Kompas.com - 04/08/2015, 10:28 WIB
Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana (Risma-Wisnu), calon wali kota dan wakil wali kota yang diusung PDI Perjuangan untuk maju dalam pemilihan wali kota (Pilwali) Surabaya 2015, saat mendaftar di KPU Surabaya, Jalan Adityawarman, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (26/7/2015). Pasangan petahana (incumbent) itu menjadi yang pertama mendaftar untuk bertarung pada Pilwali 9 Desember mendatang. SURYA / AHMAD ZAIMUL HAQTri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana (Risma-Wisnu), calon wali kota dan wakil wali kota yang diusung PDI Perjuangan untuk maju dalam pemilihan wali kota (Pilwali) Surabaya 2015, saat mendaftar di KPU Surabaya, Jalan Adityawarman, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (26/7/2015). Pasangan petahana (incumbent) itu menjadi yang pertama mendaftar untuk bertarung pada Pilwali 9 Desember mendatang.
|
EditorGlori K. Wadrianto
SURABAYA, KOMPAS.com - Batalnya pendaftaran pasangan calon penantang bakal calon wali kota Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana dalam pemilihan Wali Kota Surabaya, dinilai bukan hanya karena alasan teknis semata. Fenomena transaksi politik sejumlah partai diyakini menjadi alasan utama.

Pengamat politik yang juga koordinator Parlemen Watch Jawa Timur Umar Salahudin menilai, pendaftaran pasangan Dhimam Abror-Haris Purwoko tak ubahnya drama politik. Sebab, transaksi barter politik di tingkat elit antara Partai Demokrat dan PDI-P gagal.

"Karena PDI-P di Pacitan gagal mendaftarkan pasangannya untuk melawan calon tunggal yang diusung Partai Demokrat, maka Partai Demokrat di Surabaya juga membatalkan pendaftaran pasangan yang diusungnya untuk melawan PDI-P," kata dia, Selasa (4/8/2015).

Calon yang diusung bisa jadi juga calon boneka. Ini karena mereka mendaftar pada saat "injury time". "Jika mereka ingin tidak dikatakan calon boneka, seharusnya pasangan itu sudah dipersiapkan jauh-jauh hari dan tidak mendaftar disaat detik-detik penutupan pendaftaran,” ujar dia.

Terpisah, Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo, membantah telah terjadi barter politik dalam pemilihan kepala daerah di Surabaya dan di Pacitan. "Tidak ada aksi barter politik, Silahkan semua orang menilainya," kata Soekarwo, melalui pesan singkatnya.

Soekarwo mengaku serius untuk mengusung pasangan calon melawan petahana di Surabaya, bahkan rekomendasi sengaja dikawal khusus ke kantor DPP Partai Demokrat di Jakarta. "Tapi partai tidak bisa intervensi soal masalah keluarga calon yang diusung, kami menghormati keputusan keluarga Haris Purwoko," ujar Soekarwo.

Sama seperti Surabaya, pilkada di Pacitan juga dipastikan tidak dapat digelar tahun ini karena hanya ada satu pasangan calon yang resmi mendaftar, yakni petahana Indartato-Yudi Sumbogo yang diusung Partai Demokrat, PKS, PPP, dan Partai Nasdem. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Informasi yang dihimpun, di hari pendaftaran terakhir kemarin, PDI-P, Golkar, Gerindra, Hanura dan PAN, mendaftarkan pasangan Suyatno-Efendi Budi, namun ditolak KPU Pacitan karena banyak syarat administrasi wajib saat pendaftaran yang belum dimiliki. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.