“Puluhan Tahun Beli Baju Bekas, Belum Pernah Kami Kena Penyakit Kulit”

Kompas.com - 08/02/2015, 14:08 WIB
Warga Kota Kupang antusias membeli pakaian bekas impor dari luar negeri di Pasar Kasih Naikoten 1 Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (8/2/2015) Kompas.com/Sigiranus Marutho BereWarga Kota Kupang antusias membeli pakaian bekas impor dari luar negeri di Pasar Kasih Naikoten 1 Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (8/2/2015)
|
EditorCaroline Damanik

KUPANG, KOMPAS.com - Larangan menggunakan pakaian bekas yang diimpor dari luar negeri tidak berdampak terhadap transaksi jual beli di sejumlah tempat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di Kota Kupang misalnya, meski sudah mendapat informasi tentang larangan itu, namun para pembeli justru semakin antusias menyerbu tempat penjualan pakaian bekas atau biasa disebut pakaian “rombengan” yang dijual bebas di sejumlah pasar tradisional.

Dua orang warga Kota Kupang Lusi dan Reni ketika ditemui di tempat penjualan pakaian rombengan di Pasar Kasih Naikoten 1, Minggu (8/2/2015), mengaku tidak peduli dengan larangan tersebut karena mereka sudah puluhan tahun menjadi konsumen dan pelanggan tetap pakaian rombengan.

“Kami sudah beli pakaian rombengan ini sejak tahun 1994 sampai hari ini, tetapi belum pernah kena penyakit kulit, sehingga bagi kami tidak ada pengaruhnya larangan pemerintah bahwa pada pakaian bekas terdapat bakteri yang menyebabkan penyakit kulit. Namanya penyakit kulit pasti kita pernah idap, namun bukan semata-mata hanya dari pakaian rombengan ini,” kata Lusi yang diamini Reni.

Menurut keduanya, kenapa sejak dahulu pemerintah tidak melarang penjualan pakaian bekas, karena sebagai konsumen yang sudah lama menggunakannya tentu telah menjadi korban yang tidak diperhatikan. Alasan keduanya tetap memilih pakaian bekas hasil impor, lantaran kualitas yang bagus, harga terjangkau dan juga jenis yang beda-beda alias tidak sama.

”Kalau kita bawa uang Rp 100.000 untuk beli pakaian rombengan, kita bisa bawa pulang tiga sampai empat potong pakaian dan itupun bisa lebih banyak lagi, kalau kita pintar menawar. Coba kalau beli di toko pakaian apalagi butik, sudah mahal, banyak kembarannya pula (model yang sama),” tambah Lusi.

Sementara itu, perwakilan pedagang pakaian rombengan di Pasar Kasih Naikoten 1, Marselina Rihi, sangat kesal dengan larangan itu. Dengan nada suara meninggi, Marselina mengatakan bahwa konsumennya selama 30 tahun lebih tidak pernah mengadu kena penyakit kulit akibat memakai pakaian rombengan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Yang datang belanja di sini itu, berasal dari semua kalangan yakni dokter, pejabat, pengusaha, polisi, tentara dan semuanya. Jadi menurut saya kalau sampai pemerintah mau tutup usaha penjualan pakaian rombengan, maka kami pasti keberatan karena kami cari hidup melalui usaha ini. Pakaian rombengan ini juga banyak membantu masyarakat kecil sehingga mereka bisa layak memakai pakaian yang baik,” tuturnya.

“Kalau pemerintah mau tutup usaha pakaian rombengan ini, maka kami siap, tetapi tolong pemerintah harus bisa kasih makan kami setiap hari. Alasan bahwa pada pakaian rombengan ini terdapat virus atau bakteri, menurut kami itu hanya omong kosong karena itu persaingan dagang, lantaran produk dalam negeri sudah tidak laku lagi sehingga ini hanya berbau politik,” sambung Marselina.

Oleh karena itu, dia bersama para pedagang pakaian rombengan akan mengadukan hal ini ke DPRD. Mereka berharap, pemerintah NTT tidak ikut membatasi ataupun menutup usaha jual beli pakaian rombengan karena sudah banyak membantu masyarakat menengah ke bawah.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartispasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartispasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.