Sambut Idul Fitri, Bupati BIreun Edarkan Larangan Bakar Petasan

Kompas.com - 16/07/2015, 05:46 WIB
Bupati Bireuen, Ruslan M Daud, mengingatkan agar tidak ada warganya yang membakar petasan nanti malam untuk menyambut Lebaran Idul Fitri 1436 H. DESI Kompas.com/Desi Safnita SaifanBupati Bireuen, Ruslan M Daud, mengingatkan agar tidak ada warganya yang membakar petasan nanti malam untuk menyambut Lebaran Idul Fitri 1436 H. DESI

BIREUEN.KOMPAS.com - Masyarakat Bireuen, Aceh, diberi peringatan keras untuk tidak membakar petasan dan sejenisnya saat menyambut malam Idul Fitri 1436 Hijriyah. Bupati Bireuen Ruslan M. Daud menilai, aktivitas ini dianggap tidak ada manfaatnya, dan diharapkan tidak dilakukan oleh warga.

Di samping berbahaya, membakar petasan dapat memicu kebakaran. Apalagi, kemarau sedang melanda Aceh beberapa waktu terakhir ini.

”Membakar petasan bukan budaya orang Islam dan dilarang oleh agama. Jadi jangan dipelihara perilaku negatif yang tidak ada anjuran itu,” kata Ruslan, Kamis (16/7/2015).

Ruslan mengaku menyikapi persoalan pelarangan ini dengan serius. Tak hanya melalui lisan, imbauan kepada warganya dan kepada para pedagang barang-barang berbahaya tersebut juga diberikan secara tulisan.

Tak hanya itu, setiap saat petugas penertiban yang terdiri dari personil Satpol PP/WH dan instansi terkait dibantu aparat keamanan, juga terus memantau aktivitas warga menyambut Hari Raya Idul Fitri.

”Pedagang juga harus diingatkan untuk tidak menjual petasan jenis-jenis tertentu yang bisa menimbulkan keresahan warga. Bahkan lebih baik untuk sama sekali menutupnya,” tutur Ruslan.

Dia pun mengimbau agar warganya dapat melakukan takbir dan tahmid di setiap masjid, musala, surau serta takbir keliling daripada melalaikan waktu untuk perbuatan sia-sia berupa menyalakan petasan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Pemasok Ikan Positif Covid-19, Pedagang Ikan Pasar Kranggan Yogya Jalani 'Rapid Test'

Satu Pemasok Ikan Positif Covid-19, Pedagang Ikan Pasar Kranggan Yogya Jalani "Rapid Test"

Regional
Tersangka Kasus Sabu 402 Kilogram Terancam Hukuman Mati

Tersangka Kasus Sabu 402 Kilogram Terancam Hukuman Mati

Regional
Sebanyak 30.700 Calon Jemaah Haji Jateng Batal Berangkat Ke Tanah Suci

Sebanyak 30.700 Calon Jemaah Haji Jateng Batal Berangkat Ke Tanah Suci

Regional
Viral Video Keluarga Mengamuk, Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal

Viral Video Keluarga Mengamuk, Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal

Regional
Pantura Jateng Darurat Rob, Ganjar: Bupati/Wali kota Bantu Masyarakat Dulu

Pantura Jateng Darurat Rob, Ganjar: Bupati/Wali kota Bantu Masyarakat Dulu

Regional
Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Regional
Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Regional
Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Regional
New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

Regional
Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Regional
Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Regional
Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Regional
Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Regional
Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Regional
Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X