Belum Penting, Bahas Suksesi di Keraton Yogya Cuma Habiskan Energi

Kompas.com - 23/03/2015, 17:02 WIB
Raja Keraton Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X duduk di Bangsal Kencana Keraton Yogyakarta sebelum membacakan sabda tama atau amanat, Jumat (6/3). Dalam sabda tama itu, Sultan meminta para kerabat Keraton tidak lagi berkomentar tentang kemungkinan pergantian Raja di Keraton Yogyakarta. Kompas/Haris FirdausRaja Keraton Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X duduk di Bangsal Kencana Keraton Yogyakarta sebelum membacakan sabda tama atau amanat, Jumat (6/3). Dalam sabda tama itu, Sultan meminta para kerabat Keraton tidak lagi berkomentar tentang kemungkinan pergantian Raja di Keraton Yogyakarta.
|
EditorGlori K. Wadrianto
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Dosen jurusan Politik dan Pemerintahan Fakultas Fisipol Universitas Gadjah Mada, Bayu Dardias K, menilai pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Istimewa (Raperdais) DI Yogyakarta terkait suksesi kepemimpinan Keraton Yogyakarta hanya menghabiskan energi. Suksesi soal aturan pemilihan pemimpin keraton itu pun belum menjadi hal yang penting (urgent).

"DPRD perlu lebih bijak dalam melihat hal-hal penting yang harus dibahas dalam Raperdais (DI Yogyakarta)," ujar Bayu Dardias dalam Academic Roundtable Discussion bertema "Politik Keistimewaan di Yogyakarta, Harta, Tahta, dan Perebutan Kuasa", di kampus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Senin (23/3/2015). "Saya khawatir justru hal-hal penting dalam Raperdais (DI Yogyakarta) terlupakan untuk dibahas," ucap dia.

Suksesi kepemimpinan Keraton Yogyakarta bukan hal penting karena Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X saat ini masih hidup dan dalam kondisi sehat. "Ngarso Dalem masih sehat lo, jadi suksesi itu bukan hal yang urgent," tekan dia lagi. (Baca: Suksesi Keraton Tak Boleh Dibicarakan)

Menurut Bayu Dardias, ada beberapa hal penting yang harus dibahas oleh DPRD DIY, misalnya soal kelembagaan serta tentang pertanahan dan kebudayaan. "DPRD harus sensitif terhadap kebutuhan masyarakat Yogya," kata dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Menuju ke Jakarta, Ratusan Kendaraan Diputar Balik di Karawang

Hendak Menuju ke Jakarta, Ratusan Kendaraan Diputar Balik di Karawang

Regional
Viral 2 Polisi Pukuli ODGJ, Kapolres Tanggung Biaya Berobat dan Minta Maaf

Viral 2 Polisi Pukuli ODGJ, Kapolres Tanggung Biaya Berobat dan Minta Maaf

Regional
Libur Lebaran di Pantai, Dua Warga Cianjur Terseret Ombak

Libur Lebaran di Pantai, Dua Warga Cianjur Terseret Ombak

Regional
Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah Shalat Id di Masjid, 13 Orang Diamankan

Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah Shalat Id di Masjid, 13 Orang Diamankan

Regional
Jadi Klaster Aktif Penyebaran Covid-19, Pasar Pinasungkulan Manado Berlakukan Ganjil Genap

Jadi Klaster Aktif Penyebaran Covid-19, Pasar Pinasungkulan Manado Berlakukan Ganjil Genap

Regional
1.932 kendaraan Diputar Balik Selama PSBB Parsial di Cianjur

1.932 kendaraan Diputar Balik Selama PSBB Parsial di Cianjur

Regional
Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid

Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid

Regional
'Lebaran Dulu Dapat Sampai Rp 700.000, Sekarang Cuma Rp 50.000 Sehari'

"Lebaran Dulu Dapat Sampai Rp 700.000, Sekarang Cuma Rp 50.000 Sehari"

Regional
Seorang Pedagang Meninggal Reaktif Covid-19, Pasar Kebun Semai Palembang Ditutup

Seorang Pedagang Meninggal Reaktif Covid-19, Pasar Kebun Semai Palembang Ditutup

Regional
Bupati Bener Meriah Ajukan Surat Pengunduran Diri Langsung ke Mendagri

Bupati Bener Meriah Ajukan Surat Pengunduran Diri Langsung ke Mendagri

Regional
Ambulans Tertahan Penutupan Jalan, Bayi Dalam Kandungan Meninggal

Ambulans Tertahan Penutupan Jalan, Bayi Dalam Kandungan Meninggal

Regional
[POPULER NUSANTARA] ODGJ Babak Belur Dihajar 2 Polisi | Fakta Baru Ibu Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

[POPULER NUSANTARA] ODGJ Babak Belur Dihajar 2 Polisi | Fakta Baru Ibu Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

Regional
Fakta Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kabur Pakai Fortuner hingga Dimutasi Kapolda Jabar

Fakta Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kabur Pakai Fortuner hingga Dimutasi Kapolda Jabar

Regional
PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

Regional
Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X