Di Puncak Elbrus, 4 Mahasiswa Bengkulu Kabarkan Nasib Hutan Sumatera

Kompas.com - 10/09/2015, 16:49 WIB
Empat pendaki aasl Universitas Bengkulu (menggunakan jaket) dilepas Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah, Danrem, untuk melakukan kampanye pendakian penyelamatan hutan Hujan Sumatera di Gunug Elbrus dentgan ketinggian 5.642 meter dari permukaan lat dari tanggal 11 September 2015 hingga 28 September 2015 kompas.com/FirmansyahEmpat pendaki aasl Universitas Bengkulu (menggunakan jaket) dilepas Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah, Danrem, untuk melakukan kampanye pendakian penyelamatan hutan Hujan Sumatera di Gunug Elbrus dentgan ketinggian 5.642 meter dari permukaan lat dari tanggal 11 September 2015 hingga 28 September 2015
|
EditorErvan Hardoko
Foto: 1 Kampanye Hutan Hujan Sumatera Pendaki Gunung Bengkulu Jajal Atap Eropa


BENGKULU, KOMPAS.com - Sebanyak empat pendaki gunung dari Kelompok Aktivitas Mahasiswa Pencinta Alam (Kampala) Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, akan mendaki Gunung Elbrus, Rusia. Gunung tertinggi di rangkaian pegunungan Kaukasus ini dikenal sebagai atap Benua Eropa.

Sambil mendaki gunung itu, keempat mahasiswa Bengkulu ini sekaligus hendak mengampanyekan kritisnya kondisi hutan hujan Sumatera. Keempat mahasiswa itu yakni, Adnan Hidayat Hasibuan (25), Herydupen Malau (23), Ardi Pangestu (23) dan seorang leader Discomand Andalas (39).


Discomand Andalas, di hadapan Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah, memaparkan terdapat beberapa misi yang akan dilakukan dengan mendaki gunung setinggi 5.642 meter dari permukaan laut tersebut.

"Misi pertama yakni kampanye internasional penyelamatan hutan hujan Sumatera yang telah ditetapkan Unesco sebagai warisan dunia ke-38, kerusakan hutan hujan Sumatera semakin menjadi, kondisi ini semakin mempercepat perubahan iklim dunia, hutan hujan Sumatera bukan saja tanggung jawab masyarakat Sumatera dan Indonesia, namun milik dunia," kata Andalas, Kamis (10/9/2015).

Selain berkampanye soal kondisi hutan hujan Sumatera, keempat pendaki juga akan berupaya pecahkan rekor Muri dengan mendaki menggunakan pakaian adat Bengkulu sebagai bentuk promosi budaya.

Sementara itu Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah saat melepas tim pendakian Gunung Elbrus menyebutkan kampanye internasional penyelamatan hutan hujan Sumatera merupakan pekerjaan yang cukup berat. Selama ini, ujar gubernur, masyarakat Bengkulu sudah cukup maksimal menyelamatkan hutan hujan tersebut namun harus ada kontribusi nyata dari dunia.

"Apa kompensasi dunia terhadap Bengkulu yang telah menjaga hutan termasuk taman nasional? Hutan Sumatera banyak menyerap karbon dan hal tersebut tentu dapat menekan laju pemanasan global, hutan Sumatera bukan saja milik Bengkulu dan Indonesia namun juga milik dunia. Dan, dunia harus berkontribusi nyata," kata Hamsyah.

Keempat pendaki tersebut terpilih berdasarkan seleksi ketat dari 30 anggota Kampala yang mendaftarkan diri. Proses seleksi melibatkan TNI dan para pakar kesehatan. Pendakian ke Gunung Elbrus ini merupakan pendakian tujuh puncak tertinggi dunia kedua yang dilakukan Kampala Universitas Bengkulu setelah mendaki puncak Carstensz Pyramid di Papua pada 1999.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rem Blong, Bus yang Angkut Rombongan Siswa SMA di Sumbar Tabrakan Beruntun

Rem Blong, Bus yang Angkut Rombongan Siswa SMA di Sumbar Tabrakan Beruntun

Regional
Puluhan Rumah di Sukabumi Rusak Diterjang Angin Kencang

Puluhan Rumah di Sukabumi Rusak Diterjang Angin Kencang

Regional
Otak Tahanan Narkoba Polresta Malang yang Kabur Ditangkap di Kediri

Otak Tahanan Narkoba Polresta Malang yang Kabur Ditangkap di Kediri

Regional
Kasus TNI Bacok Polisi, Kapolres Pamekasan: Sama-sama Tidak Sedang Bertugas

Kasus TNI Bacok Polisi, Kapolres Pamekasan: Sama-sama Tidak Sedang Bertugas

Regional
Siap-siap, Bandara Soekarno-Hatta II Dibangun di Karawang 2028, Luasnya 3.000 Hektar

Siap-siap, Bandara Soekarno-Hatta II Dibangun di Karawang 2028, Luasnya 3.000 Hektar

Regional
Kamis, Gibran Daftar Calon Wali Kota di DPD PDI-P Jateng, Diantar Rombongan Relawan

Kamis, Gibran Daftar Calon Wali Kota di DPD PDI-P Jateng, Diantar Rombongan Relawan

Regional
Tak Ada Luka Tanda Kekerasan di Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda

Tak Ada Luka Tanda Kekerasan di Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda

Regional
Terendam Banjir, Siswa di Rokan Hulu Berenang untuk Sampai ke Sekolah

Terendam Banjir, Siswa di Rokan Hulu Berenang untuk Sampai ke Sekolah

Regional
Jenazah TKI yang Tewas Dibunuh di Malaysia Tiba ke Tanah Air Jumat Lusa

Jenazah TKI yang Tewas Dibunuh di Malaysia Tiba ke Tanah Air Jumat Lusa

Regional
240 Bangunan di Kabupaten Bogor Rusak Diterjang Banjir dan Longsor yang Terjadi 3 Hari Berturut-turut

240 Bangunan di Kabupaten Bogor Rusak Diterjang Banjir dan Longsor yang Terjadi 3 Hari Berturut-turut

Regional
Pelaku Teror Bom di Palembang Dibebaskan, Hanya Kenakalan Remaja

Pelaku Teror Bom di Palembang Dibebaskan, Hanya Kenakalan Remaja

Regional
Usai Curhat Pelajaran Terlalu Berat, Siswa SMA Ditemukan Tewas Gantung Diri

Usai Curhat Pelajaran Terlalu Berat, Siswa SMA Ditemukan Tewas Gantung Diri

Regional
Gubernur Sulsel Nurdin Siapkan Bonus Rp 75 Juta bagi Peraih Emas SEA Games Filipina

Gubernur Sulsel Nurdin Siapkan Bonus Rp 75 Juta bagi Peraih Emas SEA Games Filipina

Regional
Selain Teror Molotov, Etalase Rumah Makan Padang di Sleman Juga Dirusak

Selain Teror Molotov, Etalase Rumah Makan Padang di Sleman Juga Dirusak

Regional
Viral Video Murid SD Dikeroyok, Akhirnya Bikin Terharu

Viral Video Murid SD Dikeroyok, Akhirnya Bikin Terharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X