Di Balik Sosok Artidjo Alkostar, Sang Algojo Koruptor yang Meninggal, Ajarkan Integritas dan Baca 8 Media Per Hari

Kompas.com - 01/03/2021, 05:51 WIB
Anggota Dewan Pengawas KPK Artidjo Alkostar dalam konferensi pers di Gedung ACLC KPK, Kamis (7/1/2021). Dokumentasi/Biro Humas KPKAnggota Dewan Pengawas KPK Artidjo Alkostar dalam konferensi pers di Gedung ACLC KPK, Kamis (7/1/2021).

KOMPAS.com - Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Artidjo Alkostar meninggal dunia pada Minggu (28/2/2021).

Semasa hidupnya, Artidjo dikenal sebagai sosok menakutkan bagi koruptor.

Saat masih bertugas di MA, Artidjo disebut sering memberikan hukuman tambahan bagi para koruptor yang mencoba mendapatkan keringanan di tingkat kasasi.

Sejumlah koruptor itu antara lain Anas Urbaningrum, Ratu Atut Chosiyah hingga Luthfi Hasan Ishaaq.

Di balik sosoknya yang tegas, Artidjo memiliki kebiasaan yang patut diacungi jempol semasa hidupnya.

Baca juga: Integritas, Kata yang Selalu Diajarkan Artidjo Alkostar kepada Para Muridnya

Baca delapan media setiap hari

Ilustrasi koranwww.shutterstock.com Ilustrasi koran
Kesederhanaan memang selalu terlihat dari penampilan Artidjo.

Pengakuan salah satu murid Artidjo di sekolah konsultan hukum dan advokat profesional Indonesia, Agus Suharjana (50), Artidjo merupakan sosok berprinsip kuat.

Selain itu, Artidjo tidak pernah berhenti untuk belajar.

"Sederhana, tegas dan punya prinsip. Belajarnya luar biasa, setiap hari itu yang namanya baca media itu tujuh sampai delapan media setiap hari itu beliau baca," ujar dia, saat ditemui di kediaman Artidjo di Perumahan Blok II Jalan Cermai No A 37, Sidoarum, Godean, Sleman, Minggu (28/2/2021).

Baca juga: Obituari - Artidjo Alkostar, Vonis Berat Kasasi, dan Kontroversinya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi: Kami Menduga Sebelum Terjadi Ledakan Ada Aktivitas Meracik Bubuk untuk Membuat Petasan

Polisi: Kami Menduga Sebelum Terjadi Ledakan Ada Aktivitas Meracik Bubuk untuk Membuat Petasan

Regional
Ditanya Soal Peluang dan Survei di Pilkada DKI, Risma: Saya Mikir Bencana Dulu

Ditanya Soal Peluang dan Survei di Pilkada DKI, Risma: Saya Mikir Bencana Dulu

Regional
DPRD Jember Beri Rapor Merah Laporan Pertanggungjawaban Era Bupati Faida

DPRD Jember Beri Rapor Merah Laporan Pertanggungjawaban Era Bupati Faida

Regional
Ini KKB Pelaku Pembakaran di Kampung Dambet Papua

Ini KKB Pelaku Pembakaran di Kampung Dambet Papua

Regional
Cerita Petani Tebu Beralih Menanam Porang, dari Omzet Rp 9 Juta Kini Rp 100 Juta

Cerita Petani Tebu Beralih Menanam Porang, dari Omzet Rp 9 Juta Kini Rp 100 Juta

Regional
Chadisin, Anggota Banser Jombang Meninggal Dunia Saat Jadi Imam Shalat Tarawih dan Witir

Chadisin, Anggota Banser Jombang Meninggal Dunia Saat Jadi Imam Shalat Tarawih dan Witir

Regional
Saat Gubernur Menelepon Keluarga Perawat RS Siloam yang Dijambak dan Ditendang Ayah Pasien

Saat Gubernur Menelepon Keluarga Perawat RS Siloam yang Dijambak dan Ditendang Ayah Pasien

Regional
Bahan Petasan Meledak Saat Tarawih, Seorang Warga Tewas

Bahan Petasan Meledak Saat Tarawih, Seorang Warga Tewas

Regional
Oknum Pegawai Satpol PP Dipecat, Bermula Ketahuan Selingkuh di Hotel, Pelapor Istrinya Sendiri

Oknum Pegawai Satpol PP Dipecat, Bermula Ketahuan Selingkuh di Hotel, Pelapor Istrinya Sendiri

Regional
Mengaku sebagai Polisi, Ternyata Ini Profesi Tersangka Penganiaya Perawat di Palembang

Mengaku sebagai Polisi, Ternyata Ini Profesi Tersangka Penganiaya Perawat di Palembang

Regional
Fakta Penangkapan Pelaku Penganiayaan Perawat, Emosi karena Tangan Anak Berdarah hingga Diancam Penjara 2 Tahun

Fakta Penangkapan Pelaku Penganiayaan Perawat, Emosi karena Tangan Anak Berdarah hingga Diancam Penjara 2 Tahun

Regional
Kronologi KKB Bakar Rumah Kepala Suku dan Tempat Tinggal Guru di Beoga

Kronologi KKB Bakar Rumah Kepala Suku dan Tempat Tinggal Guru di Beoga

Regional
[POPULER NUSANTARA] Penganiaya Perawat Terancam 2 Tahun Penjara | Cerita soal Tembok yang Tutupi Jalan Umum

[POPULER NUSANTARA] Penganiaya Perawat Terancam 2 Tahun Penjara | Cerita soal Tembok yang Tutupi Jalan Umum

Regional
Kisah Suyamto, Kepala Desa di Klaten yang Bagikan Padi Gratis pada Warga: Saya yang Tanam Warga yang Panen, Silakan Ambil

Kisah Suyamto, Kepala Desa di Klaten yang Bagikan Padi Gratis pada Warga: Saya yang Tanam Warga yang Panen, Silakan Ambil

Regional
Eksotisme Benteng Pendem Ngawi di Tepi Sungai Bengawan Solo, Ada Sejak Tahun 1839

Eksotisme Benteng Pendem Ngawi di Tepi Sungai Bengawan Solo, Ada Sejak Tahun 1839

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X