Pangkas Masa Tunggu, Kemenag Imbau Pendaftaran Haji Dilakukan sejak Muda

Kompas.com - 05/11/2015, 17:29 WIB
KOMPAS.com/ Syahrul Munir Bupati Semarang memberikan penghargaan kepada calon jamaah haji tertua dan calon jemaah haji termuda di Pendopo Bupati Semarang, Rabu (3/9/2014) siang.

SEMARANG, KOMPAS.com — Kementerian Agama mengimbau kepada para calon jemaah haji agar melakukan pendaftaran haji sejak masa muda.

Hal itu untuk mengantisipasi antrean haji yang mencapai puluhan tahun, hingga mencegah terjadinya penyakit berisiko tinggi.

“Kecenderungan warga kita mendaftar haji dalam usia senja, mendaftar ketika sudah pensiun. Ketika sudah sepuh daftar, kemudian dapat kuota berangkat 15 tahun lagi berangkatnya, tentu sudah sangat tua. Di data kami kayak gini sudah banyak,” kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Abdul Jamil di Semarang, Kamis (5/11/2015).


Dia menilai kecenderungan seperti itu perlu dicarikan solusinya bersama-sama.

Tak sedikit dari jamaah berusia tua ini justru ingin meninggal dunia di Tanah Arab.

Keyakinan itu, menurut Jamil, merata hingga semua provinsi yang ada di Indonesia. Warga yang berencana meninggal di Arab Saudi cukup banyak.

“Ada enggak orang yang bercita-cita meninggal di Tanah Suci? Jawabnya enggak cuma ada, tapi banyak. Nah, itu saya temukan hampir di seluruh Indonesia,” kata mantan Rektor Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang tersebut.

“Saya nggak bisa jawab, mungkin kalau dilakukan polling menunjukkan jika jemaah ingin meninggal di Saudi,” tambah Jamil.

Jamil melanjutkan, masa tunggu untuk berangkat haji rata-rata sudah mencapai 15 tahun. Bahkan, di beberapa daerah mencapai 20 hingga 30 tahun.

Sehingga, dia mempertanyakan langkanya anak muda Indonesia yang berminat naik haji. Jika sudah ada niat, masa tunggu yang lama tentunya bisa disiasati.

“Kaltim antreannya 20 tahun, Sulawesi 20 tahun lebih, Sulsel 20 tahun. Jawa yang kuotanya besar rata-rata 18 tahun. Jateng yang kuotanya besar 23.000 itu antreannya sudah 19 tahun. Ini persoalan kemanusiaan. Haji bukan sebatas aktivitas travel biasa,” ujar dia.

Berdasarkan hal itulah dia berharap agar seseorang yang berusia senja hingga mengalami penyakit berisiko tinggi agar tidak diizinkan berangkat naik haji.

Saat pendaftaran, Jamil berharap, petugas diminta untuk tegas.

“Mungkin dibilang saja, 'Pak, umur jenengan berapa?' Nanti masa tunggunya 20 tahun lho. Mungkin dengan itu mereka bisa ngeper,” tambahnya.

Anggota Komisi XIII DPR RI Noor Ahmad menambahkan, untuk menyiasati antrean panjang calon jemaah haji, diperlukan langkah yang strategis.

Selain itu, permasalahan soal denda atau dam juga perlu dicarikan solusi bersama.

“Mungkin sudah saatnya haji bisa itu bisa dilakukan shift-shift-an. Barangkali bisa meniru Amerika ketika shalat Jumat,” kata Noor.

“Soal dam, pemerintah sendiri harus turun tangan, apakah kambing disembelih di sana ataukah bisa dibawa ke Indonesia dengan beberapa kontainer. Di tanah haram sendiri sudah sangat berlebih,” imbuhnya.



EditorErvan Hardoko

Terkini Lainnya

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Regional
Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Regional
Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Regional
Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Regional
Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Regional
Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Regional
Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Regional
Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik 'Jangan Bunuh Aku' kepada Pembunuhnya

Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik "Jangan Bunuh Aku" kepada Pembunuhnya

Regional
Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Regional
Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Regional
Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Regional
Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Regional
5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Regional

Close Ads X