Penemuan Bayi Hiu Bermata Satu Mirip Mata Manusia Bikin Geger, Warga: Itu Pertanda...

Kompas.com - 22/10/2020, 07:42 WIB
Bayi hiu bermata satu ditemukan nelayan di Dusun Jarukin, Desa Maekor, Kecamatan Aru Selatan Utara, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, 11 Oktober 2020 dua pekan lalu. Penemuan bayi ikan hiu itu sempat menggegerkan warga setempat Dadang PattikalobaBayi hiu bermata satu ditemukan nelayan di Dusun Jarukin, Desa Maekor, Kecamatan Aru Selatan Utara, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, 11 Oktober 2020 dua pekan lalu. Penemuan bayi ikan hiu itu sempat menggegerkan warga setempat

KOMPAS.com - Warga Dusun Jarukin, Desa Maekor, Kecamatan Aru Selatan Utara, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, geger dengan penemuan seekor bayi hiu bermata satu yang dinilai mirip dengan mata manusia.

Bayi hiu yang putih cerah itu memiliki panjang sekitar 30 centimeter. Ikan itu ditemukan salah satu nelayan bernama Juman Selfara.

Menantu Juman, Dadang Pattikaloba mengatakan, mertuanya menemukan seekor induk hiu yang terjerat jaring di perairan desa itu pada 11 Oktober 2020.

Juman lalu membawa ikan itu pulang. Sesampainya di rumah, Juman membelah perut induk hiu itu.

“Saat perut ikan hiu itu dibelah ternyata ada empat ekor bayi ikan hiu di dalam," kata Dadang saat dihubungi Kompas.com, Rabu (21/10/2020).

Baca juga: Mobil Mewah Bergambar Machfud-Mujiaman, Timses: Pak Machfud ke Mana-mana Pakai Innova

Setelah empat bayi hiu itu dikeluarkan, seorang anak yang melihat proses pembelahan itu menyebut terdapat seekor bayi hiu lainnya di dalam perut induk tersebut.

Juman pun mengecek kembali perut induk hiu itu.

"Ternyata benar, jadi semua ada lima ekor," kata Dadang.

Dadang menjelaskan, empat bayi pertama yang ditemukan dalam perut induk hiu itu terlihat normal. Organ tubuh mereka lengkap.

Namun, bayi hiu terakhir hanya memiliki satu mata yang mirip seperti mata manusia.

Bayi hiu bermata satu ditemukan nelayan di Dusun Jarukin, Desa Maekor, Kecamatan Aru Selatan Utara, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, 11 Oktober 2020 dua pekan lalu. Penemuan bayi ikan hiu itu sempat menggegerkan warga setempatDadang Pattikaloba Bayi hiu bermata satu ditemukan nelayan di Dusun Jarukin, Desa Maekor, Kecamatan Aru Selatan Utara, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, 11 Oktober 2020 dua pekan lalu. Penemuan bayi ikan hiu itu sempat menggegerkan warga setempat
Penemuan bayi hiu itu membuat geger warga. Warga berbondong-bondong mendatangi rumah Juman untuk melihat hiu aneh tersebut.

“Kami semua heran saat itu, ada anak hiu bermata satu seperti dajal dan mirip sekali dengan mata manusia. Itu yang membuat geger sampai warga desa-desa tetangga semua datang ke sini,” ujar dia.

Warga meyakini penemuan bayi hiu itu sebagai pertanda. Juman dan keluarga tak menguburkan bayi hiu tersebut.

“Menurut orang-orang di sini itu sebagai pertanda jadi ikan itu kami tidak kuburkan, kami keringkan dan sampai saat ini masih ada di sini,” ujar dia.

Baca juga: Pria yang Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumahnya Ternyata Adik Kandung Mantan Wali Kota Serang

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Aru Jongky Gutandjala membenarkan penemuan bayi hiu itu.

"Iya benar, itu anak hiu mata satu itu ditemukan nelayan dua minggu lalu di Jarukin Desa Maekor," ujar dia.

