Ditahan Karena Kasus Pencabulan Dibebastugaskan

Regional
39 Personel Tagana di Jatim Dapat Bantuan Sepeda Motor dari Gubernur

39 Personel Tagana di Jatim Dapat Bantuan Sepeda Motor dari Gubernur

Regional
Fakta Anggota Ormas Lakukan Aksi Premanisme ke Pedagang, Viral di Medsos, Ini Klarifikasi Ketuanya

Fakta Anggota Ormas Lakukan Aksi Premanisme ke Pedagang, Viral di Medsos, Ini Klarifikasi Ketuanya

Regional
Pemerintah Bolehkan Shalat Idul Fitri di Kota Pontianak, tapi...

Pemerintah Bolehkan Shalat Idul Fitri di Kota Pontianak, tapi...

Regional
Kisah Keluarga Nekat Mudik ke Bandung Jalan Kaki, Berbekal Rp 120.000 dan Jumpa Dermawan

Kisah Keluarga Nekat Mudik ke Bandung Jalan Kaki, Berbekal Rp 120.000 dan Jumpa Dermawan

Regional
Pemuda Ini Ditangkap Usai Peras Jutaan Rupiah Seorang Ibu dan Minta Kencan di Hotel, Ini Ceritanya

Pemuda Ini Ditangkap Usai Peras Jutaan Rupiah Seorang Ibu dan Minta Kencan di Hotel, Ini Ceritanya

Regional
Danau yang Muncul Setelah Badai Seroja di Kupang Mulai Kering, Begini Penjelasan Ahli Geologi

Danau yang Muncul Setelah Badai Seroja di Kupang Mulai Kering, Begini Penjelasan Ahli Geologi

Regional
Tak Kapok 3 Kali Ditangkap Polisi, Perempuan Ini Menipu Lagi hingga Rp 48 Miliar

Tak Kapok 3 Kali Ditangkap Polisi, Perempuan Ini Menipu Lagi hingga Rp 48 Miliar

Regional
Pemuda Pancasila Blora Bantah Anggotanya Terlibat Aksi Premanisme di Pasar Jepon

Pemuda Pancasila Blora Bantah Anggotanya Terlibat Aksi Premanisme di Pasar Jepon

Regional
Wisata Dibuka Saat Lebaran, Gibran Tegaskan Hanya untuk Pengunjung Warga Solo dan Sekitarnya

Wisata Dibuka Saat Lebaran, Gibran Tegaskan Hanya untuk Pengunjung Warga Solo dan Sekitarnya

Regional
Ajak Istri dan 2 Anak Balita Mudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung, Dani Trauma Dituduh Modus

Ajak Istri dan 2 Anak Balita Mudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung, Dani Trauma Dituduh Modus

Regional
Mencekam, KKB Tembaki Polres Puncak, Warga Ketakutan Jadi Sasaran, Ini Kata Kapolda Papua

Mencekam, KKB Tembaki Polres Puncak, Warga Ketakutan Jadi Sasaran, Ini Kata Kapolda Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X