Kompas.com - 21/06/2019, 16:23 WIB
Menpora Imam Nahrawi sedang meninjau Stadion Papua Bangkit, Kabupaten Jayapura, Papua, yang akan digunakan dalam penyelenggaraan PON XX 2020 di Papua (21/06/2019) KOMPAS.com/DHIAS SUWANDiMenpora Imam Nahrawi sedang meninjau Stadion Papua Bangkit, Kabupaten Jayapura, Papua, yang akan digunakan dalam penyelenggaraan PON XX 2020 di Papua (21/06/2019)

 

JAYAPURA, KOMPAS.com - Saat ini Indonesia tengah berupaya mencalonkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyebut pelaksanaan PON 2020 di Papua akan menjadi momen penting untuk meyakinkan dunia internasional.

"Sekarang ini kita sedang menyiapkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032, sudah barang tentu tahun yang menantang bagi bangsa Indonesia untuk meyakinkan negara lain adalah 2020," ujarnya saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Infrastruktur PON 2020 di Kota Jayapura, Jumat (21/6/2019).

Baca juga: Tinjau Persiapan PON di Papua, Menpora Puji Keindahan Stadion Papua Bangkit

Imam yang sebelumnya telah meninjau progres pembangunan beberapa venue PON 2020 yang ada di Kota dan Kabupaten Jayapura, menekankan pentingnya persiapan sumber daya manusia (SDM) yang akan digunakan saat PON 2020.

Menurut dia, Pemprov dan KONI Papua harus memberi peluang sebesar-besarnya kepada masyarakat untuk terlibat langsung dalam pelaksanaan PON, baik sebagai panitia maupun relawan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengalaman yang didapat saat PON akan sangat berguna bila ada kegiatan olahraga yang bertaraf internasional.

"Seperti Asian Games kemarin, banyak negara yang pesimis Indonesia bisa menjadi tuan rumah yang baik karena persiapannya mepet, SDM belum berpengalaman. Tapi dengan komitmen, tekad yang kuat dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, Asian Games sukses luar biasa," tuturnya.

Baca juga: Mengintip Mimika Sport Complex, Venue PON XX di Papua Senilai Rp 468 Miliar

Presiden, terang Imam, memberi perhatian lebih kepada persiapan PON 2020, tidak seperi pelaksanaan PON XIX 2016 di Jawa Barat di mana pemerintah pusat tidak terlibat sama sekali dalam persiapannya.

Bukti dari perhatian tersebut, adalah sudah ada beberapa rapat kabinet khusus untuk membahas persiapan PON 2020.

Karenanya, ia meminta PB PON 2020 bisa betul-betul menyiapkan kepantiaan dengan baik, terlebih pelaksanaannya nanti tidak terpusat di satu titik, namun menyebar di beberapa kabupaten/kota.

"Secara kapanitiaan ini harus betul-betul dipersiapkan. Kalau prestasi, Pemprov Papua lewat KONI pasti sudah menyiapkannya dengan baik, tetapi bagaimana konsolidasi kepanitiaan ini harus lebih maksimal karena tempatnya tidak terpusat di Jayapura, tetapi tersebar di beberapa kabupaten/kota," kata Imam.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X