Di Balik Kisruh Antarjemaat Gereja HKBP di Cibinong, Polisi: Itu Masalah Internal

Kompas.com - 18/08/2020, 10:03 WIB
Kericuhan antar jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berlangsung panas pada Minggu (16/8/2020) siang. KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANKericuhan antar jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berlangsung panas pada Minggu (16/8/2020) siang.

KOMPAS.com - Kericuhan di Gereja Huria Kristen Batak Prostestan ( HKBP) Cibinong, Kabupaten Bogor, diduga karena masalah internal para jemaat, Minggu (16/8/2020).

Berdasarkan keterangan tertulis dari Humas Polres Bogor, kerciuhan berawal dari perselisihan antara pendukung Pdt GS, Sth dengan P pimpinan wilayah HKBP Distrik XXVIII Deboskab Pdt (pendukung pendeta) Drs BT, M Div.

Akibat kericihan, lalu lintas di sekitar Jalan Raya Bogor tersebut macet.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Terjadi usai ibadah

Menurut Kapolsek Cibinong Kompol Yudi Kusyadi di lokasi kejadian, kericuhan terjadi usai ibadah berlangsung.

Pihaknya juga telah mengerahkan personel untuk berjaga-jaga di gereja tersebut.

"Itu (kericuhan) masalah internal dari pihak (gereja) HKBP, kami pengamanan saja kemarin," katanya, Senin (17/8/2020).

Baca juga: Jemaat Gereja HKBP Cibinong Ricuh Saling Dorong dan Ejek, Diduga Masalah Internal

2. Puluhan aparat dikerahkan

Sementara itu, sebanyak 35 personel dikerahkan agar mencegah konflik fisik.  Apalagi, menurut polisi, saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Kericuhan pun berhasil dicegah untuk tidak meluas, meskipun sempat terjadi aksi dorong antar sesama jemaat. 

"Aksi saling dorong dan saling ejek dari kedua belah pihak berhasil kami redam dengan kondusif yang selesai pada sekitar jam 13.30 WIB," tulis Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena berdasarkan keterangan tertulis.

Baca juga: Satu Lagi Korban Pencabulan Pengurus Gereja Herkulanus Depok Lapor Polisi

 

3. Masalah internal

Polisi mengaku tak bisa mencampuri permasalahan internal gereja. Yudi pun enggan untuk menjelaskan detail permasalah tersebut.

"Ya, kan kami juga enggak bisa masuk ke ranah internal mereka, tapi kaitannya dengan masalah kamtibmas dan kelancaran lalu lintas perlu kami amankan, biar masyarakat lain tidak terganggu," ungkap dia.

Baca juga: Kronologi 3 Warga Tewas Tersambar Petir Saat Pertandingan Bola di HUT RI di Lebak

4. Buat macet

Saat terjadi kericuhan tersebut, lalu lintas di sekitar gereja sempat terganggu.

Namun, polisi segera melakukan sistem buka tutup untuk mengurai kemacetan.

"Kemacetan sempat terjadi karena kan separuh jalan (tertutup) dan kemarin kami sambil melakukan pengaturan lalin (lalu lintas)," kata Yudi.

(Penulis: Kontributor Kabupaten Bogor, Afdhalul Ikhsan | Editor: Robertus Belarminus)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disuntik Vaksin Covid-19, Bupati Pati: Tidak Sakit Kok, Malah Dokternya yang Keringetan

Disuntik Vaksin Covid-19, Bupati Pati: Tidak Sakit Kok, Malah Dokternya yang Keringetan

Regional
Tewas Tertimpa Batu Saat Longsor di Kupang, Pasutri Ini Baru 3 Bulan Menikah

Tewas Tertimpa Batu Saat Longsor di Kupang, Pasutri Ini Baru 3 Bulan Menikah

Regional
Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Seluruh RS Swasta di Wonogiri Wajib Sediakan Ruang Isolasi Perawatan

Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Seluruh RS Swasta di Wonogiri Wajib Sediakan Ruang Isolasi Perawatan

Regional
Berteduh di Bawah Jembatan Saat Hujan Deras, 2 Pemancing Tewas Terseret Banjir

Berteduh di Bawah Jembatan Saat Hujan Deras, 2 Pemancing Tewas Terseret Banjir

Regional
Tren Covid-19 di Pangandaran Naik, Pemkab Siapkan Bekas SD untuk Rawat Pasien

Tren Covid-19 di Pangandaran Naik, Pemkab Siapkan Bekas SD untuk Rawat Pasien

Regional
Hilang Semalaman, Bocah 12 Tahun Ditemukan Tewas di Sendang

Hilang Semalaman, Bocah 12 Tahun Ditemukan Tewas di Sendang

Regional
Tabrakan Kapal di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tim Selam Diterjunkan Cari 5 ABK yang Hilang

Tabrakan Kapal di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tim Selam Diterjunkan Cari 5 ABK yang Hilang

Regional
Kabar Ada yang Meninggal Setelah Divaksin, Bupati Cilacap: Hoaks, Tidak Ada Itu

Kabar Ada yang Meninggal Setelah Divaksin, Bupati Cilacap: Hoaks, Tidak Ada Itu

Regional
Kecelakaan di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tug Boat Mitra Jaya XIX Ditemukan di Perairan Madura

Kecelakaan di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tug Boat Mitra Jaya XIX Ditemukan di Perairan Madura

Regional
Penambahan Kasus Covid-19 di Banten Pecah Rekor, Kota Serang Jadi Zona Merah

Penambahan Kasus Covid-19 di Banten Pecah Rekor, Kota Serang Jadi Zona Merah

Regional
Gubernur Banten Perpanjang PPKM Tangerang Raya hingga 8 Februari 2021

Gubernur Banten Perpanjang PPKM Tangerang Raya hingga 8 Februari 2021

Regional
Sempat Tertunda karena Darah Tinggi, Bupati Brebes Divaksin Covid-19 Usai Istirahat 4 Jam

Sempat Tertunda karena Darah Tinggi, Bupati Brebes Divaksin Covid-19 Usai Istirahat 4 Jam

Regional
Jajal Mobil Listrik, Emil Dardak: Nyaman, Seperti Mengendarai Mobil Bahan Bakar Fosil

Jajal Mobil Listrik, Emil Dardak: Nyaman, Seperti Mengendarai Mobil Bahan Bakar Fosil

Regional
4 Hari Setelah Disuntik Vaksin, Kadis Kesehatan Mataram Terkonfirmasi Positif Covid-19

4 Hari Setelah Disuntik Vaksin, Kadis Kesehatan Mataram Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Viral Foto Ikan Paus Ukuran 7 Meter Terdampar di Perairan Ogan Komering Ilir

Viral Foto Ikan Paus Ukuran 7 Meter Terdampar di Perairan Ogan Komering Ilir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X