Dituduh Komunis, Baliho Organisasi Mantan Wali Kota Malang Diturunkan

Kompas.com - 05/07/2017, 16:12 WIB
Baliho milik Organisasi Red Army di Kota Malang yang tersebar di media sosial. Baliho tersebut sudah diturunkan menyusul adanya tuduhan komunis. HandoutBaliho milik Organisasi Red Army di Kota Malang yang tersebar di media sosial. Baliho tersebut sudah diturunkan menyusul adanya tuduhan komunis.
|
EditorFarid Assifa

MALANG, KOMPAS.com - Sejumlah atribut publikasi atau baliho milik organisasi kemasyarakatan Red Army di Kota Malang diturunkan menyusul adanya tuduhan organisasi tersebut beraliran komunis.

Penurunan baliho itu dilakukan oleh petugas Satpol PP Kota Malang pada Selasa (4/7/2017).

Komandan Kodim (Dandim) 0833 Kota Malang, Letkol Arm Aprianko Suseno mengatakan, penurunan baliho tersebut sudah dikomunikasikan dengan pihak organisasi Red Army.

"Red Army itu kalau orang melihat itu kan identik dengan komunis. Identik dengan satuan di Uni Soviet, di Vietnam maupun di China," katanya, Rabu (5/7/2017).

Baca juga: Seorang Warga di Malang Diteror Bom dan Dimintai Uang Rp 10 Juta

Aprianko mengatakan, tuduhan komunis terhadap Red Army Kota Malang berasal dari warga luar Kota Malang. Sebab bagi warga Kota Malang, Red Army merupakan organisasi bentukan Peni Suparto, mantan wali kota Malang dua periode, 2003-2008 dan 2008-2013.

"Kalau orang Malang itu tahu kalau Red Army itu bentukannya Pak Peni. Tapi kalau orang luar Malang yang lihat, kok ada Red Army. Nah, makanya di medsos dibuatlah identik dengan komunis. Bahkan di medsos berbunyinya apakah Red Army komunis sudah turun di Kota Malang," jelasnya.

Ketua Organisasi Red Army, Peni Suparto mengatakan, organisasi yang dibentuknya pada akhir 2012 itu tidak terkait dengan paham komunis. Baik paham komunis di Rusia, Vietnam maupun China.

"Kalau dikaitkan dengan Rusia, siapa yang tahu Rusia. Tidak ada (organisasi Red Army di Kota Malang) komunisnya," katanya.

Peni menyebut, asas organisasi yang dipimpinnya adalah Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Sementara tujuannya adalah ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Red Army adalah organisasi kemasyarakatan yang berasaskan Pancasila dan UUD 45 yang bertujuan memelihara NKRI. Tidak ada komunisnya. Kami akan berada di garis depan dalam menjaga Pancasila. Red Army tidak ada kaitannya dengan komunis," katanya.

Terkait dengan lambang bintang berwarna kuning yang menjadi lambang organisasi tersebut, Peni mengaku bahwa lambang tersebut untuk menunjukkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Di dada Pancasila, ada lambang bintang yang menunjukkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Warga Red Army adalah warga yang berketuhanan Yang Maha Esa. Salahnya di mana. Dan, ini saya akan pertanggungjawabkan," jelasnya.

Baca juga: Cerita Jokowi Rumahya Pernah Didatangi Orang yang Termakan Isu Komunis

Peni mengakui bahwa baliho yang dipasangnya tidak berizin. Menurutnya, perizinan baliho tersebut masih dalam proses.

"Kenapa sedang diproses karena saat dipasang semua kantor masih tutup (libur Lebaran)," katanya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Uang Study Tour, Ayah Bunuh Siswi SMP yang Tewas di Drainase Sekolah

Gara-gara Uang Study Tour, Ayah Bunuh Siswi SMP yang Tewas di Drainase Sekolah

Regional
Diduga Korsleting Listrik, Dua Ruangan SMA 1 Pangkah Tegal Dilalap Api

Diduga Korsleting Listrik, Dua Ruangan SMA 1 Pangkah Tegal Dilalap Api

Regional
Wapres Ma'ruf Amin Ingin Indonesia Jadi Produsen Ekonomi Halal Terbesar di Dunia

Wapres Ma'ruf Amin Ingin Indonesia Jadi Produsen Ekonomi Halal Terbesar di Dunia

Regional
Driver Ojol Asal Sragen yang Kena Peluru Nyasar Polisi Dioperasi, Kondisinya Membaik

Driver Ojol Asal Sragen yang Kena Peluru Nyasar Polisi Dioperasi, Kondisinya Membaik

Regional
Polisi Cari Pemasok Kartu Ponsel untuk 'Gojek Tuyul' di Malang

Polisi Cari Pemasok Kartu Ponsel untuk "Gojek Tuyul" di Malang

Regional
Tak Ada Gempa Susulan Usai Gempa 6,0 Guncang Maluku, Apa Penyebabnya?

Tak Ada Gempa Susulan Usai Gempa 6,0 Guncang Maluku, Apa Penyebabnya?

Regional
Dedi Mulyadi Usulkan Omnibus Law untuk Atasi Banjir DKI, Jabar dan Banten

Dedi Mulyadi Usulkan Omnibus Law untuk Atasi Banjir DKI, Jabar dan Banten

Regional
Warga 84 Desa di Sumenep Kurang Tertarik Jadi Penyelenggara Pilkada

Warga 84 Desa di Sumenep Kurang Tertarik Jadi Penyelenggara Pilkada

Regional
Gojek Tuyul Pemilik 41 Akun Diduga Memiliki Jaringan

Gojek Tuyul Pemilik 41 Akun Diduga Memiliki Jaringan

Regional
3 Tersangka Susur Sungai Sempor Digunduli, Dinas Pendidikan Sleman: Mereka Tidak Ditekan

3 Tersangka Susur Sungai Sempor Digunduli, Dinas Pendidikan Sleman: Mereka Tidak Ditekan

Regional
Kalau Sudah Definitif, Isdianto Wajib Dicalonkan sebagai Gubernur

Kalau Sudah Definitif, Isdianto Wajib Dicalonkan sebagai Gubernur

Regional
Alasan Budi Bunuh Anaknya dan Buang Jasad Korban ke Gorong-gorong Sekolah

Alasan Budi Bunuh Anaknya dan Buang Jasad Korban ke Gorong-gorong Sekolah

Regional
Tak Sadar Diberi Uang Palsu, Kakek Penjual Rujak Ini Sempat Bolak Balik Antar Pesanan Pelaku

Tak Sadar Diberi Uang Palsu, Kakek Penjual Rujak Ini Sempat Bolak Balik Antar Pesanan Pelaku

Regional
Seorang Pemuda di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai

Seorang Pemuda di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai

Regional
Iming-iming Nilai Bagus, Oknum Guru SMA Cabuli Siswinya Sendiri

Iming-iming Nilai Bagus, Oknum Guru SMA Cabuli Siswinya Sendiri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X