"Kalau Begini, Masyarakat Takut Melapor, Nanti Tidak Ada Lagi Pemilu Bersih"

Kompas.com - 02/11/2015, 18:33 WIB
Aktivis anti korupsi Ronny Maryanto (kiri) bersama ketua KP2KKN Jawa Tengah Muhammad Rofiudin, Senin (2/11/2015). KOMPAS.com/NAZAR NURDINAktivis anti korupsi Ronny Maryanto (kiri) bersama ketua KP2KKN Jawa Tengah Muhammad Rofiudin, Senin (2/11/2015).
|
EditorCaroline Damanik
SEMARANG, KOMPAS.com – Penetapan aktivis antikorupsi, Ronny Maryanto, sebagai tersangka pencemaran nama baik wakil ketua DPR RI Fadli Zon hingga diteruskan ke kejaksaan mengundang simpati dari masyarakat sipil dan organisasi sosial di Kota Semarang.

Mereka mengecam langkah kejaksaan yang menerima berkas pengiriman dari penyidik. Tersangka Ronny juga diwajibkan melaporkan diri selama dua kali dalam sepekan di Kejaksaan Negeri Semarang.

Setidaknya ada 10 lembaga yang mengecam keberlanjutan kasus ini, yakni Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang, KP2KKN, LRC-KJHAM, Yasanti, PBHI Jawa Tengah, Pattiro, Permahi Kota Semarang, AJI Semarang, ICW, Satjipto Rahardjo Institute. Mereka kemudian membentuk tim aliansi pemilu bersih.

“Pola money politic di daerah itu memberikan sumbangan, misalnya saat sunatan massal. Ketika kami melaporkan ke Panwas kami diintimidasi, kemudian di Panwas dianggap tak cukup bukti,” ujar Rima Astuti dari Yayasan Annisa Swasti (Yasanti) di Semarang, Senin (2/11/2015).

Saat pagelaran Pileg maupun Pilpres 2014 lalu, Yasanti ikut mengawal menerjunkan timnya di lapangan, yakni kabupaten/kota di Jawa Tengah. Namun, berbagai temuan yang ada setelah berada di lapangan ternyata tidak disukai oleh pihak-pihak terkait.

“Ketika ada kejadian dilaporkan balik, tentunya akan menjadi ketakutan masyarakat untuk melaporkan kecurangan di lapangan. Jadi nanti tidak ada lagi pemilu bersih,” ujar dia.

Kecaman sama dilontarkan Lembaga Bantuan Hukum Semarang. Menurut Direktur LBH Semarang Misbahul Munir, tindakan warga sipil yang melaporkan tindakan yang diduga political uang ke Panwas harus diapresiasi, bukan mendapatkan laporan balik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“LBH Semarang akan dampingi sekuat mungkin. Kejadian ini tidak boleh berulang. Pelaporan baik itu langkah mundur dalam demokrasi,” kata Munir.

Selebihnya, Munir menilai Ronny mengalami kriminalisasi. Pasalnya, dia menjadi saksi yang melihat praktik money politic dan insiatif melaporkan ke Panwas.

“Maksud Fadli melaporkan itu apa kita gak tahu. Dia (Fadli) juga tidak konsisten terhadap laporannya. Anak penjual sate dia bela mati-matian, agar Jokowi memaafkan, ini beda dengan yang dialami Pak Ronny,” tambah Munir.

Ketua Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah Muhammad Rofiudin juga mengungkapkan kekecewaannya terkait sikap Fadli Zon. Dia menilai sudah selayaknya sebagai mantan aktivis anti korupsi tidak menjerat aktivis dengan pasal karet pencemaran nama baik.

“Kami kecewa dengan Fadli. Hal ini jadi dorongan buruk bagi Pemilu bersih, akan menampar publik,” ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Regional
Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Regional
Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.