KPK Nyatakan Ada Calon Bupati dan Wakil Bupati Belum Serahkan LHKPN

Kompas.com - 06/08/2015, 17:21 WIB
Pasangan Nur Jatmiko- Mas’ud Ridwan (Jati Mas)  Senin (27/7/2015) siang, mendaftar ke KPU kabupaten Semarang sebagai pasangan bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati Semarang. kompas.com/ syahrul munirtPasangan Nur Jatmiko- Mas’ud Ridwan (Jati Mas) Senin (27/7/2015) siang, mendaftar ke KPU kabupaten Semarang sebagai pasangan bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati Semarang.
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menerima laporan hasil kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) dari pasangan calon yang akan maju di pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Semarang 2015.

Padahal, KPU setempat menyatakan bahwa pasangan calon Mundjirin-Ngesti Nugraha (Mukti) dan Nurjatmiko-Mas'ud Ridwan (Jati Mas) sudah menyerahkan tanda terima LHKPN dari KPK. Melalui laman resmi KPK di http://www.kpk.go.id/id/pantau-pilkada-2015, lembaga anti rasuah itu menginformasikan bahwa dua pasangan calon kepala daerah Kabupaten Semarang yang telah menyerahkan LHKPN adalah Nur Jatmiko dan Ngesti Nugraha.

Penyerahan LHKPN keduanya dilakukan secara langsung, masing-masing pada Kamis (23/7/2015) dan Senin (27/7/2015). Pengumuman KPK ini disampaikan per Kamis (6/8/215) hingga pukul 16.30 WIB.

"Daftar nama di atas merupakan informasi bagi publik mengenai nama-nama balon yang telah diberikan tanda terima LHKPN oleh KPK. Daftar tersebut tidak dapat dipergunakan oleh pasangan balon dan/atau pihak lain sebagai tanda terima LHKPN," demikian bunyi catatan kaki di laman tersebut.

Seperti diberitakan, Nur Jatmiko merupakan calon bupati yang berpasangan dengan calon wakil bupati Mas’ud Ridwan. Pasangan yang sering disebut Jati Mas tersebut diusung koalisi Golkar, PKB, PKS dan Hanura.

Sementara itu, Ngesti Nugraha adalah calon wakil bupati yang berpasangan dengan Mundjirin (petahana) sebagai balon bupati. Pasangan dengan singkatan Mukti ini diusung koalisi PDIP, Gerindra dan PAN. Dengan demikian, calon yang belum menyerahkan LHKPN adalah Mas’ud Ridwan dan Mundjirin. Artinya, kedua balon tersebut belum menerima tanda terima LHKPN dari KPK.

"KPK saja belum memberi tanda terima penyerahan LHKPN, kenapa KPU berani menyatakan tanda terima LHKPN dari empat calon sudah ada semua?," ungkap Koordinator Komite Pendidikan Anti Korupsi (KPAK) BS Wirawan, Kamis (6/8/2015).

Pihaknya menyayangkan sikap KPU yang tidak transparan dan jujur soal persyaratan calon tersebut. Apalagi masih ada kesempatan bagi dua balon yang belum menerima tanda terima LHKPN dari KPK untuk melengkapi persyaratan itu di masa perbaikan, yakni Selasa (5/8/2015) kemarin hingga Jumat (7/8/2015) besok.

"Jika memang yang diserahkan dua balon tersebut baru bukti tanda pengiriman LHKPN via pos, harusnya disebutkan sehingga tidak menimbulkan salah tafsir di masyarakat," ungkapnya.

Terpisah, anggota KPU Kabupaten Semarang Divisi Pencalonan Ridho Pakina akhirnya mengakui belum semua balon menyerahkan tanda terima penyerahan LHKPN asli dari KPK. Namun sesuai ketentuan, hal itu tetap sah dan diperbolehkan, dengan catatan syarat tersebut sudah harus diserahkan ke KPU pada masa perbaikan syarat calon.

"Jadi intinya, pada saat penyerahan syarat, barangnya ada dulu. Misalnya LHKPN, itu harus ada bukti bahwa yang bersangkutan sudah mengirim LHKPN, misalnya via pos. Artinya barangnya sudah ada tapi belum memenuhi syarat. Jadi nanti harus ada bukti asli tanda terima dari KPK," kata Ridlo.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.