Anak Ini Berjuang Dapatkan Hak Pensiun Janda bagi Ibunya yang Alami Gangguan Jiwa

Kompas.com - 13/12/2014, 07:34 WIB
KEFAMENANU, KOMPAS.com — Perjuangan Hilaria Bas (25) untuk mendapatkan hak-hak ibunya, Yohana Sara, sebagai janda pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) akhirnya berbuah manis.

Hal itu terjadi setelah pengadilan setempat mengabulkan permohonan tersebut. Pasalnya, jika pengajuan pengampuan tidak dilakukan Hilaria, maka ibunya tidak akan mendapat hak tersebut. Pasalnya, sang ibu menderita gangguan jiwa sejak Hilaria berusia dua tahun.

Ayah Hilaria, Hendrikus Bas, adalah PNS di Kepolisian Resor TTU. Hendrikus meninggal pada 30 Oktober 2014 lalu. Setelah Hendrikus meninggal, Hilaria pun kesulitan untuk membantu mencukupi kebutuhan ibunya.

Wawan Edi Prastiyo, SH, MH, mengatakan kepada Kompas.com, Jumat (12/12/2014), bahwa permohonan Hilaria terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Negeri (PN) Kefamenanu dalam register perkara Nomor : 09/Pdt.P/2014/PN.Kfm tanggal 01 Desember 2014. Wawan merupakan hakim tunggal yang ditunjuk oleh Ketua PN Kefamenanu untuk memutus permohonan tersebut.

Menurut Wawan, Hilaria harus berjuang sendiri merawat dan mengurus segala keperluan sang ibu. Untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka, Hilaria bekerja sebagai karyawan sebuah minimarket di Kota Kefamenanu, sedangkan semua kakak Hilaria sudah berumah tangga.

"Ibu kandung Hilaria sakit jiwa sehingga tidak bisa mengurus hak-haknya sebagai janda pensiunan PNS. Hilaria sebagai anak kemudian mengajukan permohonan pengampuan ke PN Kefamenanu untuk mendapatkan penetapan pengadilan. Jika tidak dilakukan oleh Hilaria, maka praktis sang ibu tidak akan mendapat hak-haknya," ujar Wawan.

Dalam amar penetapannya, hakim tunggal Wawan Edi Prastiyo, SH, MH, menyatakan bahwa ibu kandung pemohon atas nama Yohana Sara berada di bawah pengampuan. Hakim menetapkan pemohon, Hilaria Bas, sebagai pengampu (curandus) bagi ibu kandungnya untuk bertindak demi kepentingan ibu kandung tersebut di muka hukum.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPT Logam Purbalingga Terbakar Hebat, 1 Orang Tewas dan 3 Gedung Rusak Berat

UPT Logam Purbalingga Terbakar Hebat, 1 Orang Tewas dan 3 Gedung Rusak Berat

Regional
Kronologi Pria Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Berawal dari Kencan yang Tak Dibayar

Kronologi Pria Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Berawal dari Kencan yang Tak Dibayar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ini Alasan Siswi Non-Muslim di Padang Diwajibkan Pakai Jilbab | Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

[POPULER NUSANTARA] Ini Alasan Siswi Non-Muslim di Padang Diwajibkan Pakai Jilbab | Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

Regional
Duduk Perkara Dokter Ditemukan Tewas Dalam Mobil Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Diduga Sakit Jantung

Duduk Perkara Dokter Ditemukan Tewas Dalam Mobil Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Diduga Sakit Jantung

Regional
Detik-detik Seorang Remaja di Pekanbaru Tewas Setelah Terjatuh dan Tertabrak Mobil Damkar

Detik-detik Seorang Remaja di Pekanbaru Tewas Setelah Terjatuh dan Tertabrak Mobil Damkar

Regional
Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Regional
Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Regional
KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Regional
Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Regional
Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Regional
TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

Regional
5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X