Banjir Makin Meluas Aceh Utara, 330 Trafo PLN Dipadamkan

Kompas.com - 07/12/2020, 12:29 WIB
Warga melintas di lokasi banjir depan kantor Polsek Matangkuli, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, Minggu (6/12/2020) KOMPAS.com/MASRIADI Warga melintas di lokasi banjir depan kantor Polsek Matangkuli, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, Minggu (6/12/2020)

ACEH UTARA, KOMPAS.com – Sebanyak 330 trafo milik PT PLN di Kabupaten Aceh Utara terpaksa dipadamkan.

Pasalnya, banjir semakin meluas di sejumlah kecamatan dalam kabupaten itu sejak Sabtu, 5 Desember 2020 hingga Senin, 7 Desember 2020.

Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Aceh, T Bahrul Halid, dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/12/2020) menyebutkan, luapan banjir semakin tinggi sehingga membahayakan warga jika listrik terus menyala.

“Kita padamkan ibu kota Lhoksukon, Aceh Utara dan sejumlah kecamatan lain. Ini demi keselamatan warga juga,” katanya.

Baca juga: Cerita Mansur Terseret Banjir di Aceh Utara, Nekat ke Tambak dan Meninggal Saat Dievakuasi

Warga dievakuasi dari lokasi banjir di Desa Rayeuk Pange, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (5/12/2020)KOMPAS.com/MASRIADI Warga dievakuasi dari lokasi banjir di Desa Rayeuk Pange, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (5/12/2020)
Dia menjelaskan banjir bahkan merendam sejumlah kabel dan peralatan kontrol gardu penghubung milik PT PLN di Lhoksukon, Aceh Utara.

Dia merincikan kecamatan yang masih padam listrik yaitu Kecamatan Lhoksukon, Kecamatan Cot Girek, Kecamatan Baktiya Barat, Kecamatan Lapang, Kecamatan Matangkuli, Kecamatan Paya Bakong, Kecamatan Pirak Timu, dan sebagian Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara.

"Hanya Kecamatan Nibong yang masih menyala. Meski banjir, namun ketinggiannya masih batas aman. Kami mohon maaf atas pemadaman ini,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan banjir tiga hari terakhir merendam ribuan rumah di Kabupaten Aceh Utara.

Hingga hari ini, ribuan orang mengungsi. Satu warga dilaporkan tewas karena terseret arus.

Baca juga: Banjir di Aceh Utara Meluas, Ribuan Warga Mengungsi, Seorang Petani Tewas Terseret Arus



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X