Kisah di Balik Kembalinya Bocah yang Hilang dan Dikira Meninggal 2 Tahun Lalu

Kompas.com - 14/01/2017, 12:15 WIB
|
EditorCaroline Damanik

GOWA, KOMPAS.com - Awal alias Goso (7), bocah asal Dusun Bontoa, Desa Kampili, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang hilang dan dikira meninggal dua tahun silam kembali pulang ke rumahnya.

Dia kini tinggal bersama ibu dan neneknya. Setiap hari hingga Sabtu (14/1/2017), puluhan warga terus berdatangan menanyakan perihal keberadaan Goso selama dua tahun ini.

Suasana gembira memenuhi kediaman Yanti (30). Sejak kepulangan putra keduanya yang selama ini dinyatakan meninggal dunia dua tahun lalu. Daeng Baong (40), suaminya yang merupakan bapak kandung Awal, telah meninggal dunia sejak tiga tahun lalu dengan meninggalkan tiga orang anak.

Sepeninggal suaminya, tanggung jawab diemban Yanti dengan bekerja serabutan. Ekonomi keluarganya semakin surut hingga mereka  merelakan putri bungsunya dirawat dan dibesarkan oleh kerabatnya.

Begitu pun Awal, dua tahun silam seorang pria yang mengaku sebagai teman almarhum bapaknya datang ke rumahnya dan memohon agar Awal diserahkan kepadanya agar dirawat dan dibesarkan olehnya.

Lantaran kondisi ekonomi yang cukup memprihatinkan, ibu korban terpaksa merelakan putranya dibawa pergi oleh pria tersebut dengan janji akan membawa Awal bertemu dengannya setiap pekannya.

"Itu hari memang terpaksa diberikan karena memang kalau di sini sangat susah. Buat makan saja sehari-hari susah karena meninggal bapaknya dan tidak ada yang bisa kerja," kata Rewa Gassing, salah satu warga setempat.

Hari berganti dan bulan pun berganti. Kabar keberadaan Awal tak diketahui, sejumlah kerabat melakukan pencarian termasuk mencari alamat pria yang membawa Awal. Namun, alamat yang diberikan ternyata salah.

Pasrah akan keberadaannya, ibu korban kemudian mengira bahwa Awal telah diculik dan dibunuh oleh pria tersebut. Pasalnya selama berbulan-bulan dilakukan pencarian, keberadaannya menjadi misteri.

"Saya kira anakku sudah meninggal makanya saya kaget waktu datang dibawa sama polisi. Ternyata saya tanya-tanya, katanya tinggal di panti asuhan tapi nama pantinya juga dia tidak tahu," kata Yanti yang ditemui di kediamannya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pura-pura Cari Kos, Pemuda Asal Kuningan Ini Malah Curi Laptop

Pura-pura Cari Kos, Pemuda Asal Kuningan Ini Malah Curi Laptop

Regional
Relawan PMI Gunungkidul Hampir Setiap Hari Makamkan Korban Covid-19

Relawan PMI Gunungkidul Hampir Setiap Hari Makamkan Korban Covid-19

Regional
Misteri Mayat Anak Perempuan di Subang, Ada Lelaki yang Letakkan Karung Sehari Sebelum Penemuan

Misteri Mayat Anak Perempuan di Subang, Ada Lelaki yang Letakkan Karung Sehari Sebelum Penemuan

Regional
Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terima Santunan Rp 50 Juta

Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terima Santunan Rp 50 Juta

Regional
Pengakuan Pelaku Usai Bunuh Wanita Teman Kencan di Hotel: Saya Takut Dipenjara

Pengakuan Pelaku Usai Bunuh Wanita Teman Kencan di Hotel: Saya Takut Dipenjara

Regional
Bupati Pati Buka Masker Saat Sesi Foto Kondangan, Ganjar: Mau Foto, Mau Enggak, Tidak Boleh

Bupati Pati Buka Masker Saat Sesi Foto Kondangan, Ganjar: Mau Foto, Mau Enggak, Tidak Boleh

Regional
Kristen Gray Bakal Diperiksa soal Twit Ajak Warga Asing ke Bali Saat Pandemi Covid-19

Kristen Gray Bakal Diperiksa soal Twit Ajak Warga Asing ke Bali Saat Pandemi Covid-19

Regional
Kristen Gray Gunakan Visa Kunjungan untuk Masuk Bali Awal 2020, Alamatnya Kini Terdeteksi

Kristen Gray Gunakan Visa Kunjungan untuk Masuk Bali Awal 2020, Alamatnya Kini Terdeteksi

Regional
Kebun dan Tambang Ilegal 17 Juta Hektar, Dedi Mulyadi: Negara Rugi Dua Kali

Kebun dan Tambang Ilegal 17 Juta Hektar, Dedi Mulyadi: Negara Rugi Dua Kali

Regional
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.800 Meter ke Arah Kali Krasak dan Boyong

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.800 Meter ke Arah Kali Krasak dan Boyong

Regional
Puting Beliung Terjang Rote Ndao, 17 Rumah Warga Rusak

Puting Beliung Terjang Rote Ndao, 17 Rumah Warga Rusak

Regional
Gubernur Bengkulu Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Edhy Prabowo, Ini Komentar Pengacaranya

Gubernur Bengkulu Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Edhy Prabowo, Ini Komentar Pengacaranya

Regional
48 Lansia di Banyumas Positif Covid-19 Usai Jalani Tes Cepat Antigen

48 Lansia di Banyumas Positif Covid-19 Usai Jalani Tes Cepat Antigen

Regional
Komisi IV Ungkap Kebun dan Tambang Ilegal di Indonesia 17 Juta Hektar

Komisi IV Ungkap Kebun dan Tambang Ilegal di Indonesia 17 Juta Hektar

Regional
Penyebab Kasus Covid-19 di Solo Masih Tinggi meski Sudah Terapkan PPKM

Penyebab Kasus Covid-19 di Solo Masih Tinggi meski Sudah Terapkan PPKM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X