Perjalanan Tim Wissemu ke Puncak Everest Diperkirakan Tujuh Hari

Kompas.com - 14/05/2018, 13:21 WIB
Tim Wissemu tengah melanjutkan perjalanan menuju puncak Everest, perjalanan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu 7 hari. Dokumentasi Tim WissemuTim Wissemu tengah melanjutkan perjalanan menuju puncak Everest, perjalanan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu 7 hari.

BANDUNG, KOMPAS.com - Tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala-Unpar (WISSEMU) semakin dekat dengan misi untuk mencapai puncak Gunung Everest.

Sebelumnya tim Wissemu menunggu cuaca pendakian terbaik sambil beristirahat dari rangkaian proses aklimatisasi panjang atau adaptasi tubuh pada ketinggian tertentu di Desa Zhaxizongxiang, Tibet di ketinggian 4.150 meter di atas permukaan laut (mpdl).

Akhirnya dua pendaki Tim WISSEMU, Fransiska Dimitri Inkiriwang (Deedee) dan Mathilda Dwi Lestari (Hilda), siap berangkat menuju puncak Gunung Everest. Diperkirakan perjalanan mereka menuju puncak memakan waktu sekitar tujuh hari.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, perjalanan menuju Puncak Everest ini dilakukan dari Desa Zhaxizongxiang (4.150 mdpl).

Baca juga: Tiba di Everest Basecamp, Tim Wissemu Latihan Teknik Pendakian

Jalur yang dilalui sama dengan jalur proses aklimatisasi yaitu, Intermediate Camp (IR) di ketinggian 5.800 mdpl, Advanced Base Camp (ABC) di 6.400 mdpl, North Col (7.020 mdpl), Camp 1 (7.050 mdpl).

Setelah itu rute-rute baru menanti, sementara proses aklimatisasi terakhir hanya sampai ketinggian 7.400 mdpl alias separuh jalan menuju Camp 2.

Selanjutnya perjalanan dilaukan melalui Camp 2 (7.800 mdpl), Camp 3 (8.300 mdpl), dan yang terakhir Puncak Everest (8.848 mdpl).

Adapun estimasi kedua pendaki akan berada di puncak Everest paling cepat pada Kamis (17/5/2018). Namun, perkiraan tersebut dapat berubah tergantung pada kondisi cuaca dalam pendakian nanti.

Sementara itu, selama tiga hari empat malam di Desa Zhaxizongxiang, Deedee dan Hilda bertemu dengan tim pendukung WISSEMU yang berangkat dari Bandung pada tanggal 28 Maret 2018. Tim ini terdari atas empat anggota Mahitala.

Tim pendukung ini tidak hanya memberikan suplai logistik dan makanan tapi juga memberi dukungan moral dan mental untuk kedua pendaki sebelum Summit Push.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

Regional
4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

Regional
Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Regional
Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Regional
Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Regional
Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar 'Open House' dan Syukuran Usai Dilantik

Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar "Open House" dan Syukuran Usai Dilantik

Regional
Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Regional
Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Regional
Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Regional
Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Regional
Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Regional
Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Regional
Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Regional
Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Regional
Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X