Kompas.com - 23/10/2018, 15:17 WIB
Ratusan mahasiswa UIN Alauddin Makassar terlibat tawuran di Kampus 2 Samata, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Selasa, (23/10/2018). KOMPAS.com / ABDUL HAQRatusan mahasiswa UIN Alauddin Makassar terlibat tawuran di Kampus 2 Samata, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Selasa, (23/10/2018).


GOWA, KOMPAS.com - Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dari dua fakultas berbeda terlibat tawuran dan saling serang. Aksi tawuran ini mengakibatkan puluhan kendaraan rusak.

Tawuran yang dimulai pada pukul 11.55 Wita Selasa, (23/10/2018) di Kampus 2 Samata, Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini melibatkan mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum dengan mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Para mahasiswa terlibat saling serang menggunakan batu dan balok kayu.

"Penyebabnya adalah keributan pertandingan futsal kemarin dan berlanjut hingga saat ini padahal kami telah damaikan keduanya," kata Prof Aisyah, Wakil Rektor III UIN Alauddin Makassar.

Baca juga: Tawuran di Dekat Kantor Polisi, 5 Siswa SMA Ditangkap

Puluhan petugas keamanan kampus yang berusaha melerai kewalahan menengahi konflik.

Dua mahasiswa yang dinilai provokator berhasil diamankan. Akibat tawuran ini, puluhan kendaraan baik roda dua maupun roda empat rusak. Tak hanya itu, sejumlah kaca gedung perkuliahan pecah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tawuran ini terhenti setelah puluhan personel aparat kepolisian tiba di lokasi dan langsung menetralisir kampus. Seluruh mahasiswa diperintahkan meninggalkan kampus.

"Kami melakukan netralisir dengan mengosongkan kampus sebab ini sudah berapa jam berlangsung termasuk tindakan tegas akan kami lakukan," kata Kompol Muhammad Majri, Wakapolres Gowa saat menetralisir mahasiswa.

Pihak kampus sendiri mengaku akan meliburkan perkuliahan serta menindak tegas pelaku tawuran.

"Hasil rapat dari seluruh pimpinan adalah perkuliahan akan dilibutkan hingga hari Jumat dan kami akan melakukan tindakan tegas bagi pelaku tawuran," kata Prof Aisyah.

Kompas TV Mereka disinyalir menjadi provokator dalam aksi tawuran dan penyerangan pada polisi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.