Palu Hakim Diketuk, Trisminah Menangis dan Sujud di Ruang Sidang

Kompas.com - 01/04/2015, 15:26 WIB
Trisminah saat menangis histeris. Kompas.Com/slamet priyatin k9-11Trisminah saat menangis histeris. Kompas.Com/slamet priyatin
|
EditorGlori K. Wadrianto
KENDAL, KOMPAS.com - Trisminah bersama beberapa petani Dayunan, Desa Pesaren, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah lainnya, langsung menangis sambil bersujud di ruang sidang di Pengadilan Negeri Kendal, Rabu (1/4/2015).

Mereka melakukan aksi itu saat Hakim Ketua Indah Novi Susanti memutuskan gugatan PT. Soekarli Nawaputra Plus terhadap para petani tersebut ditolak. Hakim berpandangan kedudukan penggugat tidak jelas, apakah sebagai badan hukum atau perorangan.

Sidang putusan itu hanya dihadiri oleh puluhan petani dan tidak dihadiri oleh pihak penggugat, PT. Soekarli. Usai bersujud, Trisminah, mengaku senang dengan putusan hakim yang memenangkan petani. Sebab dengan putusan itu, belasan petani penggarap tanah tersebut sudah tidak khawatir lagi.

“Tuntutan PT Soekarli, kalau tanah yang kami garap seluas 16 hektar miliknya, tidak terbukti. Ini membuktikan, bahwa tanah itu memang milik kami,” kata Trisminah.

Trisminah mengucapkan banyak terima kasih kepada Pengadilan Negeri Kendal, yang telah berbuat adil. “Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami. Di antaranya jaringan Masyarakat Kendal (Jamak), LBH, dan polisi,” kata dia.

Sidang putusan kasus tanah Dayunan, Desa Pesaren, Kecamatan Sukorejo, Kendal, yang dijaga ketat oleh belasan petugas dari Polres Kendal, berjalan dengan aman. Puluhan petani sebelumnya sempat melakukan aksi jalan kaki dari Gedung Olahraga Bahurekso, menuju ke Pengadilan Negeri Kendal. Selama perjalanan, secara bergantian mereka melakukan orasi. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X