Mau Pulang ke NTT, Keluarga Buruh Migran Malah Ditangkap Polisi Malaysia

Kompas.com - 25/04/2015, 04:22 WIB
Sejumlah petugas BP3TKI mendata buruh migran yang dideportasi Jum’at (17/04/2015).Pemerintah Malaysia kembali deportasi 125 buruh migran ilegal melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Dari jumlah tersebut, 93 buruh migran memilih Camelia atau kembali ke Malaysia. KOMPAS.com/SUKOCOSejumlah petugas BP3TKI mendata buruh migran yang dideportasi Jum’at (17/04/2015).Pemerintah Malaysia kembali deportasi 125 buruh migran ilegal melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Dari jumlah tersebut, 93 buruh migran memilih Camelia atau kembali ke Malaysia.
|
EditorBayu Galih

NUNUKAN, KOMPAS.com - Pemerintah Malaysia kembali mendeportasi 112 buruh migran ilegal asal Indonesia melalui pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kalimantan Utara. Menumpang KM Francis Ekspres, 112 buruh migran ilegal sandar di Pelabuhan Tunon Taka pukul 18:30 Wita.

Dari surat pengantar Konsul Republik Indonesia di Tawau, sebanyak 109 buruh migran dideportasi karena permasalahan dokumen, 2 buruh migran tersandung kasus narkoba dan 1 buruh migran kasus kriminal.

Salah satu buruh migran ilegal yang dideportasi, Nuhan Thomas (45), asal Lembata, NTT, mengaku ditangkap polisi Malaysia bersama isri dan kedua anaknya saat hendak naik speedboad menuju Nunukan. Rencananya Nuhan akan pulang kampung bersama keluarga setelah 5 tahun bekerja sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit di Tawau, Malaysia.

“Saya ditangkap di Batubatu (pelabuhan tempat buruh migran keluar masuk secara ilegal) bersama istri dan anak saya. Saya mau balik kampung. Paspor saya mati jaminan. Saya di PTS Tawau selama dua minggu. Rencana mau kembali ke Malaysia nanti,” kata Nuhan, Jumat (24/04/2015).

Sementara Jalaludin (60), warga Mamuju, memilih dipulangkan ke daerah asalnya. Karena, selama sebulan terakhir saat bekerja di toko baju rombengan di Tawau, dia terserang stroke sehingga kesulitan bekerja.

“Ada yang mengantar ke Konsulat. Saya nginap di hospital sebulan. Saya berangat legal ke Malaysia. Saya minta ke Konsulat untuk dipulangkan ke Mamuju” ujar Jalaludin.

Dari hasil pendataan oleh BP3TKI Kabupaten Nunukan, sebanyak tujuh buruh migran minta dipulangkan ke daerah asal mereka dengan difasilitasi oleh BP3TKI Nunukan, 26 buruh migran mengaku akan mencari kerja di Nunukan, dan 75 buruh migran memilih "Camelia" alias kembali ke Malaysia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.