Sedangkan Kepala Sub Seksi Pendayagunaan dan Pelestarian Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (PSPL) Sorong Hendrik Sombo menuturkan, pihaknya masih mengumpulkan informasi terkait penemuan itu.

“Kami juga baru dapat info dari rekan kami di Satker Ambon tadi sore, dan saat ini kami masih terus mengumpulkan informasinya,” ujar dia.

Ahli perikanan dari Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Pattimura Ambon Profesor J Mosse mengatakan, fenomena hiu bermata satu itu disebut sebagai cyclocephaly atau cyclopia.

“Ini disebut cyclocephaly atau cyclopia karena gagal sejak perkembangan embrio. Kasus ini jarang dan unik,” kata Mosse saat dihubungi Kompas.com.

Menurutnya, perkembangan embrio yang gagal membuat bayi hiu hanya memiliki satu mata karena otaknya tidak sempurna.

Selain itu, ada dugaan kegagalan ekspresi genetik dari protein yang dibutuhkan untuk pembentukan otak pada bayi hiu tersebut.

Baca juga: Heboh Bayi Hiu Bermata Satu, Mirip Mata Manusia, Ini Penjelasannya

“Akibatnya terjadi hanya satu bola mata yang terbentuk. Ada dugaan juga bahwa faktor lingkungan yang menghambat produksi protein, tapi ini masih dugaan,” ujar dia.

Ia menambahkan, hiu bermata satu sebelumnya pernah ditemukan oleh nelayan di Meksiko pada 2011.

Menurutnya, kasus tersebut tidak hanya terjadi pada hiu tapi juga organisme yg lain seperti, ayam, kambing dan lain-lain. Hanya saja, kejadian itu jarang ditemukan.

“Pada 2011 ada kasus yang sama pernah ditemukan di Meksiko juga, dan kasus seperti ini juga terjadi pada organisme lain, seperti ayam, kambing dan lain-lain tapi memang kejadiannya langkah,” terang dia.

(KOMPAS.com/Rahmat Rahman Paty | Editor: Robertus Belarminus)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Regional
Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Regional
2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

Regional
Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Regional
Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Regional
PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

Regional
Tak Pakai Masker di Yogya, Siap-siap KTP Disita

Tak Pakai Masker di Yogya, Siap-siap KTP Disita

Regional
Istri Wakil Bupati Bantul Juga Positif Covid-19

Istri Wakil Bupati Bantul Juga Positif Covid-19

Regional
3.040 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Madiun, Wali Kota Bakal Divaksin Pertama

3.040 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Madiun, Wali Kota Bakal Divaksin Pertama

Regional
30 Pekerja di PLTMG Wairita NTT Terkonfirmasi Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala

30 Pekerja di PLTMG Wairita NTT Terkonfirmasi Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala

Regional
Pemkab Ende Wajibkan Pelaku Perjalanan Bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19

Pemkab Ende Wajibkan Pelaku Perjalanan Bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19

Regional
Kronologi Maling Tewas Diamuk Massa, Berusaha Kabur Setelah Berkelahi dengan Pemilik Rumah

Kronologi Maling Tewas Diamuk Massa, Berusaha Kabur Setelah Berkelahi dengan Pemilik Rumah

Regional
Terima 6.800 Dosis Vaksin, Begini Tahapan Vaksinasi di Kabupaten Jember

Terima 6.800 Dosis Vaksin, Begini Tahapan Vaksinasi di Kabupaten Jember

Regional
Tiga Hari Terjebak di Lubang Galian Tambang, 10 Pekerja Belum Bisa Dievakuasi

Tiga Hari Terjebak di Lubang Galian Tambang, 10 Pekerja Belum Bisa Dievakuasi

Regional
Pemkab Sidoarjo Tutup Alun-alun dan Taman untuk Tekan Penyebaran Covid-19

Pemkab Sidoarjo Tutup Alun-alun dan Taman untuk Tekan Penyebaran Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X