Menkop UKM Teten Masduki: Digitalisasi Koperasi Terkendala Regulasi

Kompas.com - 27/11/2019, 20:02 WIB
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki dalam sambutannya saat acara Festival SRC Indonesia 2019 di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (24/11/2019). Festival ini adalah bagian dari rangkaian festival yang dilaksanakan di 13 kota seluruh Indonesia pada rentang waktu 17 November-8 Desember 2019. Rangkaian festival SRC Indonesia bertujuan meningkatkan daya saing UKM sektor retail sekaligus memperkenalkan ekosistem SRC kepada konsumen. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGMenteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki dalam sambutannya saat acara Festival SRC Indonesia 2019 di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (24/11/2019). Festival ini adalah bagian dari rangkaian festival yang dilaksanakan di 13 kota seluruh Indonesia pada rentang waktu 17 November-8 Desember 2019. Rangkaian festival SRC Indonesia bertujuan meningkatkan daya saing UKM sektor retail sekaligus memperkenalkan ekosistem SRC kepada konsumen. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil.

MALANG, KOMPAS.com – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki menilai, koperasi di Indonesia sedang mengalami tantangan besar.

Arus teknologi yang berkembag pesat, membuat sistem koperasi juga harus berbenah. Belum lagi ketika dihadapkan dengan persaingan korporasi.

Baca juga: Menkop UKM Teten Masduki Berjanji Tindak Koperasi yang Praktikkan Rentenir

“Koperasi saat ini menghadapi suatu tantangan yang besar. Karena meskipun koperasi sudah lama, tapi faktanya koperasi belum kuat. Apalagi, sekarang menghadapi persaingan dengan korporasi yang jauh lebih pesat,” kata Teten, saat menghadiri International Halal and Thayyib Conference 2019 di Universitas Brawijaya (UB), Kota Malang, Rabu (27/11/2019).

Teten mengatakan, koperasi harus di tata ulang. Koperasi harus mengakomodasi perkembangan teknologi untuk menciptakan digitalisasi di dalamnya.

“Ini perlu ada redesign koperasi, termasuk penerapan teknologi supaya koperasi bisa lebih cepat dalam pelayanan terhadap anggota. Digitalisasi koperasi sekarang juga mau tidak mau harus dilakukan,” ungkap dia.

Namun, digitalisasi dalam koperasi masih mengalami kendala. Terutama dari sisi regulasi.

Baca juga: Gara-gara OPOP 5 Koperasi di Ponpes Jabar Rambah Pasar Internasional

 

Teten tidak merinci regulasi yang menghambat tersebut. Meski begitu, Teten mengatakan bahwa regulasi yang menghambat digitalisasi koperasi itu sudah dibahas di dalam rapat kabinet.

“Memang ada kendala regulasi yang belum memungkinkan digitalisasi koperasi. Itu terutama dalam pengambilan keputusan anggota misalnya. Itu kami sudah bahas di rapat kabinet yang lalu, kemudahan-kemudahan bagi koperasi untuk masuk ke digitaisasi,” kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pria Tewas di Tangan Ayah dan Anak Saat Menghadiri Sebuah Pesta

Seorang Pria Tewas di Tangan Ayah dan Anak Saat Menghadiri Sebuah Pesta

Regional
Abrasi Pantai Rusak 10 Warung Seafood di Kabupaten Bantul

Abrasi Pantai Rusak 10 Warung Seafood di Kabupaten Bantul

Regional
Pengacara Bahar bin Smith: Yang Isi BAP dan yang Tanda Tangan Siapa?

Pengacara Bahar bin Smith: Yang Isi BAP dan yang Tanda Tangan Siapa?

Regional
Sukarelawan Covid-19 di Papua 'Menjerit' Uang Lelah Sejak Maret Belum Dibayar

Sukarelawan Covid-19 di Papua "Menjerit" Uang Lelah Sejak Maret Belum Dibayar

Regional
Dramatis, Upaya Damkar Evakuasi Sapi 3,5 Kuintal dari Dalam Sumur, Tali Membelit Leher Hewan

Dramatis, Upaya Damkar Evakuasi Sapi 3,5 Kuintal dari Dalam Sumur, Tali Membelit Leher Hewan

Regional
Libur Panjang, Volume Kendaraan yang Melintas di Klaten Menurun 5 Persen

Libur Panjang, Volume Kendaraan yang Melintas di Klaten Menurun 5 Persen

Regional
Kebakaran Hanguskan 150 Rumah di Kotabaru Kalsel, Api Muncul dari Bangunan Kosong

Kebakaran Hanguskan 150 Rumah di Kotabaru Kalsel, Api Muncul dari Bangunan Kosong

Regional
Kronologi Terbongkarnya Ayah Cabuli Anak Kandung, Aksinya Direkam Tetangga

Kronologi Terbongkarnya Ayah Cabuli Anak Kandung, Aksinya Direkam Tetangga

Regional
16 Narapidana Lapas Pekanbaru Positif Corona, 1 Meninggal Dunia

16 Narapidana Lapas Pekanbaru Positif Corona, 1 Meninggal Dunia

Regional
Ganjar Umumkan UMP Jateng Tahun 2021 Naik 3,27 Persen

Ganjar Umumkan UMP Jateng Tahun 2021 Naik 3,27 Persen

Regional
Mayat Pria Misterius Mengapung di Kubangan Air, Tangan dan Kakinya Terikat

Mayat Pria Misterius Mengapung di Kubangan Air, Tangan dan Kakinya Terikat

Regional
Tren Ikan Cupang yang Jadi Hobi Sekaligus Bisnis Menguntungkan

Tren Ikan Cupang yang Jadi Hobi Sekaligus Bisnis Menguntungkan

Regional
Angin Kencang di Sleman, Pohon Tumbang dan Atap Rumah Beterbangan

Angin Kencang di Sleman, Pohon Tumbang dan Atap Rumah Beterbangan

Regional
Intensitas Gempa Gunung Merapi Kembali Dilaporkan Meningkat

Intensitas Gempa Gunung Merapi Kembali Dilaporkan Meningkat

Regional
Nenek Icah Tewas dengan Telinga Berdarah, Diduga Korban Perampokan, Tetangga Sempat Dengar Teriakan

Nenek Icah Tewas dengan Telinga Berdarah, Diduga Korban Perampokan, Tetangga Sempat Dengar Teriakan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X