Kompas.com - 14/04/2016, 22:08 WIB
Ilustrasi TOTO SIHONOIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

TRENGGALEK, KOMPAS.com - Polisi resor Kabupaten Trenggalek Jawa Timur menangkap SY, yang diduga melakukan pembunuhan terhadap istrinya.  Pelaku ditangkap di Balikpapan Kalimantan Timur, Kamis (14/4/20160), ketika hendak melarikan diri ke Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur.

Kapolres Trenggalek AKBP I Made Agus Prasetya  mengatakan, SY membunuh istrinya, Tutik Handayani, dengan motif cemburu.

Korban ditemukan tewas pada, Sabtu (9/4/2016) malam, dalam kondisi kepala terbalut selimut dan berada di kolong tempat tidur.

“Motif pembunuhan ini adalah, lantaran pelaku cemburu dengan korban yang bukan lain adalah istrinya sendiri, pada saat korban diketahui pelaku tengah menerima telepon dari seorang lelaki,” kata  Agus.

Hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan polisi terhadap pelaku, pembunuhan ini berawal pada hari Kamis pekan lalu, saat korban menerima telepon dari seorang laki-laki. SY cemburu, kemudian terjadi pertengkaran hebat.

“Sebelum terjadi pembunuhan, korban dengan pelaku bertengkar hebat. Hingga akhirnya terjadi pembunuhan,” kata Kapolres.

“Pelaku menghabisi korban dengan sadis, yakni dengan memukulkan palu di bagian leher kiri kanan serta dada, kemudian diikat tali di bagian leher kemudian dibalut selimut pada bagian kepala,” tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melihat istrinya sudah tewas, SY memasukkan jenazah korban ke kolong tempat tidur. Ia kemudian melarikan diri ke pulau Kalimantan. Pelaku sendiri merupakan warga kelahiran Desa Giri Mukti, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur.

Tim Resmob Polres Trenggalek pun mengejar pelaku. “Setelah tim Jajaran Polres Trenggalek melakukan identifikasi di lokasi, kami bergerak cepat mengejar pelaku, hingga akhirnya berhasil kami tangkap di Kota Balikpapan Kalimantan Timur,” ujar Kapolres.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 44 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara serta denda 45 juta rupiah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Putri Papua Dilantik Jadi Dubes Selandia Baru, Pemprov Papua: Posisi Ini Sangat Strategis

Regional
Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Bangga, Inovasi Rapid Test Buatan Unpad Dipamerkan di Dubai Expo 2021

Regional
Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.