Bolos Sekolah, 8 Siswa SMA Dihukum Menyanyikan "Indonesia Raya"

Kompas.com - 05/09/2016, 13:09 WIB
8 siswa SMA/SMK di Kendal dihukum menyanyikan lagu Indonesia Raya karena ketahuan membolos, Senin (5/9/2016). KOMPAS.com/ SLAMET PRIYATIN8 siswa SMA/SMK di Kendal dihukum menyanyikan lagu Indonesia Raya karena ketahuan membolos, Senin (5/9/2016).
|
EditorFarid Assifa

KENDAL, KOMPAS.com - Delapan siswa dari SMA dan SMK swasta di Kendal, Jawa Tengah, dihukum menyanyi lagu Indonesia Raya dan menghafal Pancasila di teras kantor Satpol PP Kendal, Senin (5/9/2016).

Mereka dihukum karena tertangkap berkeliaran pada waktu jam sekolah. Delapan siswa itu antara lain MY, AA, TD, AS, SM, M, CH dan BT.

Dalam razia itu, siswa dan petugas Satpol PP sempat saling kejar-kejaran. Bahkan, tiga siswa terjun ke sawah untuk menghindari kejaran petugas. Namun karena sudah terkepung, akhirnya para siswa itu menyerah.

Menurut pengakuan salah satu siswa, CH, dirinya membolos bersama 2 temannya karena terlambat sekolah.


“Saya kaget ketika tiba-tiba ada Satpol PP. Lalu saya bersama 2 teman lari dan melompat ke sawah,” kata CH.

CH mengaku baru pertama tertangkap razia. Ia mengaku kapok dan tidak mau membolos lagi.

Kepala Satpol PP Kendal Toni Ari Wibowo menegaskan bahwa razia pelajar digelar karena ada laporan dari warga. Dari razia itu, 8 siswa tertangkap di dua tempat yang berbeda, yaitu di sebuah warung makan di Kebundalem dan Purin, Kendal.

“Beberapa siswa sempat lolos dari sergapan kami,” kata Toni.

Toni menambahkan, razia pelajar akan terus digelar supaya tidak ada lagi siswa yang bolos. Sedang 8 siswa yang terkejar razia tersebut akan diberi pembinaan.

“Orangtua dan kepala sekolah mereka akan kami panggil,” jelasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Belum Ada Kabupaten yang Serius Urus Tanaman Kelor

Gubernur NTT: Belum Ada Kabupaten yang Serius Urus Tanaman Kelor

Regional
Longsor di Sejumlah Daerah, Tewaskan Warga Pasaman hingga Rumah di Kulon Progo Jebol

Longsor di Sejumlah Daerah, Tewaskan Warga Pasaman hingga Rumah di Kulon Progo Jebol

Regional
TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Regional
Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Regional
Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Regional
Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Regional
Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Regional
5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

Regional
Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Regional
Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Regional
Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Regional
Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Regional
Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X