Ada Atraksi Air Mancur Pelangi, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Semarang

Kompas.com - 31/12/2018, 14:24 WIB
Rekayasa lalu lintas di malam Tahun Baru 2019 Dok. Humas Pemkot SemarangRekayasa lalu lintas di malam Tahun Baru 2019

SEMARANG, KOMPAS.com - Kota Semarang, Jawa Tengah menggelar atraksi air mancur menari di Jembatan Kanal Banjir Barat (KBB) di malam Tahun Baru 2019, Senin (31/12/2018).

Rekayasa lalu lintas pun dilakukan agar atraksi di Jalan Jenderal Sudirman itu berjalan sukses.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, ada sejumlah rekayasa lalu lintas yang dilakukan. Itu karena salah satu akses jalan, terutama Jalan Madukoro yang akan menuju Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, digunakan sebagai panggung. 

Panitia bersama Satlantas Polrestabes Semarang dan Dinas Perhubungan Kota Semarang bekerja sama agar perayaan malam Tahun Baru 2019 berjalan lancar.

"Kami menyediakan kantong parkir bagi pengunjung dan pengaturan arus lalu lintas," kata Hendrar.

Baca juga: Lalu Lintas ke Parapat Normal, Pengendara Diminta Waspada Longsor

Sejumlah ruas jalan akan ditutup untuk mengantisipasi membeludaknya warga melihat atraksi baru. Ruas di Jalan Madukoro ditutup total hingga Senin (31/12/2018) pukul 24.00 WIB.

Sementara di ruas Jalan Bojongsalaman juga akan ditutup total hingga malam tahun baru nanti.

"Khusus untuk akses dari Bandara Internasional Ahmad Yani menuju Madukoro akan ditutup dan dialihkan melalui Jalan arteri Yos Sudarso," tambahnya.

Pengalihan arus lalu lintas akan dimulai dari Bundaran Kalibanteng, lalu di pertigaaan Jalan Puri Anjasmoro, Tugu Muda dan Simpang Lima.

Masyarakat pun diimbau untuk menghindari jalur tersebut untuk mencegah kemacetan di jalan.

Sementara, lahan parkir untuk melihat atraksi pertama air mancur menari bak di jembatan di Korea Selatan itu terdapat di sepanjang Jalan Madukoro atau di sebelum kantor Dinas Pekerjaan Umum, di Jalan Bojongsalaman, Jalan Kokrosono, dan Jalan Basudewo.

Hendrar juga mengingatkan kepada masyarakat ataupun komunitas yang ingin mengabadikan momentum tersebut agar tidak menggunakan drone pribadi. Pengambilan gambar dilakukan oleh tim drone dari panitia.

"Itu kami lakukan karena alasan keamanan dan perijinan, mengingat kawasan acara sangat dekat dengan wilayah penerbangan bandara Ahmad Yani," tambahnya. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X