Istri Penganiaya Suami hingga Tewas Divonis 10 Tahun Penjara, Ibu Mertua Mengamuk

Kompas.com - 28/08/2018, 11:33 WIB
Ibu korban pembunuhan mengamuk pada menantunya di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (23/8/2018). TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBIIbu korban pembunuhan mengamuk pada menantunya di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (23/8/2018).

MEDAN, KOMPAS.com - Ajizah (33), seorang istri yang menganiaya suaminya, Hendra, hingga meninggal dunia, divonis 10 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Medan pada Kamis (23/8/2018).

Mendengar vonis tersebut, ibu mertuanya atau ibu dari Almarhum Hendra mengamuk di persidangan.

Ibu mertuanya itu mengungkapkan kekecewaannya karena si menantu hanya dihukum 10 tahun penjara.

"Kalau (hanya) 10 tahun hukuman, semua mudah membunuh," teriak ibu tersebut.

Baca juga: Alasan Uji Keperawanan, Pria Ini Cabuli Calon Istri Anaknya 10 Kali

Mendengar teriakannya, petugas keamanan yang berjaga berusaha menenangkan dan mengarahkan keluarga korban keluar ruang sidang Cakra IX Pengadilan Negeri Medan.

Seusai sidang, saat terdakwa Ajizah digiring ke ruang sel tahanan Pengadilan Negeri Medan, sang mertua dan anak-anaknya berusaha memukuli Ajizah yang dikawal petugas dan Jaksa Penuntut Umum.

Hakim Ketua Gosen Butarbutar menyebutkan, terdakwa Ajizah terbukti melakukan unsur-unsur penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang sehingga diputuskan dengan Pasal 353 ayat (3) KUHAPidana.

"Hakim memutuskan perbuatan terdakwa atas nama Ajizah terbukti melakukan unsur-unsur penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Hakim memutuskan terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun dan denda Rp 5.000 dibayarkan kepada negara," ujar Gosen.

Baca juga: Sebelum Tewas Tertabrak Truk, Korban Ganti Nama WA Jadi Calon Mayat

Vonis yang diterima Ajizah lebih rendah dari tuntutan JPU Aisyah dari Kejari Medan yang sebelumnya meminta hakim memutuskan selama 14 tahun penjara.

Penganiayaan yang dilakukan Ajizah kepada suaminya terjadi pada Kamis 4 Januari 2018. Kala itu, Ajizah curiga terhadap perilaku suaminya Hendra yang keluar malam hari untuk menemui wanita lain.

Ajizah emosi melihat suaminya marah dan tidak mengaku saat ditanya tujuannya pergi malam-malam. Puncaknya, Ajizah melukai Hendra dengan menusuk kaki kiri korban. Korban Hendra lalu meninggal dunia di RS Sufina Azis pada hari yang sama setelah mengalami kehabisan darah akibat putusnya pembuluh darah.

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Anak Kandungnya Jadi Korban Pembunuhan Sang Menantu, Ibu Ini Mengamuk di PN Medan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X