Kompas.com - 18/02/2015, 14:45 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
NUNUKAN, KOMPAS.com - Sebanyak 11 petani rumput laut, warga Jalan Tanjung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara ditangkap aparat Malaysia saat beraktivitas menanam rumput laut di seputar Tanjung Kayu Mati. Bahkan, dua dari 11 petani tersebut adalah siswa sekolah dasar yang membantu kegiatan orangtuanya di laut.

Salah satu warga Jalan Tanjung, Jali, mengaku hampir lima tahun terakhir menanam rumput laut di lokasi itu. Mereka memang beraktivitas di perairan milik Malaysia, namun kegiatan itu dilakukan atas kerjasama dengan warga Malaysia yang memiliki izin mengelola perairan di seputar Tanjung Kayu Mati.

Warga Indonesia menyetor Rp 500 dari setiap kilogram rumput laut yang dihasilkan. “Yang ngurus license warga sana, kita kerja sama dengan dia. Sekali panen kita bagi mereka Rp 500 setiap kilo. Mereka terima bersih. Itu pun kita yang tanggung izin yang mati tiap tahun,” ujar Jali, Rabu (18/02/2015).

Jali mengaku, sebelumnya Polis Marine Malaysia pernah menangkap delapan perahu warga Jalan Tanjung ketika beraktivitas menanam rumput laut di lokasi yang sama pada pertengahan bulan Desember 2014. Namun, aparat Malaysia melepas kembali delapan perahu, setelah para petani membayar tebusan Rp 12 juta rupiah.

Penangkapan itulah yang terulang pada Minggu (15/2/2015). Kali ini, tiga perahu ditangkap Polis Marine Malaysia. “Yang ditangkap kemarin sudah difoto dengan aparat Malaysia. Artinya sudah sepengetahuan dari aparat di Malaysia, tapi tidak tahu mengapa ini ditangkap lagi,” imbuh Jali.

Pascapenangkapan 11 petani rumput laut, warga Tanjung mengaku belum melaporkan kejadian tersebut kepada aparat yang berwenang. Mereka beralasan, 11 nelayan itu ditahan untuk pengecekan izin kerjasama dengan warga Malysia. Namun hingga hari ketiga, mereka belum mengathui nasib 11 saudara mereka tersebut.

Sukma, istri dari Sarifudin, salah satu nelayan yang ditangkap, mengaku kesulitan menghubungi suaminya sejak ditahan aparat Malaysia. Sukma berharap Pemerintah Indonesia bisa membantu membawa pulang suaminya.

“Dia kan turun pasang bibit, tiba tiba ada marine tarik. Kami sudah empat tahun bertanam rumput laut tidak masalah. Padahal, itu perahu pernah ditangkap sekali disuruh bayar Rp 1,5 juta. Kalau sudah didapat tidak 'dianu' sudah, difoto juga sudah perahunya. Ternyata ditangkap juga tanpa kabar sama orangnya,” ujar Sukma.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penerbangan Internasional Dibuka, Gubernur Riau: Sudah Lama Dinanti Investor

Penerbangan Internasional Dibuka, Gubernur Riau: Sudah Lama Dinanti Investor

Regional
Tim Muhibah Angklung Tampil di Amerika Serikat, Kadisparbud Jabar Ungkap Harapannya

Tim Muhibah Angklung Tampil di Amerika Serikat, Kadisparbud Jabar Ungkap Harapannya

Regional
Wagub Uu: Transformasi Migas Hulu Jadi Migas Utama Bantu Tingkatkan PAD di Jabar

Wagub Uu: Transformasi Migas Hulu Jadi Migas Utama Bantu Tingkatkan PAD di Jabar

Regional
Siapkan Generasi Emas, Wali Kota Metro Sosialisasikan Program Jama-PAI

Siapkan Generasi Emas, Wali Kota Metro Sosialisasikan Program Jama-PAI

Regional
Rumahnya Direnovasi Setelah Hampir Roboh, Nenek Ami Sampaikan Rasa Syukur kepada Ridwan Kamil

Rumahnya Direnovasi Setelah Hampir Roboh, Nenek Ami Sampaikan Rasa Syukur kepada Ridwan Kamil

Regional
Program Perhutanan Sosial, Gubernur Riau Tanam Bibit Pohon Aren dan Tebar Benih Arwana di Rohul

Program Perhutanan Sosial, Gubernur Riau Tanam Bibit Pohon Aren dan Tebar Benih Arwana di Rohul

Regional
Kang Emil Tunaikan Ibadah Haji sebagai Badal untuk Almarhum Eril

Kang Emil Tunaikan Ibadah Haji sebagai Badal untuk Almarhum Eril

Regional
Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Regional
Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Regional
Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Regional
Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Regional
Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.