Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dokter Budi Meninggal karena Covid-19, Dikenal Gigih Cari Plasma Darah untuk Bantu Kesembuhan Pasien

Kompas.com - 10/01/2021, 20:35 WIB
Puthut Dwi Putranto Nugroho,
Dheri Agriesta

Tim Redaksi

REMBANG, KOMPAS.com - Budi Darmawan, seorang dokter di RSUD dr R Soetrasno Rembang, Jawa Tengah, meninggal terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Seksi Informasi RSUD dr R Soetrasno Rembang, Tabah Tohamik membenarkan Kepala Seksi Pelayanan RSUD dr R Soetrasno Rembang itu wafat.

Baca juga: Sebelum Terbang, Ihsan 2 Kali Telepon Keluarga Memberi Tahu Pesawat Sriwijaya Air Delay

"Beliau meninggal Kamis ini berstatus positif Covid-19," kata Tabah saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Minggu (10/1/2021).

Menurut Tabah, selama ini almarhum dikenal berdedikasi tinggi dalam menangani kasus positif Covid-19.

Bahkan, dr Budi tak segan ke luar kota mencari donor plasma darah untuk membantu pemulihan pasien positif Covid-19.

"Beliau salah satu garda terdepan penanganan Covid-19. Tak kenal lelah dan gigih mencari plasma darah hingga Semarang dan Sidoarjo. Sangat peduli dengan pasien Covid-19 dan selalu memotivasi pasien dan rekan-rekannya. Kami sangat kehilangan beliau," ungkap Tabah. 

Menurut Tabah, dr Budi sempat dirawat di RSUD dr R Soetrasno Rembang selama 18 hari. Dokter itu dinyatakan positif Covid-19 pada 21 Desember 2020.

Sebagai wujud penghormatan terakhir, tenaga medis di RSUD dr R Soetrasno Rembang menggelar upacara pelepasan jenazah dr Budi sebelum dimakamkan di pemakaman umum Desa Turusgede, Kecamatan Kota Rembang.

Baca juga: Sebelum Berangkat Kerja, Captain Afwan Pamit lalu Minta Maaf kepada Istri dan Anaknya

Berdasarkan data dari Pemkab Rembang, sebanyak 2.430 kasus positif Covid-19 tercatat hingga Sabtu (9/1/2021).

Rinciannya, 220 pasien meninggal, 1.841 orang sembuh, dan sisanya dirawat di rumah sakit serta isolasi mandiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com