Meriahnya Perayaan Cap Go Meh 2020 di Padang, Hadirkan Atraksi dari Berbagai Etnis

Kompas.com - 05/02/2020, 16:54 WIB
Arak-arakan Kio memeriahkan perayaan Cap Go Meh 2020 di Padang, Selasa (4/2/2020) KOMPAS.COM/PERDANA PUTRAArak-arakan Kio memeriahkan perayaan Cap Go Meh 2020 di Padang, Selasa (4/2/2020)

PADANG, KOMPAS.com - Perayaan Cap Go Meh 2020 di Padang, Sumatera Barat ( Sumbar) diwarnai dengan atraksi budaya arak-arakan Kio dari keluarga Lie-Kwee.

Arak-arakan yang berlangsung Selasa (4/2/2020) sore hingga malam itu disaksikan sekitar seribu warga dari delapan etnis yang ada di Padang.

"Mereka yang menyaksikan dan berpartisipasi bukan hanya dari etnis Tionghoa saja namun juga dari etnis India, Minang, Jawa, Sunda, Batak, Nias, dan Mentawai," kata panitia Cap Go Meh 2020 Padang, Albert Hendra Lukman kepada Kompas.com, Selasa malam.

Albert mengatakan arak-arakan itu juga dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun yang ke-150 perkumpulan keluarga Lie-Kwee.

Baca juga: Kemenparekraf yakin Festival Cap Go Meh Singkawang Datangkan Wisatawan

Dihadiri 150 keluarga Lie-Kwee dari berbagai negara

Sebanyak 150 anggota keluarga Lie-Kwee yang selama ini merantau di provinsi tetangga, termasuk yang berada di luar negeri seperti dari Singapura dan Malaysia sudah berada di Padang.

"Ada sekitar 150 keluarga Lie-Kwee yang sudah datang dari luar negeri. Mereka ikut meramaikan arak-arakan dan berbaur dengan masyarakat Padang," jelas anggota DPRD Sumbar itu.

Menurut Albert, arakan Kio bukan hanya sekedar pertunjukan atraksi budaya, namun juga bagian dari ritual membersihkan diri dari dosa dan kesalahan, serta sebagai wujud rasa terima kasih atas segala rahmat yang telah diterima sepanjang tahun sebelumnya.

"Arakan ini merupakan bagian dari ritual etnis Tionghoa. Menariknya arakan ini disaksikan juga oleh tujuh etnis lainnya yang hidup berdampingan di Padang," jelas Albert.

Baca juga: Perayaan Cap Go Meh di Padang Padukan 8 Kultur Berbeda

Padukan 8 kultur budaya

Albert mengatakan perayaan Cap Go Meh 2020 di Padang kali ini sengaja memadukan delapan kultur yang ada di daerah itu.

"Sengaja kita padukan delapan kultur yang ada di Padang. Ini membuktikan keberagaman yang ada di Padang hidup berdampingan dengan rukun," kata Albert.

Pada Rabu (5/2/2020) ini, rangkaian Festival Cap Go Meh dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian multikultural, di Gedung Pertunjukan Cafe Bat & Arow, Jalan Batang Arau mulai pada pukul 19.30 sampai pukul 22.30 WIB.

"Berbagai kesenian dari sejumlah daerah seperti Nias, Mentawai, Batak serta Tionghoa, dipadu menjadi satu alunan nan mempesona," jelas Albert.

Baca juga: Pemkot Bogor Dukung Penuh Bogor Street Festival Cap Go Meh 2020

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X