Korban Banjir Samarinda Minta Bantuan Lewat Medsos, Ini Nomor Kontak yang Bisa Dihubungi

Kompas.com - 26/05/2020, 17:01 WIB
Tim dari BPBD Samarinda mengevakuasi korban terdampak banjir menggunakan perahu karet di Sungai Pinang, Samarinda, Kaltim, Senin (25/5/2020). Dok. BPBD SamarindaTim dari BPBD Samarinda mengevakuasi korban terdampak banjir menggunakan perahu karet di Sungai Pinang, Samarinda, Kaltim, Senin (25/5/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Ribuan korban terjebak banjir yang merendam empat kecamatan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur sejak Jumat (22/5/2020) sore.

Warga yang tak bisa melakukan evakuasi mandiri meminta bantuan relawan atau petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda. Mereka meminta bantuan lewat media sosial Facebook.

Aksi itu dilakukan karena warga mengaku kesulitan akses komunikasi. Padahal, terdapat sejumlah warga kategori lanjut usia (lansia), anak-anak, dan warga yang sakit ikut terjebak banjir.

Salah satu akun Facebook, Bunda Ghaliabid meminta bantuan relawan untuk menjemputnya dan dua anaknya yang berusia enam tahun serta tiga tahun. Mereka melampirkan nomor ponsel untuk dihubungi pihak relawan.

Sementara akun lain, Sultan Daeng Siila meminta bantuan relawan untuk mengevakuasi keluarganya yang terjebak banjir sekitar 120 centimeter yang merendam kawasan Jalan Pemuda, Samarinda. Akun itu menyebut terdapat bayi di rumahnya.

Akun lainnya, Yulis juga meminta bantuan tim evakuasi dan relawan. Ia mengaku terjebak di Jalan S Parman. Di wilayah itu banyak balita dan lansia yang membutuhkan bantuan seperti makanan dan obat-obatan.

Sementara akun Izzi Panzul meminta bantuan untuk daerah Gelatik Gang Titian dan Gunung Lingai, Samarinda. Sebab, sejak kemarin tak ada tim evakuasi yang masuk ke wilayah itu.

Berbagai keluhan itu dibagikan sejumlah netizen di media sosial. Mereka berharap segera mendapatkan bantuan dari tim relawan dan petugas yang mengevakuasi.

Saat dihubungi, Kabid Kedaruratan BPBD Samarinda Irfan mengatakan, pihaknya menyiapkan call center melalui Pusat Pengendalian Operasi Bencana (Puspalops) BPBD. Masyarakat bisa menghubungi call center 112 dan nomor ponsel 0823-5208-9694.

Ia pun berjanji akan menindaklanjuti permintaan warga tersebut.

“Nanti tetap kami akan tindak lanjuti. Apalagi saat ini banyak relawan yang membantu proses evakuasi,” kata Irfan saat dihubungi Kompas.com di Samarinda, Senin (25/5/2020). 

BPBD Samarinda menurunkan 11 perahu karet untuk proses evakuasi warga terdampak banjir. BPBD Samarinda juga dibantu Basarnas Kalitmtara dan para relawan yang menurunkan beberapa perahu.

“Kami evakuasi para lansia, orang sakit dan anak-anak biasanya langsung ke rumah keluarga mereka. Kami bantu keluarkan dari lokasi banjir, kemudian mereka dijemput oleh keluarga,” terang dia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 10 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 10 Juli 2020

Regional
Tiga dari 10 Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 Tidak Ditahan, Ini Alasan Polisi

Tiga dari 10 Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 Tidak Ditahan, Ini Alasan Polisi

Regional
Jadi Kurir Narkoba, Pria Ini Dikendalikan Napi Lapas Kedungpane Semarang

Jadi Kurir Narkoba, Pria Ini Dikendalikan Napi Lapas Kedungpane Semarang

Regional
Lagi, Dokter di Semarang Gugur karena Covid-19, Spesialis Kejiwaan RSI Sultan Agung

Lagi, Dokter di Semarang Gugur karena Covid-19, Spesialis Kejiwaan RSI Sultan Agung

Regional
Warga Semarang Bersepeda Makin Ramai tapi Jalur Khusus Malah Jadi Tempat Parkir

Warga Semarang Bersepeda Makin Ramai tapi Jalur Khusus Malah Jadi Tempat Parkir

Regional
Sekat Kanal Baru untuk Mencegah Karhutla Rusak, Ternyata Ulah Pencuri

Sekat Kanal Baru untuk Mencegah Karhutla Rusak, Ternyata Ulah Pencuri

Regional
Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Ambon, Seluruh Keluarga Dinyatakan Negatif

Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Ambon, Seluruh Keluarga Dinyatakan Negatif

Regional
'Kami Siap Bertanggung Jawab di Akhirat Jika Telah Berbuat Kesalahan'

"Kami Siap Bertanggung Jawab di Akhirat Jika Telah Berbuat Kesalahan"

Regional
Plt Bupati Heran Kesembuhan di Sidoarjo Tak Kunjung Bergerak, Ternyata Salah Input Data

Plt Bupati Heran Kesembuhan di Sidoarjo Tak Kunjung Bergerak, Ternyata Salah Input Data

Regional
Kasus Pembunuhan Perempuan di Palembang, Ini Rencana Pelaku

Kasus Pembunuhan Perempuan di Palembang, Ini Rencana Pelaku

Regional
Bangkitkan Perekonomian, Jabar Perkuat Kerja Sama dengan Yordania dan Tunisia

Bangkitkan Perekonomian, Jabar Perkuat Kerja Sama dengan Yordania dan Tunisia

Regional
Gara-gara Warisan, Anak Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal

Gara-gara Warisan, Anak Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal

Regional
Tarif Maksimal Rapid Test Rp 150.000, Pemprov Bali: Segera Diterapkan

Tarif Maksimal Rapid Test Rp 150.000, Pemprov Bali: Segera Diterapkan

Regional
Pungutan Sekolah di Masa Pandemi, Dilarang Bupati Banyumas, Sekolah Kebingungan

Pungutan Sekolah di Masa Pandemi, Dilarang Bupati Banyumas, Sekolah Kebingungan

Regional
Penjelasan IDI soal Tingginya Kasus Covid-19 di Kalsel

Penjelasan IDI soal Tingginya Kasus Covid-19 di Kalsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X