Napi Tipikor Biayai Pembangunan Saung 'Mewah' di Lapas Sukamiskin

Kompas.com - 25/07/2018, 17:03 WIB
Sejumlah barang sitaan hasil sidak diperlihatkan saat pers rilis di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Minggu (22/7/2018). Kementerian Hukum dan HAM serentak melakukan sidak barang-barang mewah atau elektronik yang dimiliki warga binaan lapas dan rutan seluruh Indonesia. ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASASejumlah barang sitaan hasil sidak diperlihatkan saat pers rilis di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Minggu (22/7/2018). Kementerian Hukum dan HAM serentak melakukan sidak barang-barang mewah atau elektronik yang dimiliki warga binaan lapas dan rutan seluruh Indonesia.

BANDUNG, KOMPAS.com - Saung mewah di Lapas Sukamiskin, Bandung, segera dibongkar oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) lantaran berdiri tidak sesuai peruntukannya. 

Saung mewah tersebut memang sudah lama berdiri di lapas tersebut, sehingga tidak diketahui kapan waktu pembangunannya. Saung tersebut difungsikan untuk para napi menerima kunjungan.

Padahal, sudah ada tempat khusus bagi napi untuk menerima kunjungan keluarganya. 

Plt Kakanwil Jawa Barat Dodot Adit Koeswanto menyebutkan bahwa saung "mewah" yang ada Di Lapas Sukamiskin tersebut dibangun dengan biaya para napi tindak pidana korupsi (tipikor). 

Baca juga: Tak Sesuai Peruntukan, 32 Saung Mewah di Lapas Sukamiskin Dibongkar

"Yang membuat saung warga binaan sendiri, atas dana mereka sendiri," kata Dodot di Lapas Sukamiskin, Kota Bandung, Rabu (25/7/2018). 

Terkait fungsi saung "mewah" yang difungsikan menjadi tempat bagi para napi menerima kunjungan keluarganya, Dodot mengatakan jika sebenarnya pihak lapas telah menyediakan tempat kunjungan khusus bagi para napi dan keluarga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tempat kunjungan sebenarnya ada di antara kantor dan blok hunian. Ada tempat untuk menemui keluarga. Kunjungan umum," jelasnya. 

Plh Lapas Sukamiskin Kusnali menambahkan, bahwa saung yang dibiayai para napi itu hanya dapat dimanfaatkan oleh napi-napi tertentu saja.

"Saung itu pemanfaatannya tidak untuk semua, terindikasi untuk orang tertentu. Makanya dibongkar," jelasnya.

Baca juga: Operasi Senyap Tertibkan Saung di Lapas Sukamiskin

Kini 32 saung "mewah" itu telah dibersihkan Satgas Kamtib Lapas dan Rutan se-Jawa Barat sejak Selasa (24/7/2018) pukul 17.00 WIB hingga Rabu (25/7/2018) sekira pukul 00.30 WIB. 

Sejumlah kendaraan seperti pikap dan truk digunakan untuk mengangkut puing bongkaran saung dan gazebo yang menjadi fasilitas 'mewah' di Lapas para napi koruptor itu. 

Pembongkaran saung ini dilakukan lantaran tidak sesuai dengan peruntukannya, dan juga untuk menghilangkan anggapan publik bahwa ada keistimewaan dalam Lapas Sukamiskin tersebut. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X