Bantah Cubit Murid, Guru Samhudi Minta Dibebaskan

Kompas.com - 22/07/2016, 16:34 WIB
Sambudi duduk di kursi pesakitan PN Sidoarjo dengan dukungan rekan seprofesinya, Rabu (29/6/2016). SURYA/Irwan SyairwanSambudi duduk di kursi pesakitan PN Sidoarjo dengan dukungan rekan seprofesinya, Rabu (29/6/2016).
EditorCaroline Damanik

SIDOARJO, KOMPAS — Muhamad Samhudi (40), guru yang didakwa mencubit muridnya hingga memar, membacakan sendiri pembelaannya dalam sidang di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (21/7/2016).

Guru Sekolah Menengah Pertama Raden Rachmat, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, itu membantah mencubit muridnya hingga memar.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Rini Sesuli, Samhudi mengatakan, sebagai pendidik, tidak mungkin dirinya tega melakukan kekerasan terhadap anak-anak yang setiap hari dijumpai, dibimbing, dan dididiknya dalam proses belajar mengajar. Apalagi kegiatan belajar di sekolah itu tidak lain bertujuan menjadikan murid-muridnya generasi penerus bangsa yang patut dibanggakan dan berakhlak mulia.

"Melalui pembelaan yang sederhana ini, mohon kepada majelis hakim yang terhormat membebaskan saya dari dakwaan dan tuntutan demi hukum yang berkeadilan," katanya.

Wakil Kepala SMP Raden Rachmat itu bercerita, saat kejadian, 3 Februari 2016, para murid sedang melaksanakan kegiatan shalat sunah Dhuha. Saat itu ada beberapa murid ,termasuk SS dan IM, yang tidak melaksanakan kegiatan yang diwajibkan oleh sekolah itu.

Samhudi, yang sudah 24 tahun menjadi guru, mengaku tidak sedikit pun berkeinginan mencederai murid-muridnya. Dia juga mengaku tidak pernah melakukan perbuatan seperti yang didakwakan jaksa penuntut umum. Dia mengaku hanya mengelus punggung muridnya, menyuruh mereka membuka baju dan sepatu, serta mengalungkan sepatu ke leher masing-masing.

Menurut guru Matematika ini, tugas guru tidak ringan karena harus mengajarkan kebiasaan baik agar melekat sebagai perilaku baik. Tugas mulia itu memerlukan waktu, kesabaran, dan keikhlasan. Samhudi sadar faktor lingkungan berpengaruh terhadap perilaku anak. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang baik agar sifat baik yang sudah tertanam sebelumnya tidak rusak oleh pengaruh dari luar.

Pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Andrianis dari Kejaksaan Negeri Sidoarjo mendakwa Samhudi melanggar Pasal 80 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Jaksa meminta majelis hakim menjatuhkan pidana enam bulan penjara dengan masa percobaan satu tahun dan membayar denda Rp 500.000 subsider dua bulan penjara untuk Samhudi.

Jaksa menyatakan, Samhudi menyuruh SS dan IM membuka sepatu dan baju serta mengalungkan sepatu ke leher masing-masing. Tanpa bertanya terlebih dahulu, Samhudi memukul lengan muridnya dua kali. Samhudi juga mencubit lengan kanan SS hingga memar.

Tindakan itu diperkuat hasil visum dari Puskesmas Balongbendo pada 8 Februari yang menyatakan terdapat luka memar di lengan kanan SS akibat persentuhan dengan benda tumpul.

Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda jawaban jaksa atas pembelaan Samhudi.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Jatim Ichwan Sumadi menyatakan menghargai proses hukum yang berjalan. Namun, pihaknya berharap majelis hakim membebaskan Samhudi. Alasannya, apa yang dilakukan Samhudi semata menegakkan aturan yang ditetapkan sekolah. Penegakan aturan itu bertujuan membangun disiplin siswa agar kelak menjadi anak-anak yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki karakter baik. (NIK)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 22 Juli 2016, di halaman 22 dengan judul "Bantah Cubit Murid, Samhudi Minta Dibebaskan".

 

Kompas TV Kasus Guru Cubit Murid Masuk Sidang Kedua



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada, 5 Titik Jalur Kereta Api di Daop 5 Rawan Bencana

Waspada, 5 Titik Jalur Kereta Api di Daop 5 Rawan Bencana

Regional
Info Terbaru, BNN Menduga Ada Ladang Ganja Tersembunyi di Tasikmalaya

Info Terbaru, BNN Menduga Ada Ladang Ganja Tersembunyi di Tasikmalaya

Regional
Olah Pangan Lokal, Usaha Kelompok Masyarakat Ini Beromzet Jutaan Rupiah Selama Pandemi

Olah Pangan Lokal, Usaha Kelompok Masyarakat Ini Beromzet Jutaan Rupiah Selama Pandemi

Regional
Mayat Perempuan Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo Korban Pembunuhan

Mayat Perempuan Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo Korban Pembunuhan

Regional
Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Buruh Demo di Gedung DPRD Kalsel

Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Buruh Demo di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Pemilik Tanaman Ganja di Tasik Lakukan Riset dan Gunakan Cara Ilmiah

Pemilik Tanaman Ganja di Tasik Lakukan Riset dan Gunakan Cara Ilmiah

Regional
Kisah Vera Key, Sukses Usaha Reparasi Boneka Bekas Diminati hingga ke Mancanegara

Kisah Vera Key, Sukses Usaha Reparasi Boneka Bekas Diminati hingga ke Mancanegara

Regional
Kisah TKW Indramayu Meninggal di Malaysia karena TBC, Kabur dari Majikan dan Dirawat Pria Myanmar

Kisah TKW Indramayu Meninggal di Malaysia karena TBC, Kabur dari Majikan dan Dirawat Pria Myanmar

Regional
Heboh Pendaki Foto Bugil di Gunung Gede, Ini Kata Pengelola

Heboh Pendaki Foto Bugil di Gunung Gede, Ini Kata Pengelola

Regional
Ingat, Wisatawan yang Ingin ke Bali Tetap Wajib Menunjukkan Hasil Rapid Test

Ingat, Wisatawan yang Ingin ke Bali Tetap Wajib Menunjukkan Hasil Rapid Test

Regional
Sultan HB X Ogah Komentari Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Sultan HB X Ogah Komentari Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Regional
Mengaku Dipukul Kekasihnya di Apartemen, Perempuan Ini Pecah Kaca Jendela untuk Cari Bantuan

Mengaku Dipukul Kekasihnya di Apartemen, Perempuan Ini Pecah Kaca Jendela untuk Cari Bantuan

Regional
Wartawan Dibunuh karena Masalah Sepele, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Wartawan Dibunuh karena Masalah Sepele, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Regional
Harapan Gubernur Sulsel di Periode Kedua Pemerintahan Jokowi

Harapan Gubernur Sulsel di Periode Kedua Pemerintahan Jokowi

Regional
Ngantor Pakai Sarung di Hari Santri, ASN: Teringat Perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari

Ngantor Pakai Sarung di Hari Santri, ASN: Teringat Perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X