Setelah Terima Vaksin Campak, Siswa SD Didiagnosis Derita "Bell Palsy"

Kompas.com - 04/10/2016, 12:09 WIB
Andini Aulia (7)  bersama ibumya Yuli  menunggu pemeriksaan di RSUD Syamsudin Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (4/10/2016).  KOMPAS.com/BUDIYANTOAndini Aulia (7) bersama ibumya Yuli menunggu pemeriksaan di RSUD Syamsudin Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (4/10/2016).
|
EditorCaroline Damanik

SUKABUMI, KOMPAS.com — Seorang pelajar, Andini Aulia (7), diduga menderita penyakit bell palsy setelah menerima vaksin campak di sekolahnya di SD Negeri Cipetir 1, Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, Selasa (27/9/2016).

Saat ini, warga Kampung Cijarian Pasir RT 23 RW 07 itu sedang menjalani pemeriksaan medis di Poliklinik Saraf RSUD R Syamsudin Kota Sukabumi. Sebelumnya, dia sempat ditangani di RSUD Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

"Kata dokter di Rumah Sakit Sekarwangi, penyakitnya bell palsy seperti yang pernah diderita Gubernur Rano Karno," ungkap ibu Andini, Yuli (27), saat menunggu pemeriksaan medis, Selasa (4/10/2016).

Saat ini, lanjut dia, putri pertamanya dirujuk dari RSUD Sekarwangi ke RSUD R Syamsudin karena di RSUD Sekarwangi ada peralatan medis yang tidak tersedia.

"Di sini akan di-CT scan," ujar dia.

Yuli menuturkan, anaknya diketahui mengalami sakit pada saat tertidur pulas. Sebelumnya, dia sempat mendapatkan vaksin campak di sekolah pada pagi harinya.

"Malam harinya, saat anak saya tidur, terlihat mata sebelah kirinya tetap terbuka dan mulutnya bengok," tuturnya.

Setelah mengetahui anak pertamanya ada kejanggalan pada bagian mukanya, dia langsung melaporkan ke pihak sekolah. Selanjutnya, dia memeriksakan anaknya ke bidan yang bertugas di puskesmas.

"Baru hari Jumat diperiksa ke Rumah Sakit Sekarwangi di Cibadak dan dirujuk ke Rumah Sakit Bunut (RSUD) Syamsudin," kata dia.

Hingga pukul 11.15 WIB, bocah Andini masih menunggu antrean pemeriksaan dokter spesialis saraf dr Tut Wuri Handayani.

Belum ada konfirmasi dari pihak SDN Cipetir 1 maupun pihak RSUD R Syamsudin.

Tokoh masyarakat setempat Deni Setiawan menjelaskan, warganya yang menderita sakit belum masuk keanggotaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Padahal, mereka berasal dari keluarga tidak mampu.

"Kami dampingi dan membantu mengurus dengan Jamkesda," ujar mantan Kepala Desa (Kades) Undrusbinangun yang tinggal di Desa Cipetir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.