Pesawat Lion Air Gagal Terbang, Penumpang "Ngamuk" di Bandara

Kompas.com - 08/01/2015, 16:26 WIB
Para penumpang pesawat Lion Air di Bandara Ngurah Rai, Tuban, Denpasar, Bali yang melontarkan protes setelah pesawat yang mereka tumpangi gagal terbang, Kamis (8/1/2015). KOMPAS.com/ SRI LESTARIPara penumpang pesawat Lion Air di Bandara Ngurah Rai, Tuban, Denpasar, Bali yang melontarkan protes setelah pesawat yang mereka tumpangi gagal terbang, Kamis (8/1/2015).
|
EditorGlori K. Wadrianto
TUBAN, KOMPAS.com — Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 3301 rute Denpasar-Jakarta pada pukul 10.50 Wita, Kamis (8/1/2015), gagal terbang. Hal itu membuat para penumpangnya mengamuk. Kemarahan penumpang dilampiaskan kepada petugas Lion Air di Bandara Ngurah Rai, Tuban, Bali.

"Kita kan sudah naik ke dalam pesawat, pesawat sudah jalan, baru jalan di landasan tiba-tiba berhenti. Saya kepanasan, AC-nya mati. Akhirnya, (penumpang) disuruh turun. Oke kita turun, ditransit, diantar lagi. Disuruh naik pesawat lagi, pramugarinya enggak ada, ya sudah turun lagi, ya tidak ada penjelasnnya," kata Teno, salah satu penumpang.

Suasana pun menjadi ramai ketika penumpang yang gagal berangkat sesuai jadwal tersebut melakukan protes bersamaan. Bahkan, ada penumpang yang protes dan tidak mau menumpang dengan pesawat yang sama karena khawatir ada hal yang tidak diinginkan. 

"Iya tadi sudah di pesawat, suruh turun lagi. Suruh naik, turun lagi. Iya nih saya mau ke Jakarta," kata salah satu penumpang lainnya yang bernama Natali.

Akhirnya, penumpang yang tertunda keberangkatannya itu diberangkatkan dengan pesawat yang berbeda pada pukul 13.00 Wita. Suasana Bandara Ngurah Rai kembali normal dan tidak terjadi tindakan anarkistis.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X