Kilas Daerah Jawa Tengah
KILAS DAERAH

Karena Diajari Ganjar, Novensia Tak Takut Lagi Matikan Api Gas LPG

Kompas.com - 27/02/2019, 19:53 WIB
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengajari Novensia Anouw, siswa kelas X SMAN 2 Demak ini untuk memadamkan api, Rabu (27/2/2019). Dok. Humas Pemerintah Provinsi Jawa TengahGubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengajari Novensia Anouw, siswa kelas X SMAN 2 Demak ini untuk memadamkan api, Rabu (27/2/2019).


KOMPAS.com
- Novensia Anouw, tak pernah menyangka bakal dapat kesempatan langka saat mengikuti pelatihan penanganan kebencanaan di SMAN 2 Demak, Rabu (27/2/2019).

Pasalnya, dia diajari langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk memadamkan api dari tabung gas bocor.

Novensia Anouw merupakan gadis asal Dogiyai, Papua. Dia belum genap satu tahun belajar di SMAN 2 Demak dan kini duduk di kelas X.

Bersama ratusan rekannya, dia mendapat pelatihan penanganan bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Salah satu materinya adalah pemadaman api dari tabung gas yang bocor. Kebetulan yang waktu itu mendapat tugas praktik pemadaman adalah Novensia.

Setelah mendapat arahan dari petugas BPBD, Noven dengan canggung menggerakkan jari telunjuknya ke katup tabung gas. Hasilnya, api tetap menyembur dan hampir mengenai jari Noven. Sontak membuat Noven bergidik.

Melihat ketakutan Noven, Ganjar langsung mendekat dan coba menenangkan dia.

"Langkah pertama jangan takut, harus yakin," kata Ganjar pada Noven dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Rabu (27/2/2019).

Usai itu, sambil mengajak Noven jongkok, Ganjar mengatakan, jari telunjuk harus digerakkan sekali dan jangan sampai meleset dari lubang katup gas. Bahkan Ganjar pun tidak canggung saat memberi contoh.

Melihat aksi suami Siti Atikoh tersebut, Noven pun dengan mantap menutupkan jari telunjuk ke lubang katup dan berhasil melakukan aksinya.

"Awalnya sangat takut melihat api menyembur dari tabung gas. Takut meledak. Tapi setelah mendengar penjelasan Pak Ganjar dan melihat aksinya, jadi tidak takut," kata Noven.

Pelatihan penanganan kebencanaan di sekolah memang tengah digalakan oleh Gubernur Ganjar Pranowo. Harapannya, bisa memberi penyadaran penanggulangan bencana sedini mungkin. Apalagi Jawa Tengah, kata Ganjar disebut sebagai supermarket-nya bencana.

"Saya mencoba menerjemahkan tanpa menunggu apa yang diperintahkan Presiden Jokowi bahwa kebencanaan dimasukkan ke kurikulum. Kalau kami menunggu diubah dan dimasukkan ke kurikulum, kelamaan," katanya.

Dalam satu tahun, kata Ganjar, siswa SMA dan SMK di Jateng bakal menerima pelatihan kebencanaan minimal dua kali. Setidaknya, upaya tersebut mampu meminimalisasi korban jika sewaktu-waktu bencana melanda.

"Diharapkan pembekalan pengetahuan kesiap-siagaan mampu meminimalisasi korban. Ini momentum untuk inspirasi bagi siswa pendidikan kebencanaan bisa dilakukan dengan cepat dan sederhana," katanya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota Brimob yang Gugur Ditembak MIT Mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Anggota Brimob yang Gugur Ditembak MIT Mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Regional
Budidaya Ular, Rifal Habiskan Rp 1,6 Juta Beli Ayam dan Tikus untuk Pakan

Budidaya Ular, Rifal Habiskan Rp 1,6 Juta Beli Ayam dan Tikus untuk Pakan

Regional
Siswa Kaget, Sedang Latihan Upacara, Atap Ruang Kelas Ambruk

Siswa Kaget, Sedang Latihan Upacara, Atap Ruang Kelas Ambruk

Regional
Tenda dan Baliho HUT Mamuju Tengah Porak-poranda Diterjang Angin Kencang dan Hujan

Tenda dan Baliho HUT Mamuju Tengah Porak-poranda Diterjang Angin Kencang dan Hujan

Regional
Ingin Miliki Hafiz dan Dai, Santri Ponpes Diajak Jadi Anggota Polri

Ingin Miliki Hafiz dan Dai, Santri Ponpes Diajak Jadi Anggota Polri

Regional
12.000 Guru Gelar Apel Akbar, Sepakat UN Dihapus

12.000 Guru Gelar Apel Akbar, Sepakat UN Dihapus

Regional
Butuh Waktu 3 Jam, Petugas Damkar di Sumedang Evakuasi Sarang Tawon

Butuh Waktu 3 Jam, Petugas Damkar di Sumedang Evakuasi Sarang Tawon

Regional
Operasi Tinombala, Satu Anggota Brimob Gugur Tertembak di Bagian Belakang dan Perut

Operasi Tinombala, Satu Anggota Brimob Gugur Tertembak di Bagian Belakang dan Perut

Regional
Mudik Natal dan Tahun Baru, Gardu di 3 Gerbang Tol Solo-Ngawi Ditambah

Mudik Natal dan Tahun Baru, Gardu di 3 Gerbang Tol Solo-Ngawi Ditambah

Regional
Pertamina Ambil Sampel Koloni Kerang Hijau di Karawang

Pertamina Ambil Sampel Koloni Kerang Hijau di Karawang

Regional
Natal dan Tahun Baru, 20.000 Kendaraan Diprediksi Lewati Tol Solo-Ngawi

Natal dan Tahun Baru, 20.000 Kendaraan Diprediksi Lewati Tol Solo-Ngawi

Regional
Etek Lawu, Komunitas Pedagang Sayur Keliling Beromzet Rp 1,5 M Per Hari

Etek Lawu, Komunitas Pedagang Sayur Keliling Beromzet Rp 1,5 M Per Hari

Regional
Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Ditembak Usai Laksanakan Shalat Jumat

Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Ditembak Usai Laksanakan Shalat Jumat

Regional
Banyak Temui TKI Telantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

Banyak Temui TKI Telantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

Regional
Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Regional
komentar di artikel lainnya