Wacana Gerindra Gabung Koalisi Pemerintahan, Ini Kata Gus Sholah

Kompas.com - 24/07/2019, 10:32 WIB
KH. Salahuddin Wahid, saat ditemui di Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, Selasa (23/7/2019). MOH. SYAFIÍKH. Salahuddin Wahid, saat ditemui di Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, Selasa (23/7/2019).

JOMBANG, KOMPAS.com - Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Salahuddin Wahid atau Gus Sholah mengatakan, kinerja pemerintahan akan berjalan lebih efektif jika ada pihak yang melakukan kontrol.

Menurut Gus Sholah, untuk menjaga keseimbangan dalam iklim demokrasi, partai politik pengusung pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, lebih tepat jika berada di jalur oposisi.

"Partai oposisi itu perlu ada dan perlu kuat. Jadi sebaiknya Gerindra tidak ikut dalam koalisi pemerintahan. Begitu juga dengan PAN dan Demokrat," kata Gus Sholah saat ditemui Kompas.com, di Pesantren Tebuireng Jombang, Selasa (23/7/2019).

Menurut dia, menjadi oposisi bukan berarti menempatkan diri sebagai kelompok pencari kesalahan. Gus Sholah berpendapat bahwa kelompok oposisi diperlukan, salah satunya untuk mengingatkan pemerintahan.

"Biar orang tahu, ini garisnya seperti apa. Diperlukan oposisi yang konstruktif, oposisi yang memberikan saran-saran yang baik, tidak sekedar mencari-cari kesalahan pemerintah," ujar Gus Sholah.

Baca juga: Pramono Anung: Gerindra Boleh-boleh Saja Minta, Tapi...

Menurut adik kandung Gus Dur ini, Partai Gerindra perlu menjaga kepercayaan konstituennya dengan tetap berada di garis oposisi. Dengan posisi sebagai oposisi, Gerindra akan makin kokoh.

Menurut Gus Sholah, kondisi sebaliknya akan dialami partai pimpinan Prabowo Subianto itu jika bergabung dalam koalisi pemerintahan.

"Saya tidak sepakat kalau Gerindra ikut di Pemerintahan. Kalau melakukan itu, Gerindra kontra produktif. Banyak yang kemarin memilih Gerindra, bisa jadi gak memilih lagi," kata Gus Sholah.

Rekonsiliasi tak harus koalisi

Mantan anggota Komnas HAM ini menjelaskan, mengambil posisi sebagai oposisi pemerintah bukan berarti mengabaikan rekonsiliasi.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X