Geledah 2 Kantor di Balai Kota Yogyakarta, KPK Bawa 3 Koper dan 1 Kardus

Kompas.com - 22/08/2019, 21:03 WIB
Penyidik KPK saat meninggalkan kantor Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Pemerintahan Kota Yogyakarta di kompleks Balai Kota Yogyakarta. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAPenyidik KPK saat meninggalkan kantor Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Pemerintahan Kota Yogyakarta di kompleks Balai Kota Yogyakarta.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pengeledahan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta dan Bagian Layanan Pengadaan Kota Yogyakarta, Kamis (22/8/2019).

Penyidik yang berjumlah sekitar sembilan orang mengenakan rompi cokelat bertuliskan KPK dan memakai masker penutup wajah itu masuk ke Kantor DPUPKP yang ada di kompleks Balai Kota Yogyakarta, pukul 10.00 WIB dan keluar pukul 18.01 WIB.

Mereka lantas berjalan kaki menuju kantor Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Pemerintahan Kota Yogyakarta untuk kembali melakukan pengeledahan.

Baca juga: Jaksa Kejari Yogyakarta yang Jadi Tersangka Suap di KPK Terancam Diberhentikan Sementara

Tampak beberapa anggota kepolisian juga turut menjaga jalannya pengeledahan yang dilakukan oleh KPK.

Sekitar pukul 19.55 WIB, para penyidik KPK tampak meninggalkan lokasi dengan menggunakan empat mobil.

KPK melakukan pengeledahan hampir 10 jam, dan meninggalkan lokasi dengan membawa tiga koper serta satu kardus.

Tiga koper itu terdiri dari dua koper besar berwarna unggu dan silver. Satu lainnya koper berukuran lebih kecil berwarna hitam.

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti saat dikonfirmasi mengatakan, belum mengetahui adanya pengeledahan yang dilakukan oleh penyidik KPK.

"Saya belum tahu, belum ada informasi," ucap Haryadi, Kamis.

Baca juga: Kasus Suap Jaksa, KPK Geledah 2 Kantor di Lingkungan Pemkot Yogyakarta

Haryadi menyampaikan, pihaknya juga tidak mendapat informasi jika KPK akan datang. Namun demikian, pihaknya mempersilahkan KPK menjalankan tugasnya.

"Ya monggo saja, sesuai tugas dan fungsinya," ungkap dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap dalam lelang proyek rehabilitasi saluran air hujan di Kota Yogyakarta.

Tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK yakni Eka Safitra jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta sekaligus anggota TP4D, Satriawan Sulaksono jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta dan Gabriella Yuan Ana sebagai Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Palsukan Dukungan, Paslon Bajo Dilaporkan ke Bawaslu

Diduga Palsukan Dukungan, Paslon Bajo Dilaporkan ke Bawaslu

Regional
Jabar Targetkan Tarik Rp 107 Triliun Investasi yang Bisa Buka 60.000 Lowongan Kerja

Jabar Targetkan Tarik Rp 107 Triliun Investasi yang Bisa Buka 60.000 Lowongan Kerja

Regional
Staf KPU Yahukimo Dimakamkan, Ibunda: 'Maafkan Mama Tak Bisa Jaga Henry'

Staf KPU Yahukimo Dimakamkan, Ibunda: "Maafkan Mama Tak Bisa Jaga Henry"

Regional
Berada di Zona Kuning, Pemkot Pariaman Kembali Buka Sekolah Tatap Muka

Berada di Zona Kuning, Pemkot Pariaman Kembali Buka Sekolah Tatap Muka

Regional
Kasus Ujaran Kebencian Bupati Agam, Mulyadi Klarifikasi soal Perempuan di Dalam Foto

Kasus Ujaran Kebencian Bupati Agam, Mulyadi Klarifikasi soal Perempuan di Dalam Foto

Regional
Polisi Buru Pencuri 33 Besi Pembatas Jalan di Jembatan Ampera

Polisi Buru Pencuri 33 Besi Pembatas Jalan di Jembatan Ampera

Regional
Tiga Bocah Tewas Tenggelam, Wagub Sulsel Minta Pengamanan Waduk Nipa-Nipa Ditingkatkan

Tiga Bocah Tewas Tenggelam, Wagub Sulsel Minta Pengamanan Waduk Nipa-Nipa Ditingkatkan

Regional
Gara-gara Benang Layangan, Listrik di Wonogiri Padam 3,5 Jam

Gara-gara Benang Layangan, Listrik di Wonogiri Padam 3,5 Jam

Regional
Tak Pernah Bepergian ke Luar Kota, Nenek 61 Tahun Terkonfirmasi Covid-19, Ini Dugaan Penyebabnya

Tak Pernah Bepergian ke Luar Kota, Nenek 61 Tahun Terkonfirmasi Covid-19, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Kasus Korupsi, Anggota DPRD Muaro Jambi Divonis 2,5 Tahun Penjara

Kasus Korupsi, Anggota DPRD Muaro Jambi Divonis 2,5 Tahun Penjara

Regional
Polisi Akan Selidiki Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 di Bulukumba

Polisi Akan Selidiki Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 di Bulukumba

Regional
Pasien Corona di Secapa AD Bandung Tersisa 12 Orang

Pasien Corona di Secapa AD Bandung Tersisa 12 Orang

Regional
Fakta Lengkap Penahanan Jerinx Soal Kasus 'Kacung WHO', Dijerat UU ITE hingga Tanggapan IDI

Fakta Lengkap Penahanan Jerinx Soal Kasus "Kacung WHO", Dijerat UU ITE hingga Tanggapan IDI

Regional
Khofifah dan Risma Duduk Semeja Dengarkan Hasil Survei Penanganan Covid-19 di Jatim

Khofifah dan Risma Duduk Semeja Dengarkan Hasil Survei Penanganan Covid-19 di Jatim

Regional
Detik-detik Tiang Penyangga SUTET Roboh dan Tewaskan 4 Orang di Sumedang

Detik-detik Tiang Penyangga SUTET Roboh dan Tewaskan 4 Orang di Sumedang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X