Panglima TNI Khawatir Pemuda Lebih Kenal K-Pop Dibanding Jenderal Sudirman

Kompas.com - 20/03/2018, 06:05 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto usai memberikan ceramah pembekalan siswa SMA Taruna Nusantara, Magelang, Senin (19/3/2018) sore. KOMPAS.com/IKA FITRIANA Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto usai memberikan ceramah pembekalan siswa SMA Taruna Nusantara, Magelang, Senin (19/3/2018) sore.

MAGELANG, KOMPAS.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto merasa prihatin dengan generasi masa kini. Mereka lebih mengenal artis luar negeri dibanding tokoh atau pahlawan nasional. Hal itu dianggap sebagai dampak buruk dari pesatnya globalisasi.

"Saya pernah bertanya pada seorang pemuda: "Tahu K-pop?" dia menjawab dengan cepat: "Tahu, Pak, Korea Selatan. Lalu pemuda itu bisa menyebutkan semua anggota K-Pop. Giliran ditanya Laksamana Yos Sudarso, dia tidak tahu. Saya khawatir nanti Jenderal Sudirman juga tidak tahu," cerita Hadi dalam ceramah pembekalan di hapadan 1.080 siswa SMA Taruna Nusantara, Magelang, Senin (19/3/2018).

Menurut Hadi, sudah banyak pemuda yang terpengaruh globalisisasi, sehingga berdampak pada penurunan nilai ideologi Pancasila. Hal itu tidak lepas dari teknologi internet yang kian mudah diakses oleh siapapun.

"Nilai ideologi Pancasila di kalangan generasi muda mengalami penurunan. Sudah terkena ideologi global. Oleh karena itu, kami minta jangan sampai terpengaruh, generasi muda harus terus mempertahankan nilai ideologi Pancasila, jangan sampai nilai itu luntur," tegasnya.

(Baca juga : Panglima TNI Siap Jelaskan soal Tank Tenggelam kepada Komisi I DPR )

Hadi menyebutkan hampir 51 persen penduduk dunia telah terhubung dengan internet. Sementara waktu yang dihabiskan seseorang untuk mengakses dunia maya mencapai 3/4 hari.

Hadi tidak menampik jika internet banyak memberi manfaat, akan tetapi juga bisa membawa dampak buruk, termasuk penyebaran paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila.

"Mereka habiskan 3/4 hari hidup di dunia digital, 1/4 harinya untuk dunia nyata. Pengaruh globalisasi luar biasa, informasi atau berita dari luar mudah diakses, tetapi dampak buruknya juga mudah terpengaruh paham dari luar," tutur Hadi.

Hadi mengingatkan, saat ini Indonesia tengah bersiap menghadapi Revolusi Industri 4.0. Berbagai ancaman akan datang mulai dari ancaman cyber crime atau kejahatan siber, ancaman biologis, dan ancaman kesenjangan.

"Berbagai ancaman global, cyber crime, ancaman biologis, inequality atau ancaman kesenjangan akan berdatangan. Pemuda harus siap. Mereka harus memiliki karakter yang kuat untuk menghadapi ancaman tersebut," tuturnya.

(Baca juga : Panglima TNI Ganti Danjen Kopassus dan Pangdam Jaya )

Mantan Kepala Staf TNI AU itu mencontohkan ancaman cyber crime antara lain mudahnya pihak-pihak tertentu memiliki big data sasaran-sasaran yang ingin dihancurkan lalu menyebarkan paham-paham yang mengikis ideologi dan munculnya berita hoaks.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Sampai 15 Menit, 200 Masker Ludes Dibagikan ke Pengendara

Tak Sampai 15 Menit, 200 Masker Ludes Dibagikan ke Pengendara

Regional
Tahanan Polres Bukittinggi Diisolasi karena Istrinya yang Hamil 8 Bulan Meninggal Positif Covid-19

Tahanan Polres Bukittinggi Diisolasi karena Istrinya yang Hamil 8 Bulan Meninggal Positif Covid-19

Regional
Tingkat Okupasi Drop, Pengusaha Hotel di Tegal Minta Keringanan Pajak

Tingkat Okupasi Drop, Pengusaha Hotel di Tegal Minta Keringanan Pajak

Regional
Ini Motif Pria di Palembang Aniaya Istri hingga Nyaris Tewas

Ini Motif Pria di Palembang Aniaya Istri hingga Nyaris Tewas

Regional
Serahkan APD dan Vitamin ke Pemkot Solo, Gibran: Semoga Bermanfaat

Serahkan APD dan Vitamin ke Pemkot Solo, Gibran: Semoga Bermanfaat

Regional
Rapid Test Corona Saat Periksa Ruam Kulit ke Puskesmas, Ibu Hamil di Ngawi Terindikasi Positif

Rapid Test Corona Saat Periksa Ruam Kulit ke Puskesmas, Ibu Hamil di Ngawi Terindikasi Positif

Regional
Kebakaran di CPP Gundih Blora Padam dalam Satu Jam

Kebakaran di CPP Gundih Blora Padam dalam Satu Jam

Regional
Gara-gara Saling Melotot, Seorang Kakek di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Gara-gara Saling Melotot, Seorang Kakek di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Regional
Kabidpropam Polda NTT: Anggota Polisi yang Tidak Pakai Masker Saya Proses

Kabidpropam Polda NTT: Anggota Polisi yang Tidak Pakai Masker Saya Proses

Regional
Sosialisasi Cegah Corona Berujung Selfie, Bupati Lombok Barat: Saya Tidak Enak Menolak

Sosialisasi Cegah Corona Berujung Selfie, Bupati Lombok Barat: Saya Tidak Enak Menolak

Regional
Setelah Berbulan-bulan Lowong, Wakil Bupati Kulon Progo Akhirnya Terpilih

Setelah Berbulan-bulan Lowong, Wakil Bupati Kulon Progo Akhirnya Terpilih

Regional
Perjuangan Jurnalis di Pedalaman NTT Tempuh Jarak 10 Km Cari Sinyal untuk Kirim Berita

Perjuangan Jurnalis di Pedalaman NTT Tempuh Jarak 10 Km Cari Sinyal untuk Kirim Berita

Regional
Cerita Bupati Lombok Barat, Niat Sosialisasi Jaga Jarak untuk Cegah Corona Malah Diajak Selfie Warga

Cerita Bupati Lombok Barat, Niat Sosialisasi Jaga Jarak untuk Cegah Corona Malah Diajak Selfie Warga

Regional
UGM Berikan Bantuan Makanan dan Vitamin untuk Mahasiswa yang Tinggal di Indekos

UGM Berikan Bantuan Makanan dan Vitamin untuk Mahasiswa yang Tinggal di Indekos

Regional
Pekerja yang Terkena PHK di Salatiga Bakal Beralih Jadi Driver Ojol

Pekerja yang Terkena PHK di Salatiga Bakal Beralih Jadi Driver Ojol

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X