Kompas.com - 22/08/2017, 15:19 WIB
Petugas TNGR dan masyarakat berupaya memadamkan api di jalur pendakian Rinjani, Selasa (22/8/2017) Dok TNGRPetugas TNGR dan masyarakat berupaya memadamkan api di jalur pendakian Rinjani, Selasa (22/8/2017)
|
EditorErlangga Djumena

MATARAM, KOMPAS.com - Pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menyatakan, lokasi kebakaran yang terjadi di jalur pendakian Rinjani, merupakan habitat bunga edelweis yang dilindungi.

"Lokasi yang terbakar di kebakaran yang terjadi kemarin sore hingga pagi dini hari tadi itu sebenarnya lokasi keberadaan edelweis di jalur pendakian Sembalun," kata Kepala TNGR, Agus Budi Santoso, Selasa (22/8/20107).

Agus menyebutkan, habitat edelweis di Gunung Rinjani hanya ada di jalur pendakian Timbanuh, sebagian Senaru, dan sebagian Sembalun. Di Sembalun, habitat edelweis berada di antara pos tiga menuju pos ekstra serta sedikit di Plawangan.

"Nah lokasi ini yang kebakaran adalah blok yang didominasi oleh edelweis sebetulnya, jadi ini sangat disayangkan," ucap dia.

TNGR sendiri belum bisa memastikan berapa luas hamparan edelweis yang ikut terbakar dalam peristiwa ini. "Luasan edelweis hamparannya sekitar 12 hektar, tapi berapa luas hamparan yang terbakar itu kita sedang hitung," sebut Agus.

Baca juga: Foto-foto Seputar Kebakaran di Jalur Pendakian Gunung Rinjani

Dia mengatakan, saat ini tim dari TNGR bersama tim identifikasi tengah melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kebakaran yang terjadi di jalur pendakian Gunung Rinjani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Agus menduga, kebakaran di jalur pendakian bukan merupakan faktor alam. Berdasarkan teori, kebakaran di jalur pendakian bisa terjadi akibat puntung rokok, api unggun yang lupa dimatikan atau tempat memasak yang lupa dimatikan oleh pengunjung.

Dia menyebut, belum mengetahui apakah ada unsur kesengajaan atau tidak dalam kebakaran ini. Jika terbukti ada unsur kesengajaan manusia dalam kebakaran yang terjadi, pihaknya berharap pelaku dapat ditindak secara tegas.

Sebelumnya, Kebakaran terjadi di jalur pendakian Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Titik api terpantau di pos 3 menuju pos ekstra jalur pendakian Sembalun, sekitar pukul 17.30 WITA, Senin (21/8/2017).

Kebakaran terjadi di sekitar padang savana, membakar rumput kering dan pohon cemara. Luas lahan kebakaran diperkirakan mencapai 9,7 hektar. Perkiraan zonasi yang terbakar meliputi zona pemanfaatan 3,8 hektar, zona inti 3,6 hektar, dan zona rimba 2,3 hektar.

Sampai dengan pukul 00.45 Wita kondisi api belum bisa dipadamkan secara total. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 03.00 Wita.

Kompas TV Kebakaran melanda kawasan hutan di Gunung Gle Taron, Aceh Besar.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.