Kompas.com - 23/12/2014, 17:10 WIB
Tanah dan bangunan rumah milik warga di lereng Bukit Menoreh, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tiba-tiba mengalami keretakan. Diduga karena tanah labil akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. KOMPAS.com/Ika FitrianaTanah dan bangunan rumah milik warga di lereng Bukit Menoreh, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tiba-tiba mengalami keretakan. Diduga karena tanah labil akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.
|
EditorGlori K. Wadrianto
MAGELANG, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang bersama Tim Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM Yogyakarta melakukan peninjuan ke lokasi keretakan tanah di lereng Bukit Menoreh, tepatnya di Dusun Basongan, Desa Kalisalak, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (23/12/2014) sore.

"Kami akan melakukan survei dahulu, hasilnya akan dikaji apakah lokasi tersebut perlu dipasang alat early warning system (EWS)," ujar Joko Sudibyo, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (BPBD) Kabupaten Magelang.

Joko mengungkapkan, sejauh ini sudah ada beberapa laporan terkait munculnya rekahan atau retakan tanah yang terjadi di lereng Menoreh itu. Sebelumnya, BPBD juga sudah melakukan peninjauan dan penyaluran bantuan logistik kepada warga setempat.

Selain di Dusun Basongan, rekahan tanah juga diketahui terjadi di Dusun Gorangan Lor, atau sekitar satu kilometer dari Dusun tersebut. Ukuran rekahan bervariasi, dengan panjang sekitar 50 meter dan lebar 5-10 sentimeter.

Rekahan muncul di perkebunan warga, bahkan ada pula yang muncul di teras dan lantai rumah warga. Akibatnya, dinding beberapa rumah retak dan bergeser.

"Kami memberikan masukan kepada tim ahli, lokasi mana yang kami nilai perlu perhatian karena muncul beberapa indikasi terjadinya bencana alam tanah lonsor. Seperti terjadinya tanah retak ini. Mereka (tim ahli) yang akan memutuskan apa tindakan selanjutnya," kata Joko.

Tidak saja dari UGM, BPBD juga melibatkan tim ahli dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, ESDM, Ahli Geologi UPN Veteran, Ahli Geologi Jepang dan sebagainya.

Joko berujar, keputusan pemasangan EWS terhadap bencana tanah longsor telah diterapkan di Desa Baleagung, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Sebab di lereng bukit Andong itu telah terjadi rekahan hingga 800 meter dan 600 meter di bawah bukit.

"Di Grabag kami meminta rekomendasi dari BPPTKG Yogyakarta, saat ini masih dilakukan proses pemasangan EWS," lanjut Joko.

Menurut Joko, pemasangan EWS tidak serta merta dilakukan karena harus melalui sejumlah pencocokan dan pertimbangan. Alat pendekteksi itu sendiri terdiri dari beragam jenis disesuaikan kondisi lokasi yang dinilai rawan bencana.

Tidak sekadar pemasangan EWS saja, kata Joko, pihaknya dan tim ahli juga melakukan pemberdayaan masyarakat setempat antara lain dengan sosialisasi standar operasional prosedur (SOP) penggunaan alat, upaya perawatan, pengamanan, hingga membentukan masyarakat siaga bencana.

Langkah ini merupakan upaya mengurangi risiko bencana atau mitigasi non-strukural. "Sedangkan mitigasi struktural, misalnya dengan pembangunan tanggul, irigasi, talud, perbaikan drainase kedap air dan sebagainya. Kedua mitigasi ini penting dilakukan secara bersama sehingga antisipasi bencana lebih optimal," papar Joko. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X