Penanggung Jawab Proyek Underpass Kentungan Heran Mengapa Truk Bisa Melintas

Kompas.com - 24/07/2019, 10:57 WIB
Mobil Land Rover yang terperosok ke dalam lubang underpass Kentungan yang amblas, dievakuasi, Selasa (23/7/2019). KOMPAS.com/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAMobil Land Rover yang terperosok ke dalam lubang underpass Kentungan yang amblas, dievakuasi, Selasa (23/7/2019).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Underpass Satker PJN DIY Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sidik Hidayat merasa heran, mengapa ada truk yang melintas di dekat proyek underpass Kentungan, Sleman, Yogyakarta.

Sebab, menurut Sidik, seharusnya tidak boleh ada truk yang melintas. Pelaksana proyek telah memasang rambu-rambu agar kendaraan besar seperti truk tidak melintas.

"Dari rambu-rambu yang ada sebenarnya dilarang (truk melintas). Kami tidak bisa komen soal itu (truk sampai bisa melintas) karena itu sudah ranah (penyelidikan) kepolisian," ujar Sidik Hidayat, Selasa (23/7/2019).

Baca juga: Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles


Saat dikonfirmasi mengenai penyebab, apakah karena tanah yang ambles, Sidik tidak mau berkomentar. Sebab, menurut dia, hal itu menjadi wewenang pihak kepolisian untuk menyampaikan hasil penyelidikan.

Hanya, menurut Sidik, truk dan bus besar memang dilarang melintas.

Sidik tak mau berkomentar lebih lanjut mengenai adanya truk yang bisa sampai melintas.

Setelah peristiwa tergulingnya truk dan mobil di galian proyek underpass Kentungan, Sidik berjanji akan secepatnya menyelesaikan pekerjaan.

"Proyek ini tetap kami jalankan, di titik tersebut akan kami lakukan perbaikan terlebih dulu. Kami tetap cari jalan keluar agar tetap secepatnya bisa jalan dan sesuai target," ujar Sidik.

Baca juga: 6 Fakta Proyek Underpass Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Menurut Sidik, fokus untuk saat ini adalah memperbaiki lokasi peristiwa tergulingnya dua kendaraan itu.

Adapun kerusakan akibat kejadian tersebut ada pada lapisan aspal dan lapisan fondasi.

Menurut Sidik, secepatnya jalan sisi utara proyek underpass Kentungan akan dibuka kembali sehingga bisa dilewati oleh kendaraan.

"Dari sisi proyek, kami akan evaluasi apa pun itu, dan kami usahakan secepatnya (jalan) dibuka. Tapi untuk rekayasa lalu lintas, dari kepolisian yang bisa menjawab," kata Sidik.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah truk dan mobil Land Rover terguling ke lubang galian proyek underpass Kentungan, Sleman.

Kedua kendaraan itu terguling ke lubang sedalam 1 meter. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Ustaz Abdul Somad Mundur dari PNS UIN Suska Riau

Cerita di Balik Ustaz Abdul Somad Mundur dari PNS UIN Suska Riau

Regional
Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Regional
Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Regional
Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Regional
Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Regional
Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Regional
Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Regional
Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